Minggu, 11 Juli 2010

INJIL FILIPUS 1-36

(1) Seorang Ibrani menghasilkan seorang Ibrani, dan orang yang menjadi orang Ibrani ini dinamakan seorang mualaf. Seorang mualaf tidak menghasilkan seorang mualaf. Beberapa orang tetap sebagaimana mereka ada sekarang dan membuat orang-orang lain seperti mereka, sementara orang-orang lainnya tidak berbuat apa-apa sehingga tidak menghasilkan.

(2) Seorang budak berusaha hanya untuk bebas dan tidak mencari tanah tuannya. Sebab seorang anak tidak cukup hanya menjadi seorang anak, tetapi seorang anak mengklaim warisan sang ayah.

Ahli waris bagi orang yang sudah mati menemui kematian, dan apa yang mereka warisi mati adanya. Para pewaris orang yang hidup mendapatkan dirinya hidup, dan mereka mewarisi baik sesuatu yang hidup maupun sesuatu yang sudah mati. Orang yang sudah mati tidak mewarisi apapun, sebab bagaimana bisa seorang yang sudah mati menerima warisan? Jika seorang mati mewarisi seorang yang hidup, seorang yang hidup itu tidak akan mati dan orang yang sudah mati akan kembali hidup.

(3) Seorang bukan-Yahudi tidak mati, dan tidak pernah hidup sehingga harus mati. Orang yang memercayai kebenaran tetap hidup, tapi orang ini berisiko mati hanya lantaran ia hidup.

Karena Kristus datang, dunia ini telah diciptakan, kota-kota telah diperindah, dan orang mati telah dikuburkan.

Ketika kita orang Ibrani, kita yatim-piatu, hanya hidup dengan seorang bunda, tapi ketika kita menjadi Kristen kita memiliki seorang ayah dan seorang bunda.

(4) Barangsiapa menabur pada musim dingin, akan menuai pada musim panas. Musim dingin adalah dunia ini, musim panas adalah dunia lain yang kekal. Marilah kita menabur di dalam dunia ini supaya menuai di musim panas. Dan karena alasan inilah kita harus tidak berdoa di musim dingin.

Dari musim dingin muncul musim panas. Jika seorang menabur di musim dingin, orang itu tidak akan sungguh-sungguh menuai tapi akan mencabut tanaman yang masih muda, dan dengan demikian tidak akan menghasilkan panen. Lahan garapan orang itu tandus bukan hanya sekarang tapi juga pada hari Sabat.

(5) Kristus datang untuk membeli beberapa orang, untuk menyelamatkan beberapa orang, untuk menebus beberapa orang. Ia membeli orang-orang asing dan menjadikan mereka miliknya sendiri, dan ia membeli kembali miliknya sendiri yang ia telah letakkan, berdasarkan kemauannya sendiri, sebagai suatu simpanan. Bukan hanya ketika ia menampakkan diri ia, dari kemauannya sendiri, meletakkan jiwanya sebagai suatu simpanan, tapi sejak permulaan dunia ini ia telah meletakkan jiwanya, pada waktu yang tepat, menurut kemauannya sendiri. Kemudian ia datang untuk mengambilnya kembali, sebab jiwanya ini telah ia letakkan sebagai suatu simpanan. Jiwanya ini telah jatuh ke tangan para perampok dan telah dicuri, tapi ia telah menyelamatkannya. Dan ia menebus orang yang baik dalam dunia ini, dan juga orang yang jahat.

(6) Terang dan gelap, hidup dan mati, dan kiri dan kanan satu sama lain adalah saudara-saudara kandung, dan tidak dapat dipisahkan. Karena itulah, kebaikan bukanlah kebaikan, keburukan tidaklah buruk, kehidupan tidaklah hidup, kematian bukanlah kematian. Masing-masing akan sirna ke dalam kodratnya yang asli, tapi apa yang mengungguli dunia ini tidak dapat sirna, sebab kekal adanya.

(7) Nama-nama dari segala sesuatu yang duniawi sesungguhnya memperdaya, sebab nama-nama itu memalingkan hati dari apa yang riil ke apa yang tidak riil. Barangsiapa mendengar kata allah berpikir bukan tentang apa yang riil melainkan apa yang tidak riil. Demikian juga ketika orang menyebut kata-kata bapa, anak, roh kudus, kehidupan, kebangkitan, gereja, dan semua lainnya, orang tidak memikirkan apa yang riil, melainkan apa yang tidak riil, meskipun kata-kata itu menunjuk pada apa yang riil. Kata-kata yang didengar manusia adalah kepunyaan dunia ini. Janganlah terpedaya. Jika kata-kata adalah milik dunia yang kekal, kata-kata itu tidak akan pernah dapat dilafalkan dalam dunia ini, juga tidak menggambarkan hal-hal yang terdapat dalam dunia ini. Kata-kata itu merujuk pada apa yang ada dalam kawasan yang kekal.

(8) Hanya satu nama yang tidak dilafalkan dalam dunia ini: nama yang sang bapa telah beri kepada sang anak. Nama ini adalah nama di atas segalanya; ini adalah nama sang bapa. Sebab sang anak tidak menjadi bapa jika ia tidak mengenakan nama sang bapa. Orang-orang yang memiliki nama ini memahami nama ini, tapi tidak mengucapkan nama ini. Orang-orang yang tidak memiliki nama ini bahkan tidak dapat memahaminya.

(9) Kebenaran menghasilkan nama-nama dalam dunia ini untuk kita, dan tidak seorang pun dapat mengacu kepada kebenaran tanpa nama-nama. Demi kepentingan kita, kebenaran itu satu dan banyak, untuk mengajar kita tentang yang satu, dalam kasih, melalui yang banyak.

(10) Para penguasa [arkón] ingin mengelabuhi manusia, sebab mereka melihat bahwa manusia memiliki hubungan kekerabatan dengan apa yang sesungguhnya baik. Mereka mengambil nama-nama dari sang kebaikan dan memberikan nama-nama itu kepada apa yang tidak baik, untuk membodohi orang dengan nama-nama dan menghubungkan nama-nama itu dengan apa yang tidak baik. Menurut pikiran mereka, sepertinya mereka berbaik hati kepada manusia, ketika mereka mengambil nama-nama dari apa yang tidak baik dan memberikan nama-nama itu kepada yang baik. Sebab mereka ingin mengambil manusia merdeka dan memperbudak mereka selamanya.

(11) Memang ada kekuatan-kekuatan [arkón] yang ingin bermurah hati kepada manusia. Mereka tidak ingin manusia tiba pada keselamatan, melainkan mereka ingin kehidupan manusia terus berlanjut. Sebab jika orang datang kepada keselamatan, kurban akan berakhir . . . dan hewan tidak akan dipersembahkan kepada kekuatan-kekuatan itu. Sebetulnya, kekuatan-kekuatan itu, yang kepada mereka dipersembahkan kurban-kurban, adalah hewan-hewan. Hewan-hewan dikurbankan hidup-hidup, dan setelah dipersembahkan mereka mati. Tapi seorang manusia dipersembahkan kepada Allah dalam keadaan mati, dan manusia itu menjadi hidup.

(12) Sebelum Kristus datang, tidak ada roti dalam dunia ini; sama seperti Taman Eden, di mana Adam hidup, memiliki banyak pohon untuk menjadi makanan hewan-hewan tapi tidak memiliki gandum untuk makanan manusia, dan orang makan seperti hewan-hewan. Tapi ketika Kristus, sang insan kamil, datang, ia membawa roti dari surga, sehingga manusia dapat diberi makan makanan manusia.

(13) Para penguasa [arkón] beranggapan bahwa mereka telah melakukan sesuatu sebagaimana seharusnya dengan kekuatan dan kehendak mereka sendiri, tapi roh kudus, menurut kemauan roh sendiri, dengan diam-diam mengerjakan semuanya melalui mereka.

(14) Kebenaran, yang telah ada sejak semula, ditabur di segala tempat, dan banyak orang melihatnya tengah ditabur, tapi sedikit yang melihatnya tengah dituai.

(15) Beberapa orang berkata, Maria mengandung oleh roh kudus. Mereka salah dan tidak memahami apa yang mereka katakan. Kapankah seorang perempuan pernah dibuat mengandung oleh seorang perempuan?

Maria adalah seorang perawan yang tidak dinodai oleh satu pun dari antara para penguasa [arkón] itu. Namun, bagi orang Ibrani, yang adalah rasul-rasul dan pribadi-pribadi rasuli, Maria sangat menjijikkan. Perawan yang tidak dinodai oleh satu pun dari antara penguasa ini berharap bahwa para penguasa itu akan menodai diri mereka sendiri.

(16) Sang guru tidak akan berkata, “Bapaku yang ada di dalam kerajaan surga,” jika ia tidak memiliki seorang bapa lain. Ia hanya akan berkata, “Bapaku.”

(17) Sang guru berkata kepada murid-muridnya, “Ambilah sesuatu dari setiap rumah dan bawalah itu ke rumah sang bapa, tapi janganlah mencuri dan mengambil sesuatu sementara berada di rumah sang bapa.”

(18) Yesus adalah sebuah nama yang tersembunyi, Kristus adalah sebuah nama yang disingkapkan. Nama Yesus tidak terdapat dalam bahasa lain apa pun, tapi ia dipanggil dengan nama Yesus. Kata untuk Kristus dalam bahasa Syria adalah messias dan dalam bahasa Yunani khristos, dan demikian juga semua orang lain memiliki sebuah kata untuk Kristus dalam bahasa mereka sendiri. Nazarene adalah bentuk yang disingkap dari nama yang tersembunyi itu.

(19) Kristus memiliki segala sesuatu di dalam dirinya sendiri, entah itu adalah seorang manusia, atau seorang malaikat atau suatu misteri, dan sang bapa.

(20) Orang-orang yang berkata bahwa sang guru pertama-tama mati dulu lalu bangkit, sesungguhnya keliru, sebab ia pertama-tama bangkit dulu baru mati. Jika seseorang tidak pertama-tama dibangkitkan dulu, bukankah orang itu tidak akan mati? Sebagaimana Allah hidup, maka yang satu itu akan mati.

(21) Tidak seorang pun akan menyembunyikan sesuatu yang berharga dan mulia di dalam suatu tempat yang berharga, tapi barang yang tidak ternilai harganya biasanya akan disimpan dalam suatu tempat penyimpanan yang berharga hanya satu sen. Demikianlah halnya dengan jiwa. Jiwa adalah sesuatu yang berharga dan mulia, dan jiwa ini berada di dalam suatu tubuh yang tidak berharga.

(22) Beberapa orang khawatir bahwa mereka akan bangkit dari kematian dalam keadaan telanjang; maka mereka pun ingin bangkit dalam daging. Mereka tidak tahu bahwa mereka yang memakai daginglah yang sebenarnya telanjang. Orang yang dapat melepaskan raganya tidaklah telanjang.

“Daging dan darah tidak akan mewarisi kerajaan Allah.” Daging yang manakah yang tidak akan mewarisi? Ini adalah apa yang sedang kita pakai. Dan daging yang manakah yang akan mewarisi? Ini adalah daging dan darah Yesus.

Karena itulah ia berkata, “Barangsiapa tidak memakan dagingku dan meminum darahku, ia tidak memiliki hidup dalam dirinya.” Apa maksud ucapan ini? Dagingnya adalah sang firman dan darahnya adalah roh kudus. Barangsiapa telah menerima daging dan darah ini, ia memiliki makanan, minuman, dan pakaian.

Dan aku juga tidak sependapat dengan orang lainnya yang mengatakan bahwa daging tidak akan bangkit. Kedua pandangan ini salah. Engkau mengatakan bahwa daging tidak akan bangkit? Maka katakanlah kepadaku apa yang akan bangkit, supaya kami dapat menghormati engkau. Kamu mengatakan bahwa yang akan bangkit adalah roh yang berada dalam daging, dan juga sang terang yang ada dalam daging? Tapi apa yang ada dalam daging adalah sang firman, dan apa yang engkau sedang bicarakan tidaklah lain daripada daging. Segala sesuatu yang ada dalam daging jenis ini perlu bangkit, sebab segala sesuatu ada di dalamnya.

Dalam dunia ini mereka yang mengenakan pakaian lebih tinggi kedudukannya dari pakaian-pakaian itu. Dalam kerajaan surga, pakaian-pakaian itu lebih tinggi kedudukannya dari orang-orang yang mengenakannya.

(23) Seluruh dunia ini dimurnikan oleh air dan api, yang kasat mata oleh yang kasat mata, yang tersembunyi oleh yang tersembunyi. Beberapa hal dibuat tersembunyi oleh yang kasat mata. Ada air di dalam air; ada api di dalam minyak pengurapan.

(24) Yesus memperdaya setiap orang, sebab ia tidak tampak sebagaimana adanya, tapi ia tampil supaya ia dapat dilihat. Ia tampak kepada setiap orang. Kepada orang besar ia tampak sebagai seorang besar; kepada orang kecil ia tampak sebagai seorang kecil, kepada malaikat-malaikat ia tampak sebagai seorang malaikat dan kepada manusia ia tampak sebagai seorang manusia. Karena itulah firmannya tersembunyi dari setiap orang. Beberapa orang memandang kepadanya dan mengira bahwa mereka melihat diri mereka sendiri. Tapi ketika ia muncul di hadapan murid-muridnya dalam kemuliaannya di gunung, ia tidak kecil. Ia menjadi besar. Atau, ia membuat murid-muridnya besar, sehingga mereka dapat melihatnya dalam kebesarannya.

(25) Ia berkata pada hari itu dalam doa syukur,
Engkau yang telah menyatukan terang yang sempurna dengan roh kudus,
satukanlah juga para malaikat dengan kami, sebagai gambar-gambar
.

(26) Jangan merendahkan anak domba, sebab tanpanya tidak seorang pun dapat melihat sang raja.

(27) Sementara telanjang, tidak seorang pun dapat menjumpai sang raja.

(28) Manusia surgawi memiliki lebih banyak anak ketimbang manusia duniawi. Jika anak-anak Adam berlimpah-ruah tapi menemui kematian, betapa lebih banyak lagi anak-anak sang insan kamil, yang tidak mati tetapi terus-menerus sedang dilahirkan.

Seorang ayah menghasilkan anak-anak tetapi seorang anak tidak dapat menghasilkan anak-anak. Orang yang baru saja dilahirkan tidak dapat menjadi orangtua. Melainkan, seorang anak mendapat saudara laki-laki atau saudara perempuan, bukan anak-anak.

Semua orang yang dilahirkan dalam dunia dilahirkan dari kodrat, dan orang-orang lainnya dipelihara dan diberi makan dari tempat di mana mereka dilahirkan. Orang diberi makan dari janji tempat surgawi. Jika mereka berasal . . . dari mulut, dari mana kata muncul, mereka akan diberi makan dari mulut dan akan menjadi sempurna.

Insan kamil mengandung dan melahirkan anak melalui sebuah ciuman. Itulah sebabnya kita juga saling mencium. Kita mengandung dari kasih karunia yang ada dalam diri kita masing-masing.

(29) Ada tiga perempuan yang selalu berjalan bersama sang guru: Maria ibunya, Maria saudara perempuannya, dan Maria Magdalena, yang juga disebut sahabatnya (atau kekasihnya). Sebab “Maria” adalah nama saudara perempuannya, ibunya, dan kekasihnya.

(30) Bapa dan anak adalah nama-nama yang bersahaja, roh kudus adalah suatu nama ganda. Mereka ada di segala tempat, di atas dan di bawah, dalam tempat yang tersembunyi dan dalam tempat yang kelihatan. Roh kudus berada di tempat yang kasat mata, lalu berada di bawah; dan roh kudus berada di tempat tersembunyi, lalu berada di atas.

(31) Kekuatan-kekuatan jahat melayani orang-orang kudus, sebab mereka, kekuatan-kekuatan itu, telah dibutakan oleh roh kudus sehingga mereka mengira bahwa mereka sedang membantu umat mereka sendiri ketika mereka sebetulnya sedang melayani orang-orang kudus.

Maka seorang murid pernah meminta sesuatu dari dunia ini kepada sang guru, dan ia berkata, “Mintalah kepada ibumu, maka ia akan memberi engkau sesuatu yang berasal dari suatu kawasan lain.”

(32) Rasul-rasul berkata kepada para murid, “Semoga semua persembahan kami dilengkapi dengan garam.” Sebab mereka memberi nama garam kepada hikmat. Tanpa garam, sebuah persembahan tidak akan dapat diterima. Hikmat mandul, tanpa anak, sehingga ia disebut pilar sang garam. Pada waktu . . . roh kudus . . . , dan ia (feminin) memiliki banyak anak.

(33) Apa yang dimiliki sang ayah menjadi kepunyaan anaknya. Selama sang anak masih muda, anak ini tidak akan memiliki apa yang menjadi kepunyaannya. Ketika sang anak sudah dewasa, sang ayah akan memberikan semua miliknya.

(34) Orang-orang yang telah tersesat, yang menjadi keturunan roh, tersesat juga lantaran sang roh ini. Demikianlah, dari satu roh api menyala menjilat-jilat dan api ini dipadamkan.

(35) Ada Ekhamot dan ada juga Ekhmot. Ekhamot sebetulnya adalah hikmat, tapi Ekhmot adalah hikmat kematian—maksudnya, hikmat yang mengetahui kematian, yang disebut hikmat kecil.

(36) Beberapa binatang termasuk jinak, seperti sapi jantan, keledai, dan sebagainya, sementara binatang lainnya liar dan buas dan berkelakuan sembarangan dan tak terkendali. Orang membajak tanah dengan hewan yang jinak, dan sebagai hasilnya ia terpelihara, bersama dengan binatang-binatang, entah jinak atau pun liar.

Demikian juga sang insan kamil membajak dengan kekuatan-kekuatan yang jinak dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk dihasilkan. Maka semua tempat menjadi stabil, baik dan jahat, kanan dan kiri. Roh kudus memelihara segala sesuatu dan berkuasa atas semua kekuatan, baik yang jinak mau pun yang liar dan menjadi buas. Sebab roh sudah berketetapan untuk mengumpulkan mereka, sehingga mereka tidak dapat melarikan diri kendatipun mereka menginginkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar