(73) Yesus menyingkapkan dirinya di Sungai Yordan sebagai kepenuhan kerajaan Allah. Dia yang dikandung sebelum segala sesuatunya ada, dikandung kembali; dia yang diurapi sebelumnya diurapi kembali; dia yang ditebus menebus orang-orang lainnya.
(74) Adalah perlu mengucapkan sebuah misteri. Bapa segala yang ada menyatu dengan sang perawan yang telah turun, dan api bercahaya atas sang bapa.
Pada hari itu, yang satu itu menyingkapkan kamar pengantin yang besar, dan dengan cara ini tubuhnya tercipta.
Pada hari itu, ia keluar dari kamar pengantin sebagai orang yang dilahirkan dari seorang mempelai perempuan dan seorang mempelai pria.
Begitulah Yesus menegakkan segalanya di dalamnya, dan tepatlah jika masing-masing murid masuk ke dalam rehat masing-masing.
(75) Adam berasal dari dua orang perawan, roh dan bumi pertiwi yang perawan. Kristus dilahirkan dari seorang perawan untuk memulihkan kejatuhan yang telah terjadi pada mulanya.
(76) Ada dua pohon tumbuh di Taman Eden. Yang satu menghasilkan binatang-binatang dan yang satunya lagi menghasilkan manusia. Adam makan dari pohon yang menghasilkan binatang-binatang, dan ia menjadi seekor binatang dan melahirkan binatang-binatang. Alhasil, anak-anak Adam menyembah binatang-binatang. Pohon yang buahnya ia makan adalah pohon pengetahuan, dan karena hal ini, dosa bertambah-tambah. Jika ia makan buah dari pohon yang lainnya, buah pohon kehidupan, yang menghasilkan manusia, allah-allah akan menyembah manusia. Sebagaimana di Taman Eden Allah mencipta manusia supaya manusia dapat mencipta Allah, demikian juga dalam dunia ini orang membuat allah-allah dan menyembah apa yang mereka telah ciptakan. Akan lebih pas jika allah-allah menyembah manusia.
(77) Adalah benar bahwa prestasi seseorang bergantung pada kemampuan orang itu, dan karena alasan ini kami menyebut prestasi itu sebagai kemampuan. Di antara prestasi semacam itu adalah anak-anak yang diperanakkan, dan anak-anak ini dilahirkan dari suatu waktu rehat. Adapun kemampuan seseorang terungkap dalam apa yang berhasil dicapainya, dan rehat jelas ditemukan dalam diri anak-anak. Engkau akan maklum bahwa ini juga berlaku bagi gambar. Ini adalah manusia yang diciptakan menurut gambar, yang berhasil melakukan segala hal melalui kekuatan mereka dan melahirkan anak-anak melalui rehat.
(78) Dalam dunia ini budak melayani orang merdeka. Dalam kerajaan surga orang merdeka akan melayani budak-budak dan orang yang berada dalam kamar pengantin akan melayani tamu-tamu pesta kawin.
Orang yang berada dalam kamar mempelai memiliki hanya satu nama, yakni rehat. Ketika mereka bersama-sama, mereka tidak membutuhkan wujud lain, sebab mereka berada dalam kontemplasi . . . persepsi. Mereka lebih unggul . . . di antara mereka di dalam . . . kemuliaan dari kemuliaan . . . .
(79) Perlu bagi Yesus untuk masuk ke dalam air supaya ia menyempurnakan dan memurnikannya. Begitu juga orang yang dibaptis dalam namanya disempurnakan. Sebab ia berkata, “Demikianlah, kita akan menyempurnakan semua kebenaran.”
(80) Jika orang berkata mereka akan pertama-tama mati lalu bangkit, mereka keliru. Jika mereka tidak menerima kebangkitan lebih dulu, sementara mereka hidup, mereka akan tidak menerima apapun ketika mereka mati. Demikianlah dikatakan tentang baptisan, “Agung nian baptisan itu”, sebab jika orang menerimanya, mereka akan hidup.
(81) Rasul Filipus berkata, “Yusuf si pengrajin kayu membangun sebuah kebun, sebab ia memerlukan kayu untuk barang dagangannya. Ia adalah orang yang membuat salib dari kayu-kayu yang ia tanam, dan keturunannya digantung pada apa yang ia tanam. Keturunannya adalah Yesus dan apa yang ia telah tanam adalah salib.”
Tapi pohon kehidupan berada di tengah taman. Ini adalah sebatang pohon zaitun, dan darinya muncul krisme, dan dari krisme datang kebangkitan.
(82) Dunia ini memakan mayat, dan segala sesuatu yang dimakan dalam dunia ini juga mati. Kebenaran memakan kehidupan, dan tidak seorang pun yang diberi makan oleh kebenaran akan mati. Yesus datang dari kawasan itu dan membawa makanan dari sana, dan ia memberi kehidupan kepada semua yang menginginkannya, supaya mereka tidak mati.
(83) Allah mendirikan sebuah taman, dan manusia hidup di taman itu. Ada beberapa orang yang tinggal bersama . . . Allah . . . .
Taman ini ada di tempat di mana akan dikatakan kepadaku, “ . . . makanlah ini dan jangan makan yang itu, seperti engkau kehendaki.” Ini adalah tempat di mana aku akan memakan segala sesuatunya, di mana terdapat pohon pengetahuan.
Pohon itu membunuh Adam, tetapi di sini pohon pengetahuan telah membawa orang kembali kepada kehidupan. Pohon itu adalah taurat. Taurat dapat memberi pengetahuan tentang hal yang baik dan hal yang jahat, tapi taurat tidak juga membebaskan Adam dari kejahatan dan juga tidak membuatnya baik, dan taurat ini mendatangkan kematian bagi mereka yang makan darinya. Karena ketika dikatakan, “Makanlah ini dan jangan makan yang itu”, kematian dimulai.
(84) Krisme itu lebih tinggi dari baptisan. Kita dinamakan Kristen, ini berasal dari kata “krisme”, bukan dari kata “baptisan”. Kristus juga memiliki nama dari kata krisme, sebab sang bapa mengurapi sang anak, sang anak mengurapi para rasul, dan para rasul mengurapi kita. Barangsiapa telah diurapi, ia memiliki segalanya: kebangkitan, terang, salib, roh kudus. Sang bapa memberikan segalanya kepada orang yang berada dalam kamar pengantin, dan orang itu menerimanya. Sang bapa ada dalam sang anak dan sang anak ada dalam sang bapa. Inilah kerajaan surga.
(85) Sang guru menyatakannya dengan sangat baik: “Beberapa orang telah masuk ke dalam kerajaan surga dengan tertawa, dan mereka telah keluar juga dengan tertawa.”
Seseorang berkata, “Mereka adalah orang Kristen.”
Orang itu berkata kembali, “Dia adalah orang yang telah menyelam ke dalam air dan muncul kembali sebagai seorang guru bagi semua orang. Penebusan bukanlah perkara tertawa, tapi seseorang masuk ke dalam kerajaan surga dengan tertawa dengan maksud untuk menghina kain-kain buruk ini. Jika orang mencemooh raga dan memandangnya sebagai perkara tertawa, orang itu akan keluar dengan tertawa.”
Demikian juga dengan roti, piala minuman, dan minyak, meskipun ada misteri yang lebih tinggi dari semua ini.
(86) Dunia ada melalui sebuah kesalahan. Sang pencipta ingin menjadikannya tidak rusak tapi abadi, tapi ia gagal dan tidak mendapatkan apa yang ia harapkan. Sebab dunia ini dapat rusak dan sang pencipta dunia ini juga dapat rusak. Ada hal-hal yang dapat rusak, tapi keturunan tidak dapat rusak. Tidak ada sesuatupun dapat menerima keabadian, kecuali seorang anak. Dan barangsiapa tidak dapat menerima tentu saja tidak dapat memberi.
(87) Piala doa syukur berisi anggur dan air, sebab keduanya menggambarkan darah yang atasnya orang mengucap syukur. Piala doa syukur ini penuh dengan roh kudus, dan ini menjadi bagian dari insan kamil sepenuhnya. Ketika kita meminumnya, kita mengenakan bagi diri kita sendiri insan kamil.
Air hidup adalah sebuah tubuh, dan kita harus mengenakan manusia yang hidup. Demikianlah, ketika seorang bersiap masuk ke dalam air, ia melepaskan pakaiannya supaya dapat mengenakan manusia yang hidup.
(88) Seekor kuda melahirkan seekor kuda, seorang manusia melahirkan manusia, suatu ilah melahirkan ilah-ilah. Begitu juga mempelai pria dan mempelai perempuan berasal dari mempelai pria dan mempelai perempuan.
Tidak ada orang Yahudi . . . dari orang Yunani . . . dari orang Yahudi . . . kepada orang Kristen. Ada suatu generasi manusia lainnya, dan orang yang diberkati ini disebut orang-orang spiritual terpilih, manusia sejati, anak manusia, keturunan anak manusia. Generasi sejati ini dikenal dalam dunia ini, dan inilah tempat orang-orang dalam kamar pengantin berada.
(89) Dalam dunia ini, dimana kekuatan dan kelemahan ditemukan, terdapat kemanunggalan maskulin dan feminin, tapi dalam kawasan kekal terdapat suatu jenis kesatuan yang berbeda.
Meskipun kita menyebut hal-hal ini dengan kata-kata yang sama, ada juga kata-kata lain yang lebih tinggi kedudukannya dibandingkan semua kata yang dilafalkan.
Kata-kata ini melampaui kekuatan. Sebab terdapat kekuatan dan ada juga yang lebih tinggi dari kekuatan, dan yang lebih tinggi ini tidaklah berbeda melainkan sama. Ini tidak dapat dipahami oleh hati manusia.
(90) Semua orang yang memiliki segala sesuatu harus mengenal diri mereka sendiri, bukankah demikian? Jika orang tidak mengenal dirinya sendiri, mereka tidak akan bisa menikmati apa yang mereka miliki, tapi mereka yang mengenal diri mereka sendiri akan menikmati kepunyaan mereka.
(91) Sang insan kamil tidak dapat disentuh dan juga tidak dapat dilihat. Apa yang dapat dilihat, dapat disentuh dan dipahami. Untuk dapat memperoleh karunia ini orang harus mengenakan terang sempurna dan menjadi terang sempurna. Barangsiapa mengenakan terang, akan masuk ke dalam tempat rehat. Ini adalah terang sempurna, dan kita harus menjadi insan kamil sebelum kita meninggalkan dunia ini. Barangsiapa memperoleh segala sesuatu tapi tidak memisahkan diri dari dunia ini, akan tidak dapat memperoleh kawasan itu tapi akan pergi ke tempat yang di tengah, sebab orang itu tidak sempurna. Hanya Yesus yang mengetahui nasib orang itu.
(92) Orang yang kudus seluruhnya kudus, termasuk tubuh orang itu. Orang yang kudus yang mengambil roti menguduskan roti itu, dan ia melakukan hal yang sama dengan piala minuman atau segala sesuatu lainnya yang diambil dan dikuduskannya. Jadi, bagaimana orang itu tidak akan menguduskan tubuhnya juga?
(93) Sebagaimana Yesus menyempurnakan air baptisan, ia menuang kematian ke luar.
Atas dasar inilah kita menyelam ke dalam air tetapi tidak ke dalam kematian, supaya kita tidak dituangkan ke dalam roh dunia ini. Pada waktu angin bertiup, musim dingin tiba. Ketika roh kudus berhembus, musim panas tiba.
(94) Barangsiapa mengenal kebenaran, ia merdeka, dan seorang yang merdeka tidak berbuat dosa, sebab “barangsiapa berdosa, ia adalah seorang hamba dosa.” Kebenaran adalah sang bunda, pengetahuan adalah sang ayah. Orang yang tidak membiarkan dirinya berdosa disebut dunia sebagai orang merdeka. Mereka tidak membiarkan diri mereka berbuat dosa, dan pengetahuan mengenai kebenaran meninggikannya— maksudnya, pengetahuan itu membuat mereka merdeka dan lebih unggul dari segalanya. Tetapi “kasih membangun.” Barangsiapa merdeka karena pengetahuan, ia, karena kasih, adalah seorang hamba bagi orang-orang yang masih belum mempunyai kebebasan pengetahuan. Pengetahuan memungkinkan mereka merdeka.
Kasih tidak pernah mengatakan memiliki sesuatu, meskipun kasih ini mempunyai segala sesuatu. Kasih tidak mengatakan, “Ini adalah kepunyaanku” atau “Itu adalah milikku,” tetapi akan mengatakan, “Segala sesuatu yang menjadi milikku adalah kepunyaanmu.”
(95) Kasih spiritual adalah anggur dan parfum. Orang yang meminyaki dirinya dengan parfum menikmatinya , dan ketika orang ini hadir, orang lain yang ada di sekitarnya juga menikmatinya. Jika orang yang memakai parfum meninggalkan orang-orang lainnya dan pergi, orang-orang lain yang tidak memakai parfum tetapi hanya berada di sekitar akan tertusuk oleh bau tidak enak dari tubuh mereka sendiri.
Orang Samaria tidak memberikan apapun kepada orang yang terluka itu, kecuali anggur dan minyak—yakni, hanya salep. Salep itu menyembuhkan luka, sebab “kasih menutupi banyak dosa.”
(96) Anak-anak yang dilahirkan seorang perempuan menyerupai laki-laki yang dikasihinya. Jika laki-laki ini suaminya, mereka menyerupai suaminya. Jika laki-laki ini kekasih gelapnya, anak-anak itu serupa dengan kekasih gelapnya ini. Seringkali, jika seorang perempuan harus tidur dengan suaminya tetapi hatinya ada bersama dengan kekasih gelapnya yang dengannya ia biasa bermain cinta, maka sang anak yang ia lahirkan akan serupa dengan kekasih gelapnya itu.
Jadi, engkau yang hidup bersama dengan sang anak Allah, janganlah mengasihi dunia ini tapi kasihilah sang guru, supaya apa yang engkau lahirkan tidak menyerupai dunia ini tetapi menyerupai sang guru.
(97) Manusia berhubungan seks dengan manusia; kuda bersetubuh dengan kuda; keledai bersenggama dengan keledai. Anggota-anggota suatu spesies berhubungan seks dengan anggota-anggota spesies yang sama. Demikian juga, roh berhubungan seks dengan roh, kata bersetubuh dengan kata, terang dengan terang.
Jika engkau menjadi manusia,
seorang manusia akan mengasihimu.
Jika engkau menjadi roh,
roh akan bersatu denganmu.
Jika engkau menjadi firman,
firman akan berhubungan seks denganmu.
Jika engkau menjadi terang,
terang akan menyatu denganmu.
Jika engkau menjadi salah satu dari apa yang ada di atas,
yang ada di atas itu akan menemukan rehat dalam dirimu.
Jika engkau menjadi seekor kuda atau seekor keledai atau seekor sapi jantan
atau seekor anjing atau seekor domba atau suatu jenis binatang lainnya,
jinak atau buas, maka baik manusia, roh, firman atau pun terang tidak dapat mengasihimu.
Apa yang ada di atas dan apa yang ada dalam dirimu tidak dapat menemukan rehat di dalam dirimu, dan kamu tidak mendapat bagian di dalam mereka.
(98) Orang yang menjadi hamba, di luar kehendak mereka, dapat menjadi orang merdeka. Orang yang dimerdekakan atas kehendak tuannya lalu menjual diri mereka kembali ke dalam perbudakan, tidak dapat merdeka lagi.
(99) Bertani dalam dunia ini bergantung pada empat hal, dan panen akan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam lumbung sebagai hasil dari air, tanah, udara, dan cahaya.
Bertani di kebun Allah juga bergantung pada empat hal: iman, harapan, kasih, dan pengetahuan. Iman adalah bumi yang di dalamnya kita berakar. Harapan adalah air yang dengannya kita dipelihara. Kasih adalah udara yang melaluinya kita tumbuh. Pengetahuan adalah cahaya yang olehnya kita menjadi matang.
Karunia ada dalam empat cara. Yakni secara duniawi; lalu secara surgawi . . .
dan langit yang tertinggi . . . .
(100) Diberkatilah dia yang tidak pernah mendukakan suatu jiwa. Dia adalah Yesus Kristus. Ia telah datang ke seluruh dunia dan tidak pernah membebani siapapun. Diberkatilah orang yang seperti ini, sebab orang seperti inilah seorang insan kamil.
Dunia mengatakan kepada kita betapa sulitnya mendatangkan hal ini. Bagaimana kita dapat berhasil melakukan tindakan semacam ini? Bagaimana kita dapat memberi pertolongan kepada setiap orang?
Sebagai langkah awal, orang harus tidak menimbulkan kedukaan pada siapapun, entah banyak atau pun sedikit, entah orang percaya ataupun orang yang tidak percaya, dan orang harus tidak memberi pertolongan kepada orang-orang yang mampu. Ada orang yang mendapat keuntungan dengan jalan menolong orang kaya. Orang yang melakukan perbuatan baik tidak akan menolong orang kaya, sebab orang ini tidak akan mengambil apapun yang dapat diinginkannya. Orang semacam itu juga tidak akan menimbulkan kedukaan pada diri orang lain, sebab orang ini tidak menimbulkan persoalan bagi mereka. Orang kaya baru kadangkala menyebabkan orang lain berduka, tetapi orang yang melakukan perbuatan baik tidak akan melakukan hal ini. Kejahatan yang ada dalam diri setiap oranglah yang menyebabkan mereka berduka. Orang yang kodratnya insan kamil memberi kesenangan kepada orang yang baik; tetapi beberapa orang sangat tertekan dan menderita karena semua hal ini.
(101) Ada seorang pengurus rumah tangga yang memiliki segala sesuatu: anak-anak, budak-budak, ternak, anjing-anjing, babi, gandum, barli, dedak, makanan hewan, minyak, daging, dan biji pohon ek. Pengurus rumah tangga ini bijaksana dan mengetahui makanan untuk masing-masing peliharaannya. Ia memberi makan anak-anak roti panggang dan daging. Ia memberi makan budak-budaknya minyak dan gandum. Ia memberi makan ternaknya barli, dedak, dan makanan hewan lainnya. Ia melempar tulang-tulang kepada anjing-anjing. Ia memberi makan babi-babinya biji pohon ek dan bubur gandum.
Demikian juga halnya dengan murid-murid Allah. Jika mereka bijaksana, mereka memahami pemuridan. Wujud-wujud ragawi tidak akan memperdaya mereka; tetapi mereka akan memeriksa keadaan setiap jiwa orang dan berbicara pas dengan setiap orang ini. Dalam dunia ini banyak binatang mengenakan wujud manusia. Jika murid-murid Allah mengidentifikasi mereka sebagai babi, mereka memberi mereka makan biji pohon ek. Jika ternak, mereka memberi barli, dedak, dan makanan lainnya, sebagai makanan mereka. Jika anjing, mereka melempar tulang-tulang. Jika budak, mereka memberi mereka makanan pembuka saja. Jika anak-anak, mereka memberi mereka makanan lengkap.
(102) Ada sang anak manusia; dan ada sang anak dari sang anak manusia. Anak manusia adalah sang guru, dan sang anak dari sang anak manusia adalah dia yang mencipta melalui sang anak manusia. Sang anak manusia menerima dari Allah kemampuan untuk mencipta. Ia juga dapat menghasilkan keturunan. Dia yang telah menerima kemampuan untuk mencipta adalah suatu makhluk, dan dia yang telah menerima kemampuan untuk melahirkan adalah seorang keturunan. Dia yang mencipta tidak dapat memberi keturunan, tapi dia yang memberi keturunan dapat mencipta. Dia yang mencipta dikatakan memberi keturunan, tapi “keturunan” adalah benar-benar makhluk, karena “keturunan” ini bukanlah anak-anak dari tindakan membuat keturunan tetapi dari pekerjaan penciptaan.
Dia yang mencipta bekerja dengan terang-terangan, dan dia dapat dilihat. Dia yang memberi keturunan melakukannya dengan diam-diam, dan dia tersembunyi, sebab dia yang memberi keturunan melampaui segala gambaran. Maka, dia yang mencipta, melakukannya dengan terang-terangan, dan dia yang memberi keturunan menghasilkan keturunan secara rahasia.
(103) Tidak seorang pun dapat mengetahui kapan seorang suami dan seorang istri berhubungan seks kecuali kedua orang ini, sebab perkawinan dalam dunia ini adalah suatu misteri bagi mereka yang kawin. Jika perkawinan yang tercemar tersembunyi, betapa lebih lagi perkawinan yang suci sebagai sebuah misteri sejati! Perkawinan semacam ini bukan ragawi tetapi murni. Ini bukan milik hawa nafsu, tetapi milik kehendak. Ini milik bukan kegelapan atau malam, tapi kepunyaan siang dan terang.
Jika suatu perkawinan terbuka, perkawinan ini menjadi prostitusi, dan mempelai perempuan bermain sebagai seorang pelacur bukan hanya jika ia dihamili oleh seorang pria lain tetapi bahkan jika ia menyelinap dari kamar tidurnya dan kelihatan oleh orang. Hendaklah ia memperlihatkan dirinya hanya kepada ayahnya dan ibunya, sahabat mempelai pria, dan pembantu-pembantu mempelai pria. Mereka diperbolehkan memasuki kamar mempelai setiap hari. Tetapi hendaklah orang lain hanya merindukan mendengar suara mempelai perempuan dan menikmati harumnya minyak wangi yang dipakainya, dan hendaklah mereka makan remah-remah yang jatuh dari meja, seperti anjing-anjing.
Mempelai laki-laki dan mempelai perempuan kepunyaan kamar pengantin. Tidak seorang pun dapat melihat seorang mempelai pria atau seorang mempelai perempuan kecuali dengan menjadi satu.
(104) Pada waktu Abraham dapat melihat apa yang ia harus lihat, ia menyunat daging kulupnya, dan dengan demikian mengajarkan kita bahwa adalah perlu jika daging itu dibinasakan.
(105) Sepanjang hal-hal di dalam batin mereka tersembunyi, kebanyakan makhluk dalam dunia ini hidup dan baik adanya. Jika hal-hal dalam batin tersingkap, mereka mati, sebagaimana jelas dicontohkan oleh bagian kasat mata seseorang. Sepanjang usus-usus seseorang tersembunyi, orang itu hidup. Jika usus-usus tersingkap dan keluar, orang itu mati. Demikian juga, sementara akarnya tersembunyi, sebatang pohon tumbuh dan bertunas. Jika akarnya terbongkar, pohon itu akan mengering.
Demikian juga halnya dengan semua hal yang dihasilkan dalam dunia ini, bukan hanya yang kelihatan tapi juga yang tersembunyi. Sepanjang akar kejahatan tersembunyi, kejahatan tetap kuat. Ketika akarnya tampak oleh orang, kejahatan tersingkap, dan jika kejahatan diterangi, kejahatan lenyap. Karena itulah firman mengatakan, “Kapak sudah diletakkan pada akar pohon.” Kapak ini tidak hanya memangkas pohon, sebab apa yang dipangkas akan tumbuh kembali. Tetapi, kapak akan menggali lubang yang dalam sampai akar terpangkas. Yesus menarik akar keluar dari seluruh tempat, tetapi orang lain menariknya dari hanya sebagian tempat.
(106) Hendaklah setiap kita juga menggali dalam-dalam untuk mencari akar kejahatan yang ada di dalam kita dan menariknya keluar dari hati kita sampai ke akarnya. Kejahatan akan dicabut akarnya jika kita mengenalinya. Tapi jika kita tidak mengetahuinya, kejahatan akan berakar di dalam kita dan menghasilkan buahnya di dalam hati kita. Kejahatan dengan demikian akan menguasai kita. Kita menjadi hambanya, dan kejahatan akan menangkap kita sehingga kita melakukan apa yang kita tidak ingin lakukan dan tidak melakukan apa yang kita ingin lakukan. Kejahatan ini begitu digdaya karena kita tidak mengenalinya. Sepanjang kejahatan ada, kejahatan ini tetap aktif.
(107) Ketidaktahuan atau kebodohan adalah ibu dari semua kejahatan. Ketidaktahuan membawa kita kepada kematian karena orang-orang yang berasal dari ketidaktahuan dulu tidak ada, sekarang tidak ada dan nanti juga tidak ada. Tapi orang-orang yang berada dalam kebenaran akan menjadi sempurna ketika semua kebenaran disingkap. Sebab kebenaran itu seperti ketidaktahuan. Sementara tersembunyi, kebenaran menemukan rehat di dalam dirinya sendiri, tapi ketika disingkap dan dikenali, kebenaran dipuji karena ia lebih kuat dari ketidaktahuan dan kesalahan. Kebenaran membebaskan.
Firman mengatakan, “Jika engkau mengetahui kebenaran, kebenaran akan memerdekakan engkau.” Ketidaktahuan atau kebodohan itu adalah seorang budak, sedangkan pengetahuan adalah kemerdekaan. Jika kita mengenal kebenaran, kita akan menemukan buah kebenaran di dalam diri kita. Jika kita menyatu dengan kebenaran, kebenaran akan membawa kita ke dalam kepenuhan dan kelengkapan.
(108) Pada masa kini kita menjumpai hal-hal yang kasat mata dari ciptaan, dan kita mengatakan bahwa hal-hal yang kelihatan ini begitu perkasa dan bernilai, sementara hal-hal yang tersembunyi lemah dan tidak penting. Tidaklah demikian halnya dengan hal-hal yang kasat mata dari kebenaran. Mereka lemah dan tidak penting, tapi hal-hal tersembunyi perkasa dan sangat berharga.
(109) Misteri kebenaran disingkap dalam simbol dan gambar. Kamar mempelai tersembunyi, dan ini adalah ruang maha kudus. Semula tirainya menyembunyikan bagaimana Allah mengelola ciptaan, tapi ketika tirai ini terbelah dan apa yang ada di dalamnya kelihatan, bangunan ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi sepi, atau akan dihancurkan. Dan seluruh keallahan akan meninggalkan tempat ini tetapi tidak masuk ke dalam ruang maha kudus, sebab keallahan tidak dapat ada bersama-sama dengan terang murni dan kepenuhan sempurna. Melainkan, keallahan ini akan tetap ada di bawah sayap-sayap salib dan di bawah tangan-tangannya. Bahtera ini akan merupakan keselamatan untuk manusia ketika air bah menyapu mereka.
Barangsiapa termasuk dalam orde imamat, ia dapat masuk ke dalam tirai bersama dengan imam besar. Karena itulah tirai ini tidak robek hanya pada bagian atasnya, sebab, jika demikian, hanya kawasan atas yang akan disingkap. Juga tidak hanya robek pada bagian bawahnya, sebab, jika demikian, ini menyingkapkan hanya kawasan bawah. Tidak, tirai ini sobek dari atas ke bawah. Kawasan atas terbuka bagi kita di dalam kawasan bawah, supaya kita dapat masuk ke dalam kawasan rahasia kebenaran. Ini adalah apa yang sesungguhnya patut dan perkasa, dan kita akan masuk melalui simbol yang lemah dan tidak signifikan. Simbol ini lemah jika dibandingkan kemulian yang sempurna. Ada kemuliaan yang melampaui kemuliaan; ada kekuasaan yang mengatasi kekuasaan. Hal-hal yang sempurna telah dibukakan bagi kita, dan juga hal-hal tersembunyi dari kebenaran. Ruang maha kudus telah disingkap, dan kamar mempelai mengundang kita masuk.
(110) Sejauh benih roh kudus tersembunyi, kefasikan tidak akan efektif, meskipun masih belum disingkirkan dari tengah-tengah benih, dan mereka masih diperbudak untuk berbuat jahat. Tapi kalau benih dinyatakan, maka cahaya sejati akan menyinari setiap orang, dan semua orang yang ada dalam terang akan menerima krisme. Maka budak-budak akan dimerdekakan dan para tawanan akan ditebus. “Setiap tanaman yang bapa di surga tidak tanam akan dicabut sampai ke akarnya.” Apa yang dipisahkan akan disatukan, apa yang kosong akan diisi.
(111) Setiap orang yang masuk ke dalam kamar mempelai akan menyalakan terang. Ini seperti perkawinan yang berlangsung rahasia dan terjadi pada waktu malam. Terang dari api bersinar selama malam hari, lalu padam. Namun misteri perkawinan berlangsung pada waktu siang dan pada waktu terang, dan siang maupun terang itu tidak pernah tenggelam.
Jika seseorang berada di dalam kamar pengantin, orang itu akan menerima terang. Jika orang tidak menerimanya sementara berada di sini, di tempat ini, ia tidak dapat menerimanya di tempat lain.
Orang yang menerima terang tidak dapat dilihat atau diraba. Tidak ada satu hal apapun dapat menyusahkan orang semacam itu bahkan ketika mereka hidup dalam dunia ini. Dan ketika mereka meninggalkan dunia ini, mereka telah menerima kebenaran melalui gambar-gambar, dan dunia menjadi kawasan abadi. Bagi orang ini, kawasan abadi ini adalah kepenuhan.
Sesungguhnya, inilah jalannya. Jalan ini disingkapkan bagi orang semacam itu saja, tersembunyi bukan dalam kegelapan dan pada waktu malam, melainkan tersembunyi di dalam hari yang sempurna dan terang yang kudus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar