(37) Dia yang diciptakan itu agung dan terhormat, dan engkau berharap anak-anaknya juga agung dan terhormat. Jika ia tidak diciptakan tetapi dikandung, engkau berharap keturunannya juga agung dan terhormat. Tapi sebetulnya ia diciptakan, lalu ia melahirkan keturunannya.
Betapa terhormatnya ini! Pertama datang perzinahan, lalu pembunuhan. Yang satu ini dilahirkan dari zina, sebab ia adalah anak sang ular. Ia menjadi seorang pembunuh, seperti ayahnya, dan ia membunuh saudaranya. Setiap persetubuhan seksual di antara orang-orang yang satu sama lain tidak serupa adalah perzinahan.
(38) Allah adalah seorang tukang celup. Sama seperti bahan celupan yang baik, yang dikatakan sebagai bahan celupan murni, lenyap ke dalam apa yang dicelup di dalamnya, begitu juga orang yang dicelup Allah menjadi tidak bisa mati melalui warna-warninya, sebab bahan celupannya tidak dapat mati. Dan Allah mencelupkan orang-orang yang harus dicelup ke dalam air.
(39) Orang tidak dapat melihat hal apapun sebenar-benarnya tanpa ia menjadi sama dengannya. Tidaklah demikian halnya dengan orang yang ada dalam dunia ini, yang melihat matahari tanpa menjadi matahari dan melihat angkasa dan bumi dan segala sesuatu lainnya tanpa menjadi semuanya ini.
Tetapi, di dalam kawasan kebenaran,
engkau telah melihat segalanya di sana dan telah menjadi segalanya itu,
engkau telah melihat roh dan telah menjadi roh,
engkau telah melihat Kristus dan telah menjadi Kristus,
engkau telah melihat sang bapa, dan akan menjadi bapa.
Di sini, dalam dunia ini, engkau melihat segala sesuatu tapi tidak melihat dirimu sendiri, tapi di sana, di kawasan itu, engkau melihat dirimu sendiri, dan engkau akan menjadi apa yang engkau lihat.
(40) Iman menerima, kasih memberi. Tidak seorang pun dapat menerima jika ia tidak beriman, dan tidak seorang pun dapat memberi jika tidak memiliki kasih. Jadi, supaya menerima kita harus memiliki iman, dan untuk memberi kita harus mengasihi. Jika orang memberi namun tidak memiliki kasih, orang itu tidak mendapat keuntungan apa pun dari apa yang ia telah berikan.
Siapa pun yang menerima sesuatu tapi tidak menerima Tuhan, ia masih seorang Ibrani.
(41) Rasul-rasul yang datang sebelum kita memakai nama-nama Iēsous nazōraios messias, yang berarti “Yesus orang Nazaret, sang Kristus.” Nama yang terakhir adalah “Kristus”, nama yang pertama “Yesus”, dan nama tengah adalah “orang Nazaret.” Messias memiliki dua arti, “Kristus” dan “terukur/tertakar”. Dalam bahasa Ibrani, “Yesus” berarti “penebusan”. Nazara berarti “kebenaran”, maka “Orang Nazaret” berarti “kebenaran.” “Kristus” telah “diukur/ditakar”; dengan demikian, “orang Nazaret” dan “Yesus” telah diukur.
(42) Jika sebutir mutiara dilempar ke dalam lumpur, mutiara itu tidak akan kehilangan nilainya, dan jika mutiara ini diminyaki dengan balsam, nilainya juga tidak akan bertambah. Mutiara selalu mulia dalam pandangan mata pemiliknya. Demikian juga, anak-anak Allah mulia di mata sang bapa, bagaimana pun juga keadaaan kehidupan mereka.
(43) Jika engkau berkata, “Aku seorang Yahudi”, tidak seorang pun akan tergerak. Jika engkau berkata, “Aku seorang Romawi”, tidak seorang pun akan terusik. Jika engkau berkata, “Aku seorang Yunani, seorang barbar, seorang budak, seorang merdeka,” tidak ada seorang pun disusahkan. Jika engkau berkata, “Aku seorang Krisren,” dunia ini akan terguncang. Semoga aku menerima dia yang namanya dunia ini tidak dapat tahan ketika mendengarnya.
(44) Allah adalah pemakan manusia, dan dengan demikian manusia dikurbankan baginya. Sebelum manusia dikurbankan, binatang dikurbankan, karena mereka yang menerima kurban-kurban itu bukanlah allah-allah.
(45) Gelas dan bejana keramik keduanya dibuat dengan api. Jika bejana kaca hancur, bejana ini dibuat kembali, sebab bejana ini dibuat melalui nafas. Tapi jika bejana keramik hancur, bejana itu dibinasakan, sebab bejana itu dibuat tanpa nafas.
(46) Seekor keledai yang sedang memutar sebuah batu kilangan berputar sepanjang seratus mil. Pada waktu keledai ini dilepaskan, keledai ini menemukan dirinya berada di tempat yang sama. Beberapa orang menempuh perjalanan yang sangat panjang, tetapi tidak sampai di mana pun. Ketika malam datang, mereka tidak menemukan kota dan desa, juga tidak mendapatkan apapun yang dibuat tangan manusia atau alam, tidak ada kekuasaan apapun dan tidak ada malaikat. Orang yang malang ini telah bersusah-payah dengan sia-sia.
(47) Ekaristi adalah Yesus. Dalam bahasa Syria, ini dinamakan pharisatha, yang berarti “apa yang direntangkan.” Sebab Kristus datang untuk menyalibkan dunia ini.
(48) Sang guru pergi ke Lewi yang bekerja sebagai tukang celup, membawa tujuh puluh dua pakaian berwarna, dan melemparkan semuanya itu ke dalam sebuah tong. Lalu ia mengangkatnya kembali ke luar dan semua pakaian itu menjadi putih. Ia berkata, “Begitu juga, anak manusia telah datang sebagai seorang tukang celup.”
(49) Hikmat, yang disebut mandul, adalah ibu dari semua malaikat.
Kekasih sang penyelamat adalah Maria Magdalena. Sang penyelamat mengasihinya lebih dari ia mengasihi semua murid lainnya, dan ia seringkali menciumnya pada mulutnya.
Murid-murid lainnya . . . berkata kepadanya, “Mengapa engkau mengasihinya lebih dari engkau mengasihi kami semua?”
Sang penyelamat menjawab dan berkata kepada mereka, “Mengapa aku tidak mengasihi kalian seperti dirinya? Jika seorang buta dan seorang celik keduanya berada dalam kegelapan, mereka sama. Pada waktu terang datang, orang yang dapat melihat akan melihat terang, dan orang yang buta akan tetap berada dalam kegelapan.”
(50) Sang guru berkata, “Diberkatilah dia yang ada sebelum ia dilahirkan. Sebab barangsiapa ada sekarang ini, dia dulu sudah ada dan akan tetap ada.”
(51) Keunggulan manusia tidak kelihatan oleh mata, tapi terletak di dalam apa yang tersembunyi. Karena itu, manusia berkuasa atas hewan-hewan yang lebih kuat dari mereka dan lebih besar dalam hal-hal yang kelihatan dan yang tersembunyi. Demikianlah hewan-hewan bertahan hidup. Tapi ketika manusia meninggalkan hewan-hewan, hewan-hewan itu saling membunuh dan saling melahap. Hewan-hewan telah saling memakan karena mereka tidak menemukan makanan lain. Akan tetapi kini mereka memiliki makanan, karena manusia mengolah tanah.
(52) Siapa pun yang menyelam ke dalam air dan naik kembali ke permukaan tanpa menerima apapun dan berkata, “Aku seorang Kristen,” telah meminjam nama itu. Tapi seorang yang menerima roh kudus memiliki nama itu sebagai suatu karunia. Suatu karunia tidak harus dibayar kembali, tapi apa yang dipinjam harus dibayar. Itulah yang terjadi pada kita, ketika salah seorang dari antara kita mengalami sebuah misteri.
(53) Misteri perkawinan itu besar. Tanpa perkawinan, dunia tidak akan ada. Keberadaan dunia ini bergantung pada manusia, dan keberadaan manusia bergantung pada perkawinan. Jadi, pikirkanlah kekuatan dari persetubuhan yang murni, meskipun gambarnya tercemar.
(54) Roh-roh najis berwujud maskulin dan feminin. Kaum maskulin berhubungan seks dengan jiwa-jiwa yang berwujud feminin, dan kaum feminin bergeliat-geliat terangsang untuk berhubungan seks berganti-ganti dengan jiwa-jiwa yang berwujud maskulin. Jiwa-jiwa tidak dapat luput dari roh-roh jika roh-roh ini menangkap mereka, kecuali mereka menerima kekuatan maskulin atau feminin dari mempelai pria dan mempelai perempuan. Kekuatan ini diterima dari kamar pengantin yang berkaca.
Pada waktu kaum feminin yang bodoh melihat seorang laki-laki seorang diri, mereka melompat kepadanya, memanjakannya, dan mencemarinya. Demikian juga, pada waktu kaum maskulin yang bodoh melihat seorang perempuan cantik seorang diri, mereka merayunya dan memperkosanya dengan maksud menajiskannya. Tapi ketika mereka melihat sepasang suami dan istri bersama-sama, yang feminin tidak dapat mencumbu si suami dan yang maskulin tidak dapat mencumbu si istri. Demikian juga jika gambar dan malaikat bersatu, tidak seorang pun dapat berani mencumbu si laki-laki atau si perempuan.
(55) Barangsiapa meninggalkan dunia ini, ia tidak dapat dipegang kembali seolah-olah ia masih ada dalam dunia ini. Orang ini jelas telah melampaui hawa nafsu . . . dan rasa takut; ia berkuasa . . . , dan ia melampaui iri hati.
Jika . . . , orang itu dicengkeram dan dicekik. Bagaimana orang itu bisa luput dari kuasa-kuasa besar yang mencengkeram? Bagaimana orang itu bisa bersembunyi dari mereka?
Beberapa orang berkata, “Kami orang beriman”, agar mereka dapat luput dari roh-roh najis dan setan-setan. Sebab jika mereka memiliki roh kudus, tidak ada roh najis yang dapat menangkap mereka.
Jangan takut terhadap daging dan jangan mencintainya. Jika engkau takut terhadap daging, daging itu akan menguasai engkau. Jika engkau mencintai daging, daging ini akan menelan habis engkau dan mencekik engkau.
(56) Seseorang dapat ada di dalam dunia ini atau di dalam kebangkitan— atau di dalam tempat yang di tengah. Semoga aku tidak ditemukan di sana! Di dalam dunia ini terdapat kebaikan dan kejahatan, tapi apa yang baik dari dunia ini tidak sungguh-sungguh baik dan apa yang jahat dari dunia ini tidak sungguh-sungguh jahat. Setelah dunia ini berlalu, terdapat yang jahat yang sungguh-sungguh jahat: ini dinamakan tempat tengah. Tempat tengah ini adalah kematian. Sepanjang kita ada di dalam dunia ini, kita harus mendapatkan kebangkitan, sehingga ketika kita melepaskan daging, kita dapat ditemukan dalam rehat dan tidak berkelana di tempat tengah. Sebab banyak orang akan tersesat dalam perjalanan mereka.
(57) Adalah baik jika orang meninggalkan dunia ini sebelum ia berbuat dosa. Beberapa orang tidak memiliki baik kehendak maupun kekuatan untuk bertindak. Orang lainnya, bahkan jika mereka memiliki kemauan, tidak melakukan apa yang baik bagi diri mereka sendiri, sebab mereka belum bertindak. Dan jika mereka tidak memiliki kehendak . . . . Bagi kedua pihak, kebenaran berada di luar daya tangkap mereka. Kebenaran selalu datang kepada kehendak, bukan kepada tindakan.
(58) Dalam suatu penglihatan, seorang rasul melihat orang-orang terkunci di dalam sebuah rumah api, diikat dengan rantai api, dan dilempar ke dalam . . . api karena iman yang salah. Tentang mereka dikatakan, “Mereka dapat menyelamatkan jiwa-jiwa mereka, tapi mereka tidak ingin melakukannya, sehingga mereka mendapatkan tempat penghukuman ini yang disebut kegelapan lahiriah . . . ”
(59) Jiwa dan roh dicipta dari air dan api. Orang yang berada dalam kamar pengantin telah diciptakan dari air, api dan terang. Api adalah krisme. Terang adalah api. Aku tidak maksudkan api yang biasa, yang tidak memiliki bentuk, tapi api lain, yang tampak putih murni, sangat indah dan cemerlang, dan memberi kecantikan.
(60) Kebenaran tidak datang ke dalam dunia dalam keadaan telanjang, tapi dalam simbol dan gambar. Dunia tidak dapat menerima kebenaran dengan suatu cara lain apapun. Ada kelahiran kembali dan suatu gambar kelahiran kembali, dan melalui gambar inilah orang harus dilahirkan kembali. Gambar yang bagaimanakah ini? Gambar kebangkitan. Gambar harus bangkit melalui gambar. Melalui gambar ini, kamar pengantin dan gambar itu harus mendekati kebenaran. Ini adalah pemulihan.
Orang-orang yang menerima nama sang bapa, anak, dan roh kudus dan telah menerima semua nama ini harus melakukan hal ini. Jika seseorang tidak menerima mereka, nama itu akan juga direnggut dari orang itu. Seseorang menerima nama-nama itu dalam krisme dengan minyak kekuatan salib. Para rasul menyebut kekuatan ini kanan dan kiri. Orang ini bukan lagi seorang Kristen, tetapi Kristus.
(61) Sang guru mengerjakan segala sesuatunya dalam suatu misteri: baptisan, krisme, ekaristi, penebusan, dan kamar mempelai.
(62) Karena itulah ia berkata, “Aku telah datang untuk membuat bagian sebelah bawah seperti bagian sebelah atas, dan bagian lahiriah seperti bagian batiniah, dan untuk menyatukan semuanya di tempat itu.” Di sini ia berbicara dalam simbol dan gambar.
Mereka yang berkata ada seorang manusia surgawi dan seorang yang lebih tinggi, adalah orang-orang yang keliru, sebab mereka menyebut sang manusia surgawi yang kasat mata sebagai orang yang “lebih rendah” dan orang yang memiliki tempat tersembunyi sebagai orang yang “lebih tinggi”. Lebih baik mereka berkata-kata tentang hal batiniah, hal lahiriah, dan hal yang paling jauh. Sebab sang guru menyebut kebusukan dan kecurangan sebagai “kegelapan paling jauh”, dan di luarnya tidak terdapat apapun. Ia berkata, “Masuklah ke kamarmu, kunci pintu di sampingmu, dan berdoalah kepada bapamu yang berada di tempat rahasia” — yakni, dia yang paling dalam. Yang paling dalam adalah kepenuhan segala sesuatu, dan tidak ada apapun yang lebih dalam lagi. Dan inilah yang mereka sebut sebagai tempat paling atas.
(63) Sebelum Kristus, beberapa orang telah datang dari suatu kawasan yang mereka tidak dapat masuki kembali, dan mereka pergi ke suatu tempat yang mereka masih belum dapat tinggalkan. Lalu Kristus datang. Orang-orang yang telah masuk ia bawa ke luar, dan mereka yang keluar ia bawa masuk.
(64) Ketika Hawa berada dalam diri Adam, kematian tidak ada. Pada waktu Hawa dipisahkan darinya, kematian datang. Jika Hawa masuk ke dalam diri Adam kembali dan Adam merangkulnya, kematian akan tidak ada lagi.
(65) “Allahku, Allahku, mengapa, ya Tuhan, engkau meninggalkan aku?” Ia mengucapkan kata-kata ini di kayu salib, sebab Allah sudah meninggalkan tempat itu.
(66) Sang guru dikandung dari apa yang tidak bisa binasa, melalui Allah. Sang guru bangkit dari antara orang mati, tetapi ia hidup lagi tidak seperti sebelumnya. Melainkan, tubuhnya telah menjadi sungguh-sungguh sempurna. Tubuhnya ini dari daging, dan daging ini daging yang sejati. Daging kita bukanlah daging sejati, tapi hanyalah suatu gambaran dari apa yang benar.
(67) Hewan tidak memiliki kamar pengantin, demikian juga budak atau perempuan ternoda. Kamar pengantin diberikan kepada kaum pria merdeka dan kepada para perawan.
(68) Kita dilahirkan kembali melalui roh kudus, dan kita dikandung melalui Kristus dalam baptisan dengan dua unsur. Kita diurapi melalui roh, dan ketika kita dikandung, kita dipersatukan.
Tidak seorang pun dapat melihat dirinya dalam air atau dalam cermin jika tidak ada terang; begitu juga engkau tidak dapat melihat dirimu dalam cahaya jika tidak ada air atau sebuah cermin. Jadi orang perlu membaptis dengan dua unsur, terang dan air, dan terang itu adalah krisme.
(69) Terdapat tiga struktur bagi ibadah kurban di Yerusalem. Struktur pertama terbuka di sebelah Barat dan dinamakan tempat kudus; struktur kedua terbuka di sebelah selatan dan dinamakan ruang yang kudus dari yang kudus; dan yang ketiga terbuka di sebelah timur dan dinamakan ruang maha kudus, di mana hanya imam besar yang dapat memasukinya. Tempat kudus adalah baptisan; ruang yang kudus dari yang kudus adalah penebusan; ruang maha kudus adalah kamar mempelai. Baptisan mendatangkan kebangkitan dan penebusan, dan penebusan ada di dalam kamar pengantin. Kamar pengantin berada di dalam suatu kawasan yang lebih unggul dari tempat asal kita, dan engkau tidak dapat menemukan apapun yang menyerupainya . . . . Mereka adalah orang yang menyembah dalam roh dan dalam kebenaran, sebab mereka tidak beribadah di Yerusalem. Ada orang di Yerusalem yang beribadah di Yerusalem, dan mereka menunggu misteri yang dinamakan ruang maha kudus, yang tirainya terbelah dua. Kamar mempelai kita adalah gambaran dari kamar mempelai surgawi di atas. Itulah sebabnya tirainya robek dari atas ke bawah, sebab beberapa orang dari bawah harus naik ke atas.
(70) Para penguasa tidak dapat melihat mereka yang telah mengenakan terang yang sempurna, dan mereka tidak dapat menangkap mereka. Orang menyalakan terang di dalam misteri kemanunggalan.
(71) Jika yang feminin tidak dipisahkan dari yang maskulin, yang feminin dan yang maskulin tidak akan mati. Pemisahan yang maskulin dan yang feminin adalah permulaan kematian. Kristus telah datang untuk memulihkan pemisahan yang telah ada sejak semula dan menyatukan kembali keduanya, supaya memberi kehidupan kepada orang-orang yang telah mati melalui pemisahan dan mempersatukan mereka.
Seorang perempuan dipersatukan dengan suaminya dalam kamar pengantin, dan orang-orang yang sudah dipersatukan dalam kamar pengantin tidak akan dipisahkan kembali. Itulah sebabnya mengapa Hawa dipisahkan dari Adam, karena Hawa tidak menyatu dengan Adam di dalam kamar pengantin.
(72) Jiwa Adam berasal dari suatu nafas. Sahabat jiwa adalah roh, dan roh yang diberikan kepada Adam adalah ibunya. Jiwanya diambil darinya dan diganti dengan roh. Ketika ia dipersatukan dengan roh, ia mengucapkan kata-kata yang lebih unggul dari para penguasa, dan para penguasa iri kepadanya. Mereka memisahkan Adam dari sahabat spiritualnya . . . yang tersembunyi . . . kamar pengantin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar