(76) Yesus berkata, “Kerajaan sang Bapa itu seumpama seorang pedagang yang memiliki sejumlah persediaan barang dagangan, lalu ia menemukan sebuah mutiara. Pedagang itu bijaksana; ia menjual semua barang dagangannya dan membeli satu mutiara itu untuk dirinya. (Bdk Mat 13:45-46) Demikian juga dengan kamu, carilah harta yang tidak bisa binasa, yang kekal, di mana tidak ada ngengat yang datang untuk memakannya dan tidak ada cacing yang akan menghancurkannya.” (Bdk Mat 6:19-20; Luk 12:33; Mat 13:44)
(77) Yesus berkata, “Akulah terang yang ada di atas segalanya. (Bdk Yoh 8:12) Akulah segalanya: dari aku segala sesuatunya berasal, dan kepadaku segalanya kembali. (Bdk Rm 11:36; 1 Kor 8:6) Belahlah sebatang kayu, maka aku ada di situ. Angkatlah batu, maka kamu akan menemukan aku di situ.” (Bdk Pkh 10:9; Hab 2:18-20)
(78) Yesus berkata, “Mengapa kamu telah datang ke pedalaman? Untuk melihat sebatang buluh yang digoyang anginkah? Ataukah untuk melihat seseorang yang berpakaian kain halus, sama seperti para penguasa dan orang-orang yang memerintah kamu? Mereka berpakaian kain halus, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran.” (Bdk Mat 11:7-8; Luk 7:24-25)
(79) Seorang perempuan di dalam kerumunan berkata kepadanya, “Diberkatilah rahim yang telah memperanakkanmu dan payu dara yang telah menyusuimu.” (Bdk Luk 11:27-28)
Ia berkata kepadanya, “Diberkatilah orang-orang yang telah mendengar firman sang Bapa dan telah dengan sungguh-sungguh memeliharanya. (Bdk Yoh 13:17; Yak 1:25) Karena akan ada hari-hari di mana engkau akan berkata, ‘Diberkatilah rahim yang tidak mengandung dan payu dara yang tidak memberi susu.’” (Bdk Luk 23:29; Mat 24:19; Mrk 13:17; Luk 21:23)
(80) Yesus berkata, “Barangsiapa yang telah mengenal dunia, telah menemukan tubuh, dan barangsiapa yang telah menemukan tubuh, baginya dunia ini tidak berharga lagi.” (Injil Thomas 56)
(81) Yesus berkata, “Hendaklah orang yang telah menjadi kaya, memerintah, dan hendaklah orang yang memiliki kuasa melepaskannya.” (Bdk 1 Kor 4:8; Injil Thomas 110)
(82) Yesus berkata, “Barangsiapa dekat dengan aku, ia dekat dengan api, dan barangsiapa jauh dari aku, ia jauh dari kerajaan.”
(83) Yesus berkata, “Gambar-gambar kelihatan dalam pandangan orang, tetapi terang yang ada dalam mereka (Bdk Injil Thomas 50; 61) tersembunyi dalam gambar terang sang Bapa. Sang Bapa akan dinyatakan, tetapi gambarnya tersembunyi oleh terangnya.” (Bdk Kej 1:26-28)
(84) Yesus berkata, “Pada waktu engkau melihat rupamu, engkau senang. Tetapi pada waktu engkau melihat gambar-gambarmu yang tercipta di hadapanmu dan yang tidak mati dan tidak kelihatan, betapa banyak engkau akan menanggungnya.” (Bdk Kej 1:26-28)
(85) Yesus berkata, “Adam berasal dari kuasa akbar (Bdk Kis 8:9-10) dan kekayaan akbar, tetapi ia tidak layak bagimu. Sebab jika ia layak, ia tidak akan mengecap kematian.”
(86) Yesus berkata, “Rubah-rubah memiliki kandang dan burung-burung mempunyai sarang, tetapi sang anak manusia tidak memiliki tempat untuk membaringkan kepalanya dan beristirahat.” (Bdk Mat 8:20; Luk 9:58)
(87) Yesus berkata, “Betapa menyedihkannya tubuh yang bergantung pada suatu tubuh, dan betapa menyedihkannya jiwa yang bergantung pada keduanya ini.” (Bdk Injil Thomas 29; 112)
(88) Yesus berkata, “Pemberita-pemberita [= malaikat-malaikat] dan nabi-nabi akan datang kepadamu dan memberikanmu apa yang menjadi milikmu. Pada gilirannya berilah mereka apa yang engkau punya, dan berkatalah kepada dirimu sendiri, ‘Kapankah mereka akan datang dan mengambil apa yang menjadi milik mereka?’”
(89) Yesus berkata, “Mengapa engkau mencuci bagian luar dari piala minuman itu? Apakah engkau tidak mengerti bahwa dia yang membuat bagian dalam adalah juga dia yang membuat bagian luar?” (Bdk Mat 23:25-26; Luk 11:39-41)
(90) Yesus berkata, “Datanglah kepadaku, sebab kuk yang kupasang itu mudah dan kekuasaanku pun lembut, dan kamu akan mendapat rehat bagi dirimu sendiri.” (Bdk Mat 11:28-30; Sir 51:26-27)
(91) Mereka berkata kepadanya, “Katakan kepada kami, siapakah engkau, supaya kami dapat percaya kepadamu.”
Ia berkata kepada mereka, “Kamu meneliti rupa sorga dan bumi, tetapi kamu tidak mengenal dia yang ada di hadapanmu, dan kamu tidak tahu bagaimana memeriksa saat ini.” (Bdk Mat 16:1, 2-3; Luk 12:54-56)
(92) Yesus berkata, “carilah, maka kamu akan mendapatkan. (Bdk Injil Thomas 2; 94; Mat 7:7-8; Luk 11:9-10) Tetapi, pada masa lalu, aku tidak memberitahumu hal-hal yang kamu telah tanyakan kepadaku waktu itu. Kini aku mau memberitahukannya, tetapi kamu tidak mencarinya.” (Bdk Yoh 16:4-5, 12-15, 22-28)
(93) “Jangan beri apa yang suci kepada anjing-anjing, atau mereka akan melemparnya ke gundukan rabuk. Jangan lempar mutiara-mutiara kepada babi, atau mereka akan menjadikannya lumpur.” (Bdk Mat 7:6)
(94) Yesus berkata, “Orang yang mencari, akan menemukan; untuk orang yang mengetuk, pintu baginya akan dibukakan.” (Bdk Injil Thomas 2; 92; Mat 7:7-8; Luk 11:9-10)
(95) Yesus berkata, “Jika engkau mempunyai uang, jangan meminjamkannya dengan riba. Tetapi, berikan uang itu kepada seseorang yang darinya engkau tidak akan menerimanya kembali.” (Bdk Mat 5:42; Luk 6:30, 34-35b, 35c)
(96) Yesus berkata, “Kerajaan sang Bapa itu seumpama seorang perempuan. Ia mengambil sedikit ragi, lalu menyembunyikannya dalam adonan, dan menjadikannya ketul-ketul roti yang besar. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” (Bdk Mat 13:33; Luk 13:20-21)
(97) Yesus berkata, “Kerajaan sang Bapa itu seumpama seorang perempuan yang sedang membawa tepung seguci penuh. Ketika ia sedang berjalan di sepanjang sebuah jalan yang jauh, tangkai guci itu hancur dan tepung itu tumpah di sampingnya di sepanjang jalan itu. Ia tidak mengetahui hal ini; ia tidak melihat ada suatu masalah. Ketika ia sampai di rumahnya, ia meletakkan buli-buli itu dan menemukannya sudah kosong.”
(98) Yesus berkata, “Kerajaan sang Bapa itu seumpama seorang yang ingin membunuh seorang yang sangat berkuasa. Ketika ada di rumah, ia menarik pedangnya dan menancapkannya pada dinding untuk mengetahui apakah tangannya cukup kuat. Lalu ia membunuh orang yang berkuasa itu.” (Bdk Injil Thomas 35; Mat 11:12-13; Luk 16:16)
(99) Murid-muridnya berkata kepadanya,
“Saudara-saudaramu dan ibumu sedang berdiri di luar.”
Ia berkata kepada mereka, “Mereka yang ada di sini, yang melakukan kehendak Bapaku adalah saudara-saudaraku dan ibuku. Mereka adalah orang-orang yang akan masuk ke dalam kerajaan Bapaku.” (Bdk Mat 12:46-50; Mrk 3:31-35; Luk 8:19-21)
(100) Mereka memperlihatkan kepada Yesus sekeping uang emas dan berkata kepadanya, “Orang-orang sang kaisar menuntut pajak dari kita.”
Ia berkata kepada mereka, “Beri kepada kaisar apa yang menjadi milik sang kaisar; beri kepada Allah apa yang menjadi kepunyaan Allah, dan beri kepadaku apa yang menjadi milikku.” (Bdk Mat 22:15-22; Mrk 12:13-17; Luk 20:20-26)
(101) “Barangsiapa tidak membenci ayahnya dan ibunya seperti aku, ia tidak dapat menjadi muridku, dan barangsiapa tidak mengasihi ayah dan ibunya seperti aku, ia tidak dapat menjadi muridku. Sebab ibuku memberi aku kepalsuan, tetapi ibuku yang sejati memberiku kehidupan.” (Bdk Mat 10:37-38; Luk 12:26-27; Injil Thomas 55)
(102) Yesus berkata, “Hendaklah orang-orang Farisi menjadi malu, sebab mereka seperti seekor anjing yang sedang tidur di palungan ternak, sebab anjing ini sendiri tidak makan atau membiarkan ternak itu makan.” (Bdk Mat 23:13; Luk 11:52; Injil Thomas 39)
(103) Yesus berkata, “Diberkatilah orang yang mengetahui kapan para perampok akan masuk, sehingga ia dapat bangun, mengumpulkan semua harta kekayaannya, dan mempersenjatai dirinya sebelum mereka masuk.” (Bdk Injil Thomas 21; Mat 24:43; Luk 12:39)
(104) Mereka berkata kepada Yesus, “Datanglah, marilah kita hari ini berdoa dan marilah kita berpuasa.”
Yesus berkata, “Dosa apa yang telah aku lakukan, atau bagaimana aku telah menjadi rusak? Tetapi, ketika mempelai pria telah meninggalkan kamar perkawinan, maka hendaklah orang berpuasa dan berdoa.” (Bdk Mat 9:14-15; Mrk 2:18-20; Luk 5:33-35)
(105) Yesus berkata, “Barangsiapa mengenal bapa atau ibu, maka ia akan disebut anak seorang pelacur.” (Bdk Injil Thomas 55; 101; Yoh 8:41)
(106) Yesus berkata, “Pada waktu kamu membuat dua menjadi satu, maka kamu akan menjadi anak-anak manusia, dan pada waktu kamu berkata, ‘Gunung, tersingkirlah dari sini’, maka gunung ini akan pindah.” (Bdk Injil Thomas 48; Mat 18:19; 17:20b; Luk 17:6b; Mat 21:21; Mrk 11:23; 1 Kor 13:2)
(107) Yesus berkata, “Kerajaan itu seumpama seorang gembala yang memiliki seratus ekor domba. Satu ekor di antaranya, yang paling besar, tersesat. Ia meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor itu, dan mencari yang satu itu sampai ia menemukannya. Setelah ia menemukannya, ia berkata kepada domba itu, ‘Aku mengasihimu lebih dari yang sembilan puluh sembilan ekor itu.’” (Bdk Mat 18:12-13; Luk 15:4-7; Yeh 34:15-16)
(108) Yesus berkata, “Barangsiapa minum dari mulutku, ia akan menjadi seperti aku; aku sendiri akan menjadi orang itu, dan hal-hal tersembunyi akan dinyatakan kepada orang itu.” (Bdk Injil Thomas 13; Yoh 4:13-14; 7:37-39; Sir 24:21)
(109) Yesus berkata, “Kerajaan itu seumpama orang yang memiliki harta terpendam di ladang, tetapi ia tidak mengetahuinya. Maka ketika ia mati, ia mewariskan ladang itu kepada anaknya. Sang anak juga tidak mengetahuinya. Ia mengambil alih ladang itu dan menjualnya. Si pembeli mulai membajak, lalu menemukan harta terpendam itu, dan ia pun mulai membungakan uang kepada siapa yang dikehendakinya.” (Bdk Ams 2:1-5; Sir 20:30-31; Mat 13:44)
(110) Yesus berkata, “Hendaklah orang yang telah menemukan dunia ini dan telah menjadi kaya, meninggalkan dunia ini.” (Bdk Injil Thomas 27; 81)
(111) Yesus berkata, “Langit dan bumi akan bergulung di hadapanmu, dan barangsiapa hidup dari dia yang hidup, dia tidak akan melihat kematian.” (Bdk Yes 34:4; Mzm 102:25-27; Ibr 1:10-12; Why 6:13-14)
(112) Yesus berkata, “Dipermalukanlah daging yang bergantung pada jiwa. Dipermalukanlah jiwa yang bergantung pada daging.” (Bdk Injil Thomas 29; 87)
(113) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Bilamanakah kerajaan akan datang?”
“Kerajaan tidak akan datang hanya dengan memperhatikannya. Tidak akan dikatakan, ‘Lihat, ia ada di sini’, atau ‘Lihat, ia ada di sana.’ Tetapi, kerajaan sang Bapa itu terbentang di muka bumi, dan orang tidak melihatnya.” (Bdk Mrk 13:21-23; Mat 24:23-25, 26-27; Luk 17:20-22, 23-24; Injil Thomas 3)
(114) Simon Petrus berkata kepada mereka, “Maria harus meninggalkan kita, sebab perempuan-perempuan tidak layak menerima kehidupan.”
Yesus berkata, “Lihat, aku akan membimbingnya untuk menjadikannya laki-laki, sehingga ia juga dapat menjadi suatu roh yang menghidupkan, yang sama dengan kalian yang laki-laki. Sebab setiap perempuan yang menjadikan dirinya laki-laki, akan masuk ke dalam kerajaan sorga.” (Bdk Injil Thomas 22)
Penjaga Kitab
Minggu, 11 Juli 2010
INJIL THOMAS 36-75
(36) Yesus berkata, “Jangan kamu kuatir dari pagi sampai petang dan dari petang sampai pagi mengenai apa yang akan kamu pakai.” (Bdk Mat 6:25-33, 34; Luk 12:22-31, 32) (Versi Yunaninya, Oxyrhynchus Papyrus 655.1-17, berbunyi demikian: “Jangan kamu kuatir dari pagi sampai senja atau dari petang sampai pagi tentang makananmu, tentang apa yang akan kamu makan, atau tentang pakaianmu, tentang apa yang akan kamu pakai. Kamu jauh lebih baik dari bunga-bunga bakung yang tidak memintal dan juga tidak menenun. Jika kamu tidak mempunyai pakaian apapun, maka apa yang akan kamu kenakan? Siapa yang akan menambah tinggi tubuhmu? Ia akan memberikan kepadamu pakaianmu.”)
(37) Murid-muridnya berkata, “Kapan engkau akan tampak kepada kami dan kapan kami akan melihatmu?” Yesus berkata, “Pada waktu kamu menanggalkan pakaianmu tanpa merasa malu, dan mengambil pakaianmu dan meletakkannya di bawah kakimu seperti yang dilakukan kanak-kanak dan menginjak-injaknya, maka di saat itulah kamu akan melihat anak dari Dia Yang Hidup dan kamu tidak akan takut.” (Bdk Injil Thomas 21)
(38) Yesus berkata, “Banyak kali kamu ingin mendengar kata-kata ini, kata-kata yang aku sedang ucapkan kepadamu, dan tidak ada seorang lain pun yang darinya kamu akan mendengar kata-kata ini. Akan tiba saatnya ketika kamu mencari aku, kamu tidak akan menemukan aku.” (Bdk Mat 13:17; Luk 10:24; 17:22; Yoh 7:33-36; Ams 1:23-28)
(39) Yesus berkata, “Orang-orang Farisi dan para ahli kitab telah mengambil kunci-kunci pengetahuan, tetapi mereka menyembunyikan kunci-kunci itu. Mereka tidak masuk ke dalamnya, juga tidak mengizinkan orang lain yang ingin memasukinya. (Bdk Mat 23:13; Luk 11:52) Tetapi hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati!” (Bdk Mat 10:16)
(40) Yesus berkata, “Sebatang pohon anggur telah ditanam jauh dari sang Bapa. Karena pohon ini tidak kuat, maka ia akan dicabut sampai ke akar-akarnya lalu akan mati.” (Bdk Mat 15:13; Yoh 15:5-6; Yes 5:1-7; Injil Thomas 57; Mat 13:24-30)
(41) Yesus berkata, “Barangsiapa memiliki sesuatu di tangannya, maka kepadanya akan ditambahkan lagi. Barangsiapa tidak memiliki apa pun, maka yang paling kecil pun yang ada padanya akan diambil.” (Bdk Mat 13:12; Mrk 4:24-25; Luk 8:18; Mat 25:29; Luk 19:26)
(42) Yesus berkata, “Jadilah musafir.”
(43) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Siapakah engkau ini sampai engkau harus mengatakan hal-hal ini kepada kami?” “Kamu tidak mengenal siapa aku dari apa yang aku katakan kepadamu. (Bdk Yoh 14:8-11) Tetapi kalian telah menjadi seperti orang-orang Yahudi! Mereka menyukai pohonnya tetapi membenci buahnya; mereka menyukai buahnya tetapi membenci pohonnya.” (Bdk Luk 6:43-44; Mat 7:16a, 16b, 19-20; 12:33a-b, 33c)
(44) Yesus berkata, “Barangsiapa menghujat sang Bapa, ia akan diampuni. Dan barangsiapa menghujat sang Anak, ia akan diampuni. Tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di bumi maupun di surga.” (Bdk Mat 12:31-32; Luk 12:10; Mrk 3:28-29)
(45) Yesus berkata, “Anggur tidak dituai dari semak duri; demikian juga buah ara tidak dari rumput duri. Semak dan rumput duri tidak menghasilkan buah. Seorang yang baik menghasilkan yang baik dari perbendaharaannya; seorang yang jahat mengeluarkan yang jahat dari perbendaharaan jahat di dalam hatinya, dan akan berkata-kata jahat. Sebab dari perbendaharaan hatinya, ia akan menghasilkan yang jahat.” (Bdk Luk 6:43-45; Mat 7:16a, 16b, 17, 18, 19-29; 12:33a-b, 33c, 34a, 34b-35; Yak 3:12)
(46) Yesus berkata, “Dari Adam sampai Yohanes Pembaptis, di antara orang yang dilahirkan perempuan, tidak ada yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis, maka janganlah berpaling dari pandangan matanya. Tetapi aku berkata bahwa barangsiapa di antaramu menjadi seperti seorang anak, dia akan mengetahui kerajaan dan akan lebih besar dari Yohanes.” (Bdk Mat 11:11; Luk 7:28)
(47) Yesus berkata, “Orang tidak dapat menunggang dua ekor kuda atau menarik dua busur panah. Seorang hamba tidak dapat melayani dua tuan; sebab ia akan menghormati yang satu, tetapi menghina yang lainnya. (Bdk Mat 6:24; Luk 16:13) Tidak ada orang yang sedang meminum anggur tua, mendadak ingin meminum anggur baru. Anggur baru tidak disimpan dalam kantung-kantung kulit tua, sebab kantung-kantung kulit itu akan koyak; dan anggur tua tidak akan dituang ke dalam kantung kulit baru, karena anggur tua itu bisa rusak. (Bdk Mat 9:17; Mrk 2:22; Luk 8:37-39) Tidak ada orang menambalkan suatu potongan kain tua pada suatu pakaian baru, sebab pakaian baru itu akan koyak.” (Bdk Mat 9:16; Mrk 2:21; Luk 5:36)
(48) Yesus berkata, “Jika dua orang saling berdamai dalam satu rumah, mereka akan berkata kepada gunung ini: ‘Terangkatlah dari sini!’ Maka gunung itupun terangkat.” (Bdk Injil Thomas 106; Mat 18:19; 17:20b; Luk 17:6b; Mat 21:21; Mrk 11:23; 1 Kor 13:2)
(49) Yesus berkata, “Berbahagialah mereka yang sendirian (Koptik: monakhos) dan yang terpilih, karena kamu akan mendapatkan kerajaan itu. Karena kamu telah datang dari sana, maka kamu akan kembali lagi ke sana.” (Bdk Injil Thomas 18)
(50) Yesus berkata, “Jika mereka berkata kepadamu, ‘Darimana asalmu?’, katakan kepada mereka, ‘Kami telah datang dari terang, dari tempat di mana terang telah ada dari dirinya sendiri, (Bdk Injil Thomas 61; 83) memantapkan dirinya sendiri, dan telah menampakkan diri di dalam gambar mereka.’ Jika mereka bertanya kepadamu, ‘Siapakah kamu?’, maka jawablah, ‘Kami adalah anak-anaknya, dan kami adalah orang-orang pilihan dari Bapa yang hidup.’ Jika mereka bertanya kepadamu, ‘Apa bukti bahwa Bapamu ada di dalammu?’, maka katakan kepada mereka, “Buktinya adalah gerak dan rehat.’”
(51) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Kapankah rehat [kebangkitan?] bagi orang mati akan terjadi, dan bilamana dunia baru akan datang?” Ia berkata kepada mereka, “Rehat yang kamu sedang nanti-nantikan telah datang, tetapi kamu tidak mengetahuinya.” (Bdk Luk 17:20 21; Injil Thomas 113; Yoh 3:18-19; 5:25; 2 Tim 2:17-18)
(52) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Dua puluh empat nabi telah berbicara di Israel, dan mereka semua berbicara tentang engkau.” Ia berkata kepada mereka, “Kalian telah mengabaikan Dia Yang Hidup yang ada di hadapan kalian, tetapi malah membicarakan orang orang yang sudah mati.”
(53) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Bermanfaat atau tidakkah sunat itu?” Ia berkata kepada mereka, “Seandainya bermanfaat, maka ayah mereka akan melahirkan mereka dalam keadaan bersunat dari dalam kandungan ibu mereka. Tetapi sunat sejati di dalam roh itu berharga dalam segala hal.” (Bdk Rm 2:25-29)
(54) Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang miskin. Sebab engkaulah yang empunya kerajaan sorga.” (Bdk Mat 5:3; Luk 6:20)
(55) Yesus berkata, “Barangsiapa tidak membenci ayahnya dan ibunya, ia tidak dapat menjadi muridku; dan barangsiapa tidak membenci saudara-saudaranya laki-laki dan saudara-saudaranya perempuan dan tidak memikul salibnya sama seperti aku, maka ia tidak berharga bagiku.” (Bdk Mat 10:37-38; Luk 14:26-27; Mat 16:24; Mrk 8:34; Luk 9:23; Injil Thomas 101)
(56) Yesus berkata, “Barangsiapa telah mengenal dunia ini, ia telah menemukan mayat. Dan barangsiapa telah mendapatkan mayat, baginya dunia ini tidak berharga.” (Bdk Injil Thomas 80)
(57) Yesus berkata, “Kerajaan sang Bapa itu seumpama seorang yang memiliki benih yang baik. Pada malam hari musuhnya datang dan menaburkan lalang-lalang di antara benih yang baik itu. Tetapi orang itu tidak mengizinkan pekerja-pekerjanya mencabut lalang-lalang itu. Ia berkata kepada mereka, ‘Jangan cabut, sebab kalau kalian mencabut lalang-lalang itu, tanaman gandum pun akan ikut tercabut.’ Pada waktu panen nanti, lalang-lalang itu akan kelihatan jelas. Barulah lalang-lalang itu dicabut dan dibakar.” (Bdk Mat 13:24-30)
(58) Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang telah bekerja keras dan telah menemukan kehidupan.” (Bdk Ams 8:34-36; Injil Thomas 68-69)
(59) Yesus berkata, “Carilah Dia Yang Hidup sementara kamu masih hidup, atau kamu akan mati lalu berusaha melihat dia yang hidup, dan kamu tidak akan bisa melihatnya.” (Bdk Luk 17:22; Yoh 7:33-36; 8:21; 13:33; Injil Thomas 38)
(60) Ia melihat seorang Samaria sedang membawa seekor anak domba ketika ia sedang dalam perjalanan menuju Yudea.
Ia berkata kepada murid-muridnya, “Orang itu sedang membawa domba itu berkeliling.”
Mereka berkata kepadanya, “Lalu orang itu dapat membunuh domba itu lalu memakannya.”
Ia berkata kepada mereka, “Selama domba itu masih hidup, ia tidak akan memakannya. Tetapi hanya ketika ia telah membunuh domba itu, dan domba itu telah menjadi mayat.”
Mereka berkata, “Kalau tidak dibunuh dulu, ia tidak akan bisa memakannya.”
Ia berkata kepada mereka, “Kalian, juga, carilah suatu tempat untuk rehat kalian, atau, kalian akan menjadi mayat lalu dimakan.” (Bdk Injil Thomas 7; 11)
(61) Yesus berkata, “Dua orang akan beristirahat pada sebuah dipan; seorang akan mati, dan yang lainnya akan hidup.” (Bdk Luk 17:34-35; Mat 24:40-41)
Salome berkata, “Siapakah engkau, Tuan? Engkau telah naik ke dipanku dan makan dari mejaku seolah-olah engkau berasal dari seseorang.”
Yesus berkata kepadanya, “Aku adalah dia yang datang dari kepenuhan. Kepadaku telah diberikan hal-hal yang berasal dari Bapaku.” (Bdk Mat 11:27; Luk 10:22; Yoh 3:35; 6:37-39; 13:3-4)
“Akulah muridmu.”
“Karena itulah aku katakan, jika seorang itu penuh, orang itu akan diisi terang, (Bdk Yoh 8:12; Injil Thomas 50; 83) tetapi jika seseorang itu terbagi, dia akan dipenuhi kegelapan.”
(62) Yesus berkata, “Aku menyingkapkan rahasia-rahasiaku kepada orang-orang yang layak menerima rahasia-rahasiaku. (Bdk Mat 13:11; Mrk 4:11; Luk 8:10) Janganlah tangan kirimu mengetahui apa yang sedang diperbuat tangan kananmu.” (Bdk Mat 6:3)
(63) Yesus berkata, “Adalah seorang kaya yang memiliki sangat banyak uang. Kata orang itu, ‘Aku akan menanam uangku supaya aku dapat menabur, menuai, menanam, dan mengisi lumbung-lumbungku dengan hasilnya, supaya aku tidak akan kekurangan apapun. Inilah hal-hal yang ia pikirkan di dalam hatinya, tetapi pada malam itu juga ia mati. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” (Bdk Luk 12:16-21)
(64) Yesus berkata, “Seseorang sedang menerima tamu-tamu. Pada waktu ia telah menyiapkan jamuan malam, ia mengirim hambanya untuk mengundang tamu-tamu itu. Hamba itu pergi kepada tamu yang pertama dan berkata kepadanya, ‘Tuanku mengundang engkau.’
Orang itu berkata, ‘Beberapa pedagang berhutang uang kepadaku; mereka akan datang kepadaku malam ini. Aku harus pergi dan memberi mereka petunjuk-petunjukku. Jadi maafkanlah, aku tidak bisa datang.’
Hamba itu pergi kepada tamu lainnya dan berkata kepadanya, ‘Tuanku telah mengundangmu.’
Orang itu berkata kepada hamba itu, ‘Aku telah membeli sebuah rumah dan aku telah dipanggil untuk pergi satu hari. Aku tidak akan punya waktu.’
Hamba itu pergi kepada tamu lainnya dan berkata kepadanya, ‘Tuanku mengundang engkau.’
Orang itu berkata kepada hamba itu, ‘Sahabatku mau menikah dan aku harus menyiapkan perjamuannya. Aku tidak dapat datang. Maafkanlah aku.’
Hamba itu pergi kepada seorang tamu lainnya dan berkata kepadanya, ‘Tuanku mengundang engkau.’
Orang itu berkata kepada hamba itu, ‘Aku telah membeli sebuah perkebunan dan aku akan pergi untuk memungut uang sewanya. Aku tidak akan dapat datang. Maafkan aku.’
Hamba itu kembali dan berkata kepada tuannya, ‘Orang-orang yang engkau telah undang ke perjamuan makan malam telah meminta maaf karena tidak bisa datang.’
Tuan itu berkata kepada hambanya itu, ‘Pergilah ke jalan-jalan dan bawalah siapapun yang engkau jumpai ke perjamuan malam ini.’ (Bdk Mat 22:1-10; Luk 14:16-24; Ul 20:5-7; 24:5)
Para pembeli dan pedagang tidak akan masuk ke dalam tempat-tempat Bapaku.” (Bdk Sir 26:29; Injil Thomas 63)
(65) Ia berkata, “Seorang tukang riba memiliki sebuah kebun anggur dan menyewakannya kepada beberapa penggarap, supaya mereka dapat bekerja dan ia dapat memungut hasilnya dari mereka. Ia mengutus hambanya supaya para penggarap itu dapat memberi kepada hambanya hasil dari kebun anggur itu.
Mereka menangkap, memukuli, dan hampir membunuh hambanya itu, dan hamba itu kembali dan memberitahukan tuannya. Tuannya berkata, ‘Mungkin ia tidak mengenal mereka.’ Ia mengutus seorang hamba lainnya, dan para penggarap itu memukulinya juga. Lalu tuan itu mengutus anaknya dan berkata, ‘Mungkin mereka akan menunjukkan rasa hormat mereka kepada anakku.’ Karena para penggarap itu tahu bahwa ia adalah pewaris kebun anggur itu, mereka menangkapnya lalu membunuhnya. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” (Bdk Mat 21:33-41; Mrk 12:1-9; Luk 20:9-16)
(66) Yesus berkata, “Tunjukkanlah kepadaku batu yang ditolak oleh para tukang bangunan: itulah batu penjuru.” (Bdk Mzm 118:22; Mat 21:42; Mrk 12:10; Luk 20:17; Kis 4:11; 1 Pet 2:7)
(67) Yesus berkata, “Orang yang mengetahui segala sesuatu tetapi tidak memiliki dirinya sendiri, ia tidak memiliki apapun.”
(68) Yesus berkata, “Berbahagialah kamu kalau kamu dibenci dan dianiaya, dan tidak ada tempat yang akan ditemukan, di manapun kamu dianiaya.” (Bdk Mat 5:10, 11; Luk 6:22; Injil Thomas 58; 69)
(69) Yesus berkata, “Berbahagialah orang-orang yang telah dianiaya dalam hati mereka: mereka adalah orang-orang yang telah dengan sungguh-sungguh mengenal sang Bapa. (Bdk Injil Thomas 68) Diberkatilah orang-orang yang lapar, supaya perut kosong orang-orang itu dikenyangkan.” (Bdk Mat 5:6; Luk 6:21)
(70) Yesus berkata, “Jikalau engkau mengeluarkan apa yang ada di dalammu, maka apa yang engkau miliki akan menyelamatkanmu. Jikalau engkau tidak memiliki apa yang ada di dalammu, maka apa yang engkau tidak miliki di dalammu akan membunuhmu.” (Bdk Injil Thomas 41; 67)
(71) Yesus berkata, “Aku akan menghancurkan rumah ini, dan tidak ada seorang pun akan dapat membangunnya kembali.” (Bdk Mat 26:61; Mrk 14:58; Mat 27:40; Mrk 15:29; Kis 6:14; Yoh 2:19)
(72) Seseorang berkata kepadanya, “Beritahukanlah saudara-saudaraku untuk membagi barang-barang kepunyaan bapaku dengan aku.”
Ia berkata kepada orang itu, “Tuan, siapa yang membuat aku menjadi seorang pembagi?”
Ia berpaling kepada murid-muridnya dan berkata kepada mereka, “Aku bukan seorang pembagi, bukan?” (Bdk Luk 12:13-14)
(73) Yesus berkata, “Panenan besar, tetapi para pekerja sedikit. Karena itu mintalah tuan pemiliknya untuk mengirim para pekerja ke panen itu.” (Bdk Mat 9:37-38; Luk 10:2)
(74) Seseorang berkata, “Tuan, ada banyak orang di sekitar bak minum, tetapi tidak ada sesuatu apapun dalam sumur.”
(75) Yesus berkata, “Ada banyak orang berdiri di muka pintu, tetapi orang-orang yang sendirianlah (Koptik: monakhos) yang akan masuk ke dalam kamar pengantin.” (Bdk Mat 25:1-13)
(37) Murid-muridnya berkata, “Kapan engkau akan tampak kepada kami dan kapan kami akan melihatmu?” Yesus berkata, “Pada waktu kamu menanggalkan pakaianmu tanpa merasa malu, dan mengambil pakaianmu dan meletakkannya di bawah kakimu seperti yang dilakukan kanak-kanak dan menginjak-injaknya, maka di saat itulah kamu akan melihat anak dari Dia Yang Hidup dan kamu tidak akan takut.” (Bdk Injil Thomas 21)
(38) Yesus berkata, “Banyak kali kamu ingin mendengar kata-kata ini, kata-kata yang aku sedang ucapkan kepadamu, dan tidak ada seorang lain pun yang darinya kamu akan mendengar kata-kata ini. Akan tiba saatnya ketika kamu mencari aku, kamu tidak akan menemukan aku.” (Bdk Mat 13:17; Luk 10:24; 17:22; Yoh 7:33-36; Ams 1:23-28)
(39) Yesus berkata, “Orang-orang Farisi dan para ahli kitab telah mengambil kunci-kunci pengetahuan, tetapi mereka menyembunyikan kunci-kunci itu. Mereka tidak masuk ke dalamnya, juga tidak mengizinkan orang lain yang ingin memasukinya. (Bdk Mat 23:13; Luk 11:52) Tetapi hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati!” (Bdk Mat 10:16)
(40) Yesus berkata, “Sebatang pohon anggur telah ditanam jauh dari sang Bapa. Karena pohon ini tidak kuat, maka ia akan dicabut sampai ke akar-akarnya lalu akan mati.” (Bdk Mat 15:13; Yoh 15:5-6; Yes 5:1-7; Injil Thomas 57; Mat 13:24-30)
(41) Yesus berkata, “Barangsiapa memiliki sesuatu di tangannya, maka kepadanya akan ditambahkan lagi. Barangsiapa tidak memiliki apa pun, maka yang paling kecil pun yang ada padanya akan diambil.” (Bdk Mat 13:12; Mrk 4:24-25; Luk 8:18; Mat 25:29; Luk 19:26)
(42) Yesus berkata, “Jadilah musafir.”
(43) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Siapakah engkau ini sampai engkau harus mengatakan hal-hal ini kepada kami?” “Kamu tidak mengenal siapa aku dari apa yang aku katakan kepadamu. (Bdk Yoh 14:8-11) Tetapi kalian telah menjadi seperti orang-orang Yahudi! Mereka menyukai pohonnya tetapi membenci buahnya; mereka menyukai buahnya tetapi membenci pohonnya.” (Bdk Luk 6:43-44; Mat 7:16a, 16b, 19-20; 12:33a-b, 33c)
(44) Yesus berkata, “Barangsiapa menghujat sang Bapa, ia akan diampuni. Dan barangsiapa menghujat sang Anak, ia akan diampuni. Tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di bumi maupun di surga.” (Bdk Mat 12:31-32; Luk 12:10; Mrk 3:28-29)
(45) Yesus berkata, “Anggur tidak dituai dari semak duri; demikian juga buah ara tidak dari rumput duri. Semak dan rumput duri tidak menghasilkan buah. Seorang yang baik menghasilkan yang baik dari perbendaharaannya; seorang yang jahat mengeluarkan yang jahat dari perbendaharaan jahat di dalam hatinya, dan akan berkata-kata jahat. Sebab dari perbendaharaan hatinya, ia akan menghasilkan yang jahat.” (Bdk Luk 6:43-45; Mat 7:16a, 16b, 17, 18, 19-29; 12:33a-b, 33c, 34a, 34b-35; Yak 3:12)
(46) Yesus berkata, “Dari Adam sampai Yohanes Pembaptis, di antara orang yang dilahirkan perempuan, tidak ada yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis, maka janganlah berpaling dari pandangan matanya. Tetapi aku berkata bahwa barangsiapa di antaramu menjadi seperti seorang anak, dia akan mengetahui kerajaan dan akan lebih besar dari Yohanes.” (Bdk Mat 11:11; Luk 7:28)
(47) Yesus berkata, “Orang tidak dapat menunggang dua ekor kuda atau menarik dua busur panah. Seorang hamba tidak dapat melayani dua tuan; sebab ia akan menghormati yang satu, tetapi menghina yang lainnya. (Bdk Mat 6:24; Luk 16:13) Tidak ada orang yang sedang meminum anggur tua, mendadak ingin meminum anggur baru. Anggur baru tidak disimpan dalam kantung-kantung kulit tua, sebab kantung-kantung kulit itu akan koyak; dan anggur tua tidak akan dituang ke dalam kantung kulit baru, karena anggur tua itu bisa rusak. (Bdk Mat 9:17; Mrk 2:22; Luk 8:37-39) Tidak ada orang menambalkan suatu potongan kain tua pada suatu pakaian baru, sebab pakaian baru itu akan koyak.” (Bdk Mat 9:16; Mrk 2:21; Luk 5:36)
(48) Yesus berkata, “Jika dua orang saling berdamai dalam satu rumah, mereka akan berkata kepada gunung ini: ‘Terangkatlah dari sini!’ Maka gunung itupun terangkat.” (Bdk Injil Thomas 106; Mat 18:19; 17:20b; Luk 17:6b; Mat 21:21; Mrk 11:23; 1 Kor 13:2)
(49) Yesus berkata, “Berbahagialah mereka yang sendirian (Koptik: monakhos) dan yang terpilih, karena kamu akan mendapatkan kerajaan itu. Karena kamu telah datang dari sana, maka kamu akan kembali lagi ke sana.” (Bdk Injil Thomas 18)
(50) Yesus berkata, “Jika mereka berkata kepadamu, ‘Darimana asalmu?’, katakan kepada mereka, ‘Kami telah datang dari terang, dari tempat di mana terang telah ada dari dirinya sendiri, (Bdk Injil Thomas 61; 83) memantapkan dirinya sendiri, dan telah menampakkan diri di dalam gambar mereka.’ Jika mereka bertanya kepadamu, ‘Siapakah kamu?’, maka jawablah, ‘Kami adalah anak-anaknya, dan kami adalah orang-orang pilihan dari Bapa yang hidup.’ Jika mereka bertanya kepadamu, ‘Apa bukti bahwa Bapamu ada di dalammu?’, maka katakan kepada mereka, “Buktinya adalah gerak dan rehat.’”
(51) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Kapankah rehat [kebangkitan?] bagi orang mati akan terjadi, dan bilamana dunia baru akan datang?” Ia berkata kepada mereka, “Rehat yang kamu sedang nanti-nantikan telah datang, tetapi kamu tidak mengetahuinya.” (Bdk Luk 17:20 21; Injil Thomas 113; Yoh 3:18-19; 5:25; 2 Tim 2:17-18)
(52) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Dua puluh empat nabi telah berbicara di Israel, dan mereka semua berbicara tentang engkau.” Ia berkata kepada mereka, “Kalian telah mengabaikan Dia Yang Hidup yang ada di hadapan kalian, tetapi malah membicarakan orang orang yang sudah mati.”
(53) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Bermanfaat atau tidakkah sunat itu?” Ia berkata kepada mereka, “Seandainya bermanfaat, maka ayah mereka akan melahirkan mereka dalam keadaan bersunat dari dalam kandungan ibu mereka. Tetapi sunat sejati di dalam roh itu berharga dalam segala hal.” (Bdk Rm 2:25-29)
(54) Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang miskin. Sebab engkaulah yang empunya kerajaan sorga.” (Bdk Mat 5:3; Luk 6:20)
(55) Yesus berkata, “Barangsiapa tidak membenci ayahnya dan ibunya, ia tidak dapat menjadi muridku; dan barangsiapa tidak membenci saudara-saudaranya laki-laki dan saudara-saudaranya perempuan dan tidak memikul salibnya sama seperti aku, maka ia tidak berharga bagiku.” (Bdk Mat 10:37-38; Luk 14:26-27; Mat 16:24; Mrk 8:34; Luk 9:23; Injil Thomas 101)
(56) Yesus berkata, “Barangsiapa telah mengenal dunia ini, ia telah menemukan mayat. Dan barangsiapa telah mendapatkan mayat, baginya dunia ini tidak berharga.” (Bdk Injil Thomas 80)
(57) Yesus berkata, “Kerajaan sang Bapa itu seumpama seorang yang memiliki benih yang baik. Pada malam hari musuhnya datang dan menaburkan lalang-lalang di antara benih yang baik itu. Tetapi orang itu tidak mengizinkan pekerja-pekerjanya mencabut lalang-lalang itu. Ia berkata kepada mereka, ‘Jangan cabut, sebab kalau kalian mencabut lalang-lalang itu, tanaman gandum pun akan ikut tercabut.’ Pada waktu panen nanti, lalang-lalang itu akan kelihatan jelas. Barulah lalang-lalang itu dicabut dan dibakar.” (Bdk Mat 13:24-30)
(58) Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang telah bekerja keras dan telah menemukan kehidupan.” (Bdk Ams 8:34-36; Injil Thomas 68-69)
(59) Yesus berkata, “Carilah Dia Yang Hidup sementara kamu masih hidup, atau kamu akan mati lalu berusaha melihat dia yang hidup, dan kamu tidak akan bisa melihatnya.” (Bdk Luk 17:22; Yoh 7:33-36; 8:21; 13:33; Injil Thomas 38)
(60) Ia melihat seorang Samaria sedang membawa seekor anak domba ketika ia sedang dalam perjalanan menuju Yudea.
Ia berkata kepada murid-muridnya, “Orang itu sedang membawa domba itu berkeliling.”
Mereka berkata kepadanya, “Lalu orang itu dapat membunuh domba itu lalu memakannya.”
Ia berkata kepada mereka, “Selama domba itu masih hidup, ia tidak akan memakannya. Tetapi hanya ketika ia telah membunuh domba itu, dan domba itu telah menjadi mayat.”
Mereka berkata, “Kalau tidak dibunuh dulu, ia tidak akan bisa memakannya.”
Ia berkata kepada mereka, “Kalian, juga, carilah suatu tempat untuk rehat kalian, atau, kalian akan menjadi mayat lalu dimakan.” (Bdk Injil Thomas 7; 11)
(61) Yesus berkata, “Dua orang akan beristirahat pada sebuah dipan; seorang akan mati, dan yang lainnya akan hidup.” (Bdk Luk 17:34-35; Mat 24:40-41)
Salome berkata, “Siapakah engkau, Tuan? Engkau telah naik ke dipanku dan makan dari mejaku seolah-olah engkau berasal dari seseorang.”
Yesus berkata kepadanya, “Aku adalah dia yang datang dari kepenuhan. Kepadaku telah diberikan hal-hal yang berasal dari Bapaku.” (Bdk Mat 11:27; Luk 10:22; Yoh 3:35; 6:37-39; 13:3-4)
“Akulah muridmu.”
“Karena itulah aku katakan, jika seorang itu penuh, orang itu akan diisi terang, (Bdk Yoh 8:12; Injil Thomas 50; 83) tetapi jika seseorang itu terbagi, dia akan dipenuhi kegelapan.”
(62) Yesus berkata, “Aku menyingkapkan rahasia-rahasiaku kepada orang-orang yang layak menerima rahasia-rahasiaku. (Bdk Mat 13:11; Mrk 4:11; Luk 8:10) Janganlah tangan kirimu mengetahui apa yang sedang diperbuat tangan kananmu.” (Bdk Mat 6:3)
(63) Yesus berkata, “Adalah seorang kaya yang memiliki sangat banyak uang. Kata orang itu, ‘Aku akan menanam uangku supaya aku dapat menabur, menuai, menanam, dan mengisi lumbung-lumbungku dengan hasilnya, supaya aku tidak akan kekurangan apapun. Inilah hal-hal yang ia pikirkan di dalam hatinya, tetapi pada malam itu juga ia mati. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” (Bdk Luk 12:16-21)
(64) Yesus berkata, “Seseorang sedang menerima tamu-tamu. Pada waktu ia telah menyiapkan jamuan malam, ia mengirim hambanya untuk mengundang tamu-tamu itu. Hamba itu pergi kepada tamu yang pertama dan berkata kepadanya, ‘Tuanku mengundang engkau.’
Orang itu berkata, ‘Beberapa pedagang berhutang uang kepadaku; mereka akan datang kepadaku malam ini. Aku harus pergi dan memberi mereka petunjuk-petunjukku. Jadi maafkanlah, aku tidak bisa datang.’
Hamba itu pergi kepada tamu lainnya dan berkata kepadanya, ‘Tuanku telah mengundangmu.’
Orang itu berkata kepada hamba itu, ‘Aku telah membeli sebuah rumah dan aku telah dipanggil untuk pergi satu hari. Aku tidak akan punya waktu.’
Hamba itu pergi kepada tamu lainnya dan berkata kepadanya, ‘Tuanku mengundang engkau.’
Orang itu berkata kepada hamba itu, ‘Sahabatku mau menikah dan aku harus menyiapkan perjamuannya. Aku tidak dapat datang. Maafkanlah aku.’
Hamba itu pergi kepada seorang tamu lainnya dan berkata kepadanya, ‘Tuanku mengundang engkau.’
Orang itu berkata kepada hamba itu, ‘Aku telah membeli sebuah perkebunan dan aku akan pergi untuk memungut uang sewanya. Aku tidak akan dapat datang. Maafkan aku.’
Hamba itu kembali dan berkata kepada tuannya, ‘Orang-orang yang engkau telah undang ke perjamuan makan malam telah meminta maaf karena tidak bisa datang.’
Tuan itu berkata kepada hambanya itu, ‘Pergilah ke jalan-jalan dan bawalah siapapun yang engkau jumpai ke perjamuan malam ini.’ (Bdk Mat 22:1-10; Luk 14:16-24; Ul 20:5-7; 24:5)
Para pembeli dan pedagang tidak akan masuk ke dalam tempat-tempat Bapaku.” (Bdk Sir 26:29; Injil Thomas 63)
(65) Ia berkata, “Seorang tukang riba memiliki sebuah kebun anggur dan menyewakannya kepada beberapa penggarap, supaya mereka dapat bekerja dan ia dapat memungut hasilnya dari mereka. Ia mengutus hambanya supaya para penggarap itu dapat memberi kepada hambanya hasil dari kebun anggur itu.
Mereka menangkap, memukuli, dan hampir membunuh hambanya itu, dan hamba itu kembali dan memberitahukan tuannya. Tuannya berkata, ‘Mungkin ia tidak mengenal mereka.’ Ia mengutus seorang hamba lainnya, dan para penggarap itu memukulinya juga. Lalu tuan itu mengutus anaknya dan berkata, ‘Mungkin mereka akan menunjukkan rasa hormat mereka kepada anakku.’ Karena para penggarap itu tahu bahwa ia adalah pewaris kebun anggur itu, mereka menangkapnya lalu membunuhnya. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” (Bdk Mat 21:33-41; Mrk 12:1-9; Luk 20:9-16)
(66) Yesus berkata, “Tunjukkanlah kepadaku batu yang ditolak oleh para tukang bangunan: itulah batu penjuru.” (Bdk Mzm 118:22; Mat 21:42; Mrk 12:10; Luk 20:17; Kis 4:11; 1 Pet 2:7)
(67) Yesus berkata, “Orang yang mengetahui segala sesuatu tetapi tidak memiliki dirinya sendiri, ia tidak memiliki apapun.”
(68) Yesus berkata, “Berbahagialah kamu kalau kamu dibenci dan dianiaya, dan tidak ada tempat yang akan ditemukan, di manapun kamu dianiaya.” (Bdk Mat 5:10, 11; Luk 6:22; Injil Thomas 58; 69)
(69) Yesus berkata, “Berbahagialah orang-orang yang telah dianiaya dalam hati mereka: mereka adalah orang-orang yang telah dengan sungguh-sungguh mengenal sang Bapa. (Bdk Injil Thomas 68) Diberkatilah orang-orang yang lapar, supaya perut kosong orang-orang itu dikenyangkan.” (Bdk Mat 5:6; Luk 6:21)
(70) Yesus berkata, “Jikalau engkau mengeluarkan apa yang ada di dalammu, maka apa yang engkau miliki akan menyelamatkanmu. Jikalau engkau tidak memiliki apa yang ada di dalammu, maka apa yang engkau tidak miliki di dalammu akan membunuhmu.” (Bdk Injil Thomas 41; 67)
(71) Yesus berkata, “Aku akan menghancurkan rumah ini, dan tidak ada seorang pun akan dapat membangunnya kembali.” (Bdk Mat 26:61; Mrk 14:58; Mat 27:40; Mrk 15:29; Kis 6:14; Yoh 2:19)
(72) Seseorang berkata kepadanya, “Beritahukanlah saudara-saudaraku untuk membagi barang-barang kepunyaan bapaku dengan aku.”
Ia berkata kepada orang itu, “Tuan, siapa yang membuat aku menjadi seorang pembagi?”
Ia berpaling kepada murid-muridnya dan berkata kepada mereka, “Aku bukan seorang pembagi, bukan?” (Bdk Luk 12:13-14)
(73) Yesus berkata, “Panenan besar, tetapi para pekerja sedikit. Karena itu mintalah tuan pemiliknya untuk mengirim para pekerja ke panen itu.” (Bdk Mat 9:37-38; Luk 10:2)
(74) Seseorang berkata, “Tuan, ada banyak orang di sekitar bak minum, tetapi tidak ada sesuatu apapun dalam sumur.”
(75) Yesus berkata, “Ada banyak orang berdiri di muka pintu, tetapi orang-orang yang sendirianlah (Koptik: monakhos) yang akan masuk ke dalam kamar pengantin.” (Bdk Mat 25:1-13)
iNJIL THOMAS 1-35
Inilah ucapan-ucapan tersembunyi yang Yesus yang hidup katakan dan Yudas Thomas si Kembar (= Didymus) mencatatnya.
(1) Dan dia berkata, “Barangsiapa menemukan penafsiran atas ucapan-ucapan ini, ia tidak akan mengecap kematian.” (Bdk Yoh 8:51-52)
(2) Yesus berkata, “Barangsiapa mencari, janganlah berhenti mencari sampai ia menemukan. (Bdk Injil Thomas 92; 94) Ketika ia menemukannya, ia akan susah hati. Ketika ia susah hati, ia akan terpana dan akan berkuasa atas segalanya.” (Papyrus Oxyrhynchus 654.8-9 menambahkan “dan [setelah berkuasa atas segalanya], ia akan beristirahat.”) (Bdk Mat 7:7-8; Luk 11:9-10)
(3) Yesus berkata, “Jika para pemimpinmu berkata, ‘Lihatlah, kerajaan itu ada di sorga,’ maka burung-burung di udara akan mendahului kamu. Jika mereka mengatakan, ‘Kerajaan itu ada di laut’, maka ikan-ikan akan mendahului kamu. Sesungguhnya, kerajaan itu ada di dalam dan di luar kamu. (Bdk Luk 17:20-21) Pada saat kamu mengenal dirimu sendiri, maka kamu akan dikenal, dan kamu akan mengetahui bahwa kamu adalah anak-anak dari Bapa yang hidup. Tetapi jika kamu tidak mengenal dirimu sendiri, kamu hidup di dalam kemiskinan dan kamu sendiri kemiskinan itu.” (Bdk Gal 4:8-9; 1 Kor 8:1-3; 13:12)
(4) Yesus berkata, “Seorang yang lanjut usianya tidak akan ragu bertanya kepada bayi berusia tujuh hari mengenai tempat kehidupan, dan orang itu akan hidup. Sebab banyak yang pertama akan menjadi yang terakhir (Bdk Mat 20:16; Luk 13:30; Mat 19:30; Mrk 10:31) dan mereka akan menjadi satu tunggal.”
(5) Yesus berkata, “Kenalilah apa yang ada di hadapan wajahmu, dan apa yang tersembunyi darimu akan dinyatakan kepadamu. Sebab tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi tidak akan dinyatakan.” (Bdk Mrk 4:22; Luk 8:17; Mat 10:26; Luk 12:2)
(6) Murid-muridnya bertanya kepadanya, “Apakah Engkau ingin kami berpuasa? Bagaimanakah kami harus berdoa? Haruskah kami memberi sedekah? Pantangan apakah yang harus kami perhatikan?” (Bdk Mat 6:1-18) Yesus menjawab, “Jangan berdusta dan jangan melakukan apa yang kamu benci, sebab segala sesuatu disingkap di hadapan sorga. Sebab tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, (Bdk Injil Thomas 5:2) dan tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang dibiarkan tetap tertutup.”
(7) Yesus berkata, “Diberkatilah singa yang akan dimakan manusia, sehingga sang singa itu akan menjadi manusia. Terkutuklah manusia yang akan dimakan singa itu, dan singa itu akan menjadi manusia.”
(8) Dan dia berkata, “Manusia itu seperti seorang penjala ikan yang bijaksana yang menebar jalanya ke laut. Ketika ia mengangkat jalanya dari laut, jala itu penuh dengan ikan kecil. Di antara ikan-ikan kecil itu, penjala itu menemukan seekor ikan yang besar dan baik. Maka dilemparkannya semua ikan kecil itu kembali ke laut dan ia memilih ikan besar itu tanpa kesulitan. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.” (Bdk Mat 13:47-50)
(9) Yesus berkata, “Lihatlah, seorang penabur pergi keluar, memenuhi tangannya dengan benih, lalu menyerakkannya. Sebagian benih jatuh di jalan; burung-burung datang, membawanya terbang. Sebagian lagi jatuh di tanah berbatu-batu, tidak berakar di tanah dan tidak menghasilkan bulir-bulir gandum. Sebagian lainnya jatuh di antara semak-semak duri; semak-semak duri itu menggencetnya dan cacing-cacing memakannya. Tetapi sebagian lainnya jatuh di tanah yang baik dan menghasilkan buah yang baik. Ada yang menghasilkan enam puluh per petak, dan ada yang seratus dua puluh per petak.” (Bdk Mat 13:3-9; Mrk 4:2-9; Luk 8:4-8)
(10) Yesus berkata, “Aku telah melemparkan api ke bumi dan, lihatlah, aku menjaganya sampai api itu bernyala besar.” (Bdk Luk 12:49)
(11) Yesus berkata, “Langit akan berlalu dan apa yang ada di atasnya akan lenyap. (Bdk Mat 24:35; Mrk 13:31; Luk 21:33; Mat 5:18; Luk 16:17) Yang mati tidak hidup dan yang hidup tidak mati. Pada waktu kalian memakan apa yang mati, maka kalian akan membuatnya hidup. Apabila kalian berada di dalam terang, apa yang akan kalian perbuat? Ketika kalian tunggal, kalian menjadi dua. Tetapi ketika kalian menjadi dua, apa yang akan kalian kerjakan?”
(12) Murid-murid berkata kepada Yesus, “Kami tahu engkau akan meninggalkan kami. Lalu, siapakah yang akan menjadi pemimpin kami?” Yesus berkata kepada mereka, “Tidak peduli dari manapun kalian berasal, kalian pergilah kepada Yakobus Yang Adil. Langit dan bumi diciptakan untuknya.”
(13) Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Bandingkan aku dengan sesuatu
dan katakan kepadaku seperti apakah aku.” Simon Petrus berkata kepadanya, “Engkau seperti seorang bentara yang adil.” Matius berkata kepadanya, “Engkau seperti seorang filsuf yang bijaksana.” Thomas berkata kepadanya, “Guru, mulutku sama sekali tidak sanggup mengatakan seperti apa engkau.” Yesus berkata, “Aku bukanlah gurumu. Karena kamu telah mabuk, mabuk oleh pancaran air berbuih-buih yang aku telah takarkan.” Lalu ia membawa Thomas, memisahkannya dari yang lain, dan menyampaikan tiga kata kepadanya.
Ketika Thomas kembali kepada murid-murid lainnya, mereka bertanya, “Apa yang Yesus telah katakan kepadamu?” Thomas berkata kepada mereka, “Jika aku beritahukan satu saja dari kata-kata yang ia telah sampaikan kepadaku, maka kalian akan memungut batu dan melemparkannya kepadaku. Dan api akan muncul dari batu-batu itu dan membakar habis kalian.”
(14) Yesus berkata kepada mereka, “Jika kalian berpuasa, kalian akan mendatangkan dosa kepada diri kalian sendiri. Dan jika kalian berdoa, kalian akan menghukum diri kalian sendiri, dan jika kalian memberi sedekah, kalian akan melakukan yang jahat terhadap roh kalian sendiri.” “Pada waktu kalian masuk ke suatu negeri dan mendatangi kampung-kampungnya, jika mereka menerima kalian, makanlah apa pun yang mereka suguhkan kepada kalian. Sembuhkan yang sakit di antara mereka. (Bdk Mat 10:8; Luk 10:8-9; 1 Kor 10:27) Sebab apa yang masuk ke dalam mulutmu tidak akan menajiskan dirimu, tetapi apa yang keluar dari mulutmu akan menajiskan dirimu.” (Bdk Mat 15:11; Mrk 7:15)
(15) Yesus berkata, “Pada waktu kalian melihat dia yang tidak lahir dari seorang perempuan, tundukkan wajahmu dan sembahlah dia. Dialah bapamu.” (Bdk Yoh 10:30)
(16) Yesus berkata, “Orang mengira aku telah datang untuk membawa damai di bumi, tetapi mereka tidak tahu bahwa aku telah datang membawa pertentangan di bumi ini: api, pedang, perang. Sebab akan ada lima orang di sebuah rumah: tiga akan melawan dua dan dua akan melawan tiga, ayah melawan anak laki-laki, dan anak laki-laki akan melawan ayahnya;dan mereka akan berdiri sendirian.” (Bdk Mat 10:34-36; Luk 12:49, 50, 51-53)
(17) Yesus berkata, “Aku akan memberikan kepadamu apa yang mata belum pernah lihat, apa yang telinga belum dengar dan tangan belum sentuh, dan apa yang tidak muncul dalam hati manusia.” (Bdk 1 Kor 2:9; Yes 64:4)
(18) Murid-muridnya berkata kepada Yesus, “Katakan kepada kami bagaimana akhir kami.” (Bdk Mat 24:3; Mrk 13:3-4; Luk 21:7) Yesus menjawab, “Apakah kamu sudah menemukan awal, sehingga kamu mencari akhir? Di tempat dimana ada awal, di situ akan ada akhir. Diberkatilah orang yang berdiri di awal: ia akan mengetahui akhir dan tidak akan mengecap kematian.”
(19) Yesus berkata, “Diberkatilah dia yang telah ada sebelum dia diciptakan. Jika kamu menjadi murid-muridku dan mendengarkan kata-kataku, batu-batu ini akan melayani kamu. Sebab ada lima pohon di sorga yang tidak berubah di musim panas atau di musim dingin dan yang daun-daunnya tidak berguguran. Barangsiapa mengenal pohon-pohon itu, ia tidak akan mengecap kematian.”
(20) Murid-muridnya berkata kepada Yesus, “Katakanlah kepada kami, seperti apa
kerajaan sorga itu?” Ia berkata kepada mereka, “Kerajaan sorga itu seumpama sebutir biji sesawi, paling kecil dari semua biji. Tetapi ketika jatuh ke tanah yang sudah disiapkan, ia menghasilkan suatu pohon besar dan menjadi suatu tempat berlindung bagi burung-burung di angkasa.” (Bdk Mat 13:31-32; Luk 13:18-19; Mrk 4:30-32)
(21) Maria berkata kepada Yesus, “Seperti apakah murid-muridmu itu?” Ia berkata, “Mereka itu seperti anak-anak kecil yang tinggal di suatu padang yang bukan milik mereka. Ketika pemilik-pemilik padang itu datang, mereka akan berkata, ‘Berikan kepada kami tanah padang kami.’ Murid-murid itu melepaskan pakaian mereka di hadapan para pemilik padang itu lalu menyerahkannya kepada mereka, dan mereka mengembalikan tanah padang itu kepada mereka. (Bdk Injil Thomas 37) Karena itu, aku berkata, jika si pemilik rumah tahu kapan pencuri akan datang, ia tentu akan tetap berjaga sebelum pencuri itu datang dan tidak akan membiarkan si pencuri mendobrak, masuk ke rumah lalu mengambil barang-barang. (Bdk Injil Thomas 103; Mat 24:43; Luk 12:39) Jadi, kamu harus berjaga-jaga terhadap dunia. Persenjatai dirimu dengan kekuatan besar, supaya para perampok tidak mendapat jalan untuk mendatangi dirimu, sebab kesulitan yang kamu nanti-nantikan itu akan datang. Hendaklah ada di antaramu seorang yang mengerti. Pada waktu panen tiba, si pemilik datang segera dengan ani-ani di tangannya dan menuai hasil sawahnya. (Bdk Mrk 4:29; Yoel 3:13) Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”
(22) Yesus melihat anak-anak kecil sedang menyusu, dan ia berkata kepada murid-muridnya, “Anak-anak yang sedang menyusu ini seperti orang-orang yang masuk ke dalam kerajaan.” Mereka bertanya kepadanya, “Jika kami anak-anak, akankah kami masuk ke dalam kerajaan?” Yesus berkata kepada mereka, “Pada waktu kamu membuat dua menjadi satu, dan pada waktu kamu membuat bagian dalam seperti bagian luar, dan bagian luar seperti bagian dalam, dan bagian atas seperti bagian bawah, dan ketika kamu membuat yang laki-laki dan yang perempuan menjadi satu tunggal sehingga yang laki-laki bukan lagi laki-laki dan yang perempuan bukan lagi perempuan, ketika kamu menjadikan mata menggantikan mata, tangan menggantikan tangan, kaki menggantikan kaki, dan sebuah gambar menggantikan sebuah gambar, maka kamu akan masuk ke dalam kerajaan.” (Bdk Gal 3:27-28; Injil Thomas 114)
(23) Yesus berkata, “Aku akan memilih kamu, satu dari antara seribu, dan dua dari antara sepuluh ribu, dan mereka akan berdiri sebagai satu tunggal.” (Bdk Ul 32:30; Pkh 7:28)
(24) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Tunjukkan kepada kami tempat di mana engkau berada, sebab kami harus mencarinya.” Ia berkata kepada mereka, “Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar. Ada terang di dalam seorang manusia terang dan terangnya ini menerangi seluruh dunia. Pada waktu terang tidak bercahaya lagi, maka di situlah kegelapan.” (Bdk Mat 6:22-23; Luk 11:34-35, 36)
(25) Yesus berkata, “Kasihilah saudaramu seperti jiwamu sendiri; jaga dan peliharalah ia seperti biji matamu.” (Bdk Mat 22:39; Mrk 12:31; Luk 10:27; Im 19:18)
(26) Yesus berkata, “Suban di mata saudaramu engkau lihat, tetapi balok di matamu sendiri tidak engkau lihat. Kalau engkau sudah mengeluarkan balok itu dari matamu sendiri, barulah engkau bisa melihat dengan jelas untuk mengeluarkan suban dari mata saudaramu itu.” (Bdk Mat 7:3-5; Luk 6:41-42)
(27) “Jika engkau tidak berpuasa dari dunia ini, maka engkau tidak akan menemukan kerajaan itu. Jika engkau tidak memelihara sabat sebagai suatu sabat, maka engkau tidak akan melihat sang bapa.”
(28) Yesus berkata, “Aku berdiri di tengah di dunia ini dan aku tampak oleh mereka di dalam daging. (Bdk Yoh 1:14; 1 Tim 3:16; Ams 1:20-33) Aku dapati mereka semuanya sedang mabuk, tetapi aku tidak menemukan satu pun dari antara mereka yang haus. Jiwaku rindu pada anak-anak manusia karena hati mereka buta dan mereka tidak melihat, sebab mereka datang tanpa membawa apa-apa ke dalam dunia; dan mereka juga berupaya untuk meninggalkan dunia ini tanpa membawa apapun. Adapun mereka itu mabuk. Pada saat mereka membuang anggur mereka, maka mereka akan bertobat.”
(29) Yesus berkata, “Jika daging ada karena roh, maka ini suatu keajaiban. Tetapi jika roh ada karena tubuh, ini adalah suatu keajaiban dari segala keajaiban. Aku terpana bagaimana kekayaan seagung itu telah tinggal dalam kemiskinan ini.” (Bdk Injil Thomas 7; 87; 112)
(30) Yesus berkata, “Di mana ada tiga Allah, mereka ilahi. Di mana ada dua atau satu, di situ aku berada bersama yang satu.”
(31) Yesus berkata, “Tidak ada nabi yang diterima di kampungnya sendiri; seorang tabib tidak menyembuhkan orang-orang yang mengenalnya.” (Bdk Mat 13:57; Mrk 6:4; Luk 4:23-24; Yoh 4:44)
(32) Yesus berkata, “Sebuah kota yang dibangun di atas bukit yang tinggi dan dibentengi, tidak dapat jatuh, juga tidak bisa tetap tersembunyi.” (Bdk Mat 5:14; 7:24-25; Luk 6:47-48)
(33) Yesus berkata, “Apa yang engkau akan dengar dengan telingamu, perdengarkan itu di telinga satunya lagi dari atap rumahmu. Sebab tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, atau menempatkannya di suatu tempat tersembunyi. Melainkan, ia akan meletakkannya di atas kaki dian sehingga setiap orang yang keluar masuk dapat melihat terangnya.” (Bdk Mat 5:15; Luk 11:33; Mrk 4:21; Luk 8:16)
(34) Yesus berkata, “Jika seorang buta menuntun seorang buta, maka keduanya akan jatuh ke dalam sebuah lubang.” (Bdk Mat 15:14; Luk 6:39)
(35) Yesus berkata, “Kamu tidak dapat masuk ke rumah seorang kuat dan merebutnya dengan paksa jika tidak lebih dulu mengikat tangannya. Kalau tangan orang kuat itu sudah diikat, barulah kamu dapat menjarah rumahnya.” (Bdk Mat 12:29; Mrk 3:27; Luk 11:21-22)
(1) Dan dia berkata, “Barangsiapa menemukan penafsiran atas ucapan-ucapan ini, ia tidak akan mengecap kematian.” (Bdk Yoh 8:51-52)
(2) Yesus berkata, “Barangsiapa mencari, janganlah berhenti mencari sampai ia menemukan. (Bdk Injil Thomas 92; 94) Ketika ia menemukannya, ia akan susah hati. Ketika ia susah hati, ia akan terpana dan akan berkuasa atas segalanya.” (Papyrus Oxyrhynchus 654.8-9 menambahkan “dan [setelah berkuasa atas segalanya], ia akan beristirahat.”) (Bdk Mat 7:7-8; Luk 11:9-10)
(3) Yesus berkata, “Jika para pemimpinmu berkata, ‘Lihatlah, kerajaan itu ada di sorga,’ maka burung-burung di udara akan mendahului kamu. Jika mereka mengatakan, ‘Kerajaan itu ada di laut’, maka ikan-ikan akan mendahului kamu. Sesungguhnya, kerajaan itu ada di dalam dan di luar kamu. (Bdk Luk 17:20-21) Pada saat kamu mengenal dirimu sendiri, maka kamu akan dikenal, dan kamu akan mengetahui bahwa kamu adalah anak-anak dari Bapa yang hidup. Tetapi jika kamu tidak mengenal dirimu sendiri, kamu hidup di dalam kemiskinan dan kamu sendiri kemiskinan itu.” (Bdk Gal 4:8-9; 1 Kor 8:1-3; 13:12)
(4) Yesus berkata, “Seorang yang lanjut usianya tidak akan ragu bertanya kepada bayi berusia tujuh hari mengenai tempat kehidupan, dan orang itu akan hidup. Sebab banyak yang pertama akan menjadi yang terakhir (Bdk Mat 20:16; Luk 13:30; Mat 19:30; Mrk 10:31) dan mereka akan menjadi satu tunggal.”
(5) Yesus berkata, “Kenalilah apa yang ada di hadapan wajahmu, dan apa yang tersembunyi darimu akan dinyatakan kepadamu. Sebab tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi tidak akan dinyatakan.” (Bdk Mrk 4:22; Luk 8:17; Mat 10:26; Luk 12:2)
(6) Murid-muridnya bertanya kepadanya, “Apakah Engkau ingin kami berpuasa? Bagaimanakah kami harus berdoa? Haruskah kami memberi sedekah? Pantangan apakah yang harus kami perhatikan?” (Bdk Mat 6:1-18) Yesus menjawab, “Jangan berdusta dan jangan melakukan apa yang kamu benci, sebab segala sesuatu disingkap di hadapan sorga. Sebab tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, (Bdk Injil Thomas 5:2) dan tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang dibiarkan tetap tertutup.”
(7) Yesus berkata, “Diberkatilah singa yang akan dimakan manusia, sehingga sang singa itu akan menjadi manusia. Terkutuklah manusia yang akan dimakan singa itu, dan singa itu akan menjadi manusia.”
(8) Dan dia berkata, “Manusia itu seperti seorang penjala ikan yang bijaksana yang menebar jalanya ke laut. Ketika ia mengangkat jalanya dari laut, jala itu penuh dengan ikan kecil. Di antara ikan-ikan kecil itu, penjala itu menemukan seekor ikan yang besar dan baik. Maka dilemparkannya semua ikan kecil itu kembali ke laut dan ia memilih ikan besar itu tanpa kesulitan. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.” (Bdk Mat 13:47-50)
(9) Yesus berkata, “Lihatlah, seorang penabur pergi keluar, memenuhi tangannya dengan benih, lalu menyerakkannya. Sebagian benih jatuh di jalan; burung-burung datang, membawanya terbang. Sebagian lagi jatuh di tanah berbatu-batu, tidak berakar di tanah dan tidak menghasilkan bulir-bulir gandum. Sebagian lainnya jatuh di antara semak-semak duri; semak-semak duri itu menggencetnya dan cacing-cacing memakannya. Tetapi sebagian lainnya jatuh di tanah yang baik dan menghasilkan buah yang baik. Ada yang menghasilkan enam puluh per petak, dan ada yang seratus dua puluh per petak.” (Bdk Mat 13:3-9; Mrk 4:2-9; Luk 8:4-8)
(10) Yesus berkata, “Aku telah melemparkan api ke bumi dan, lihatlah, aku menjaganya sampai api itu bernyala besar.” (Bdk Luk 12:49)
(11) Yesus berkata, “Langit akan berlalu dan apa yang ada di atasnya akan lenyap. (Bdk Mat 24:35; Mrk 13:31; Luk 21:33; Mat 5:18; Luk 16:17) Yang mati tidak hidup dan yang hidup tidak mati. Pada waktu kalian memakan apa yang mati, maka kalian akan membuatnya hidup. Apabila kalian berada di dalam terang, apa yang akan kalian perbuat? Ketika kalian tunggal, kalian menjadi dua. Tetapi ketika kalian menjadi dua, apa yang akan kalian kerjakan?”
(12) Murid-murid berkata kepada Yesus, “Kami tahu engkau akan meninggalkan kami. Lalu, siapakah yang akan menjadi pemimpin kami?” Yesus berkata kepada mereka, “Tidak peduli dari manapun kalian berasal, kalian pergilah kepada Yakobus Yang Adil. Langit dan bumi diciptakan untuknya.”
(13) Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Bandingkan aku dengan sesuatu
dan katakan kepadaku seperti apakah aku.” Simon Petrus berkata kepadanya, “Engkau seperti seorang bentara yang adil.” Matius berkata kepadanya, “Engkau seperti seorang filsuf yang bijaksana.” Thomas berkata kepadanya, “Guru, mulutku sama sekali tidak sanggup mengatakan seperti apa engkau.” Yesus berkata, “Aku bukanlah gurumu. Karena kamu telah mabuk, mabuk oleh pancaran air berbuih-buih yang aku telah takarkan.” Lalu ia membawa Thomas, memisahkannya dari yang lain, dan menyampaikan tiga kata kepadanya.
Ketika Thomas kembali kepada murid-murid lainnya, mereka bertanya, “Apa yang Yesus telah katakan kepadamu?” Thomas berkata kepada mereka, “Jika aku beritahukan satu saja dari kata-kata yang ia telah sampaikan kepadaku, maka kalian akan memungut batu dan melemparkannya kepadaku. Dan api akan muncul dari batu-batu itu dan membakar habis kalian.”
(14) Yesus berkata kepada mereka, “Jika kalian berpuasa, kalian akan mendatangkan dosa kepada diri kalian sendiri. Dan jika kalian berdoa, kalian akan menghukum diri kalian sendiri, dan jika kalian memberi sedekah, kalian akan melakukan yang jahat terhadap roh kalian sendiri.” “Pada waktu kalian masuk ke suatu negeri dan mendatangi kampung-kampungnya, jika mereka menerima kalian, makanlah apa pun yang mereka suguhkan kepada kalian. Sembuhkan yang sakit di antara mereka. (Bdk Mat 10:8; Luk 10:8-9; 1 Kor 10:27) Sebab apa yang masuk ke dalam mulutmu tidak akan menajiskan dirimu, tetapi apa yang keluar dari mulutmu akan menajiskan dirimu.” (Bdk Mat 15:11; Mrk 7:15)
(15) Yesus berkata, “Pada waktu kalian melihat dia yang tidak lahir dari seorang perempuan, tundukkan wajahmu dan sembahlah dia. Dialah bapamu.” (Bdk Yoh 10:30)
(16) Yesus berkata, “Orang mengira aku telah datang untuk membawa damai di bumi, tetapi mereka tidak tahu bahwa aku telah datang membawa pertentangan di bumi ini: api, pedang, perang. Sebab akan ada lima orang di sebuah rumah: tiga akan melawan dua dan dua akan melawan tiga, ayah melawan anak laki-laki, dan anak laki-laki akan melawan ayahnya;dan mereka akan berdiri sendirian.” (Bdk Mat 10:34-36; Luk 12:49, 50, 51-53)
(17) Yesus berkata, “Aku akan memberikan kepadamu apa yang mata belum pernah lihat, apa yang telinga belum dengar dan tangan belum sentuh, dan apa yang tidak muncul dalam hati manusia.” (Bdk 1 Kor 2:9; Yes 64:4)
(18) Murid-muridnya berkata kepada Yesus, “Katakan kepada kami bagaimana akhir kami.” (Bdk Mat 24:3; Mrk 13:3-4; Luk 21:7) Yesus menjawab, “Apakah kamu sudah menemukan awal, sehingga kamu mencari akhir? Di tempat dimana ada awal, di situ akan ada akhir. Diberkatilah orang yang berdiri di awal: ia akan mengetahui akhir dan tidak akan mengecap kematian.”
(19) Yesus berkata, “Diberkatilah dia yang telah ada sebelum dia diciptakan. Jika kamu menjadi murid-muridku dan mendengarkan kata-kataku, batu-batu ini akan melayani kamu. Sebab ada lima pohon di sorga yang tidak berubah di musim panas atau di musim dingin dan yang daun-daunnya tidak berguguran. Barangsiapa mengenal pohon-pohon itu, ia tidak akan mengecap kematian.”
(20) Murid-muridnya berkata kepada Yesus, “Katakanlah kepada kami, seperti apa
kerajaan sorga itu?” Ia berkata kepada mereka, “Kerajaan sorga itu seumpama sebutir biji sesawi, paling kecil dari semua biji. Tetapi ketika jatuh ke tanah yang sudah disiapkan, ia menghasilkan suatu pohon besar dan menjadi suatu tempat berlindung bagi burung-burung di angkasa.” (Bdk Mat 13:31-32; Luk 13:18-19; Mrk 4:30-32)
(21) Maria berkata kepada Yesus, “Seperti apakah murid-muridmu itu?” Ia berkata, “Mereka itu seperti anak-anak kecil yang tinggal di suatu padang yang bukan milik mereka. Ketika pemilik-pemilik padang itu datang, mereka akan berkata, ‘Berikan kepada kami tanah padang kami.’ Murid-murid itu melepaskan pakaian mereka di hadapan para pemilik padang itu lalu menyerahkannya kepada mereka, dan mereka mengembalikan tanah padang itu kepada mereka. (Bdk Injil Thomas 37) Karena itu, aku berkata, jika si pemilik rumah tahu kapan pencuri akan datang, ia tentu akan tetap berjaga sebelum pencuri itu datang dan tidak akan membiarkan si pencuri mendobrak, masuk ke rumah lalu mengambil barang-barang. (Bdk Injil Thomas 103; Mat 24:43; Luk 12:39) Jadi, kamu harus berjaga-jaga terhadap dunia. Persenjatai dirimu dengan kekuatan besar, supaya para perampok tidak mendapat jalan untuk mendatangi dirimu, sebab kesulitan yang kamu nanti-nantikan itu akan datang. Hendaklah ada di antaramu seorang yang mengerti. Pada waktu panen tiba, si pemilik datang segera dengan ani-ani di tangannya dan menuai hasil sawahnya. (Bdk Mrk 4:29; Yoel 3:13) Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”
(22) Yesus melihat anak-anak kecil sedang menyusu, dan ia berkata kepada murid-muridnya, “Anak-anak yang sedang menyusu ini seperti orang-orang yang masuk ke dalam kerajaan.” Mereka bertanya kepadanya, “Jika kami anak-anak, akankah kami masuk ke dalam kerajaan?” Yesus berkata kepada mereka, “Pada waktu kamu membuat dua menjadi satu, dan pada waktu kamu membuat bagian dalam seperti bagian luar, dan bagian luar seperti bagian dalam, dan bagian atas seperti bagian bawah, dan ketika kamu membuat yang laki-laki dan yang perempuan menjadi satu tunggal sehingga yang laki-laki bukan lagi laki-laki dan yang perempuan bukan lagi perempuan, ketika kamu menjadikan mata menggantikan mata, tangan menggantikan tangan, kaki menggantikan kaki, dan sebuah gambar menggantikan sebuah gambar, maka kamu akan masuk ke dalam kerajaan.” (Bdk Gal 3:27-28; Injil Thomas 114)
(23) Yesus berkata, “Aku akan memilih kamu, satu dari antara seribu, dan dua dari antara sepuluh ribu, dan mereka akan berdiri sebagai satu tunggal.” (Bdk Ul 32:30; Pkh 7:28)
(24) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Tunjukkan kepada kami tempat di mana engkau berada, sebab kami harus mencarinya.” Ia berkata kepada mereka, “Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar. Ada terang di dalam seorang manusia terang dan terangnya ini menerangi seluruh dunia. Pada waktu terang tidak bercahaya lagi, maka di situlah kegelapan.” (Bdk Mat 6:22-23; Luk 11:34-35, 36)
(25) Yesus berkata, “Kasihilah saudaramu seperti jiwamu sendiri; jaga dan peliharalah ia seperti biji matamu.” (Bdk Mat 22:39; Mrk 12:31; Luk 10:27; Im 19:18)
(26) Yesus berkata, “Suban di mata saudaramu engkau lihat, tetapi balok di matamu sendiri tidak engkau lihat. Kalau engkau sudah mengeluarkan balok itu dari matamu sendiri, barulah engkau bisa melihat dengan jelas untuk mengeluarkan suban dari mata saudaramu itu.” (Bdk Mat 7:3-5; Luk 6:41-42)
(27) “Jika engkau tidak berpuasa dari dunia ini, maka engkau tidak akan menemukan kerajaan itu. Jika engkau tidak memelihara sabat sebagai suatu sabat, maka engkau tidak akan melihat sang bapa.”
(28) Yesus berkata, “Aku berdiri di tengah di dunia ini dan aku tampak oleh mereka di dalam daging. (Bdk Yoh 1:14; 1 Tim 3:16; Ams 1:20-33) Aku dapati mereka semuanya sedang mabuk, tetapi aku tidak menemukan satu pun dari antara mereka yang haus. Jiwaku rindu pada anak-anak manusia karena hati mereka buta dan mereka tidak melihat, sebab mereka datang tanpa membawa apa-apa ke dalam dunia; dan mereka juga berupaya untuk meninggalkan dunia ini tanpa membawa apapun. Adapun mereka itu mabuk. Pada saat mereka membuang anggur mereka, maka mereka akan bertobat.”
(29) Yesus berkata, “Jika daging ada karena roh, maka ini suatu keajaiban. Tetapi jika roh ada karena tubuh, ini adalah suatu keajaiban dari segala keajaiban. Aku terpana bagaimana kekayaan seagung itu telah tinggal dalam kemiskinan ini.” (Bdk Injil Thomas 7; 87; 112)
(30) Yesus berkata, “Di mana ada tiga Allah, mereka ilahi. Di mana ada dua atau satu, di situ aku berada bersama yang satu.”
(31) Yesus berkata, “Tidak ada nabi yang diterima di kampungnya sendiri; seorang tabib tidak menyembuhkan orang-orang yang mengenalnya.” (Bdk Mat 13:57; Mrk 6:4; Luk 4:23-24; Yoh 4:44)
(32) Yesus berkata, “Sebuah kota yang dibangun di atas bukit yang tinggi dan dibentengi, tidak dapat jatuh, juga tidak bisa tetap tersembunyi.” (Bdk Mat 5:14; 7:24-25; Luk 6:47-48)
(33) Yesus berkata, “Apa yang engkau akan dengar dengan telingamu, perdengarkan itu di telinga satunya lagi dari atap rumahmu. Sebab tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, atau menempatkannya di suatu tempat tersembunyi. Melainkan, ia akan meletakkannya di atas kaki dian sehingga setiap orang yang keluar masuk dapat melihat terangnya.” (Bdk Mat 5:15; Luk 11:33; Mrk 4:21; Luk 8:16)
(34) Yesus berkata, “Jika seorang buta menuntun seorang buta, maka keduanya akan jatuh ke dalam sebuah lubang.” (Bdk Mat 15:14; Luk 6:39)
(35) Yesus berkata, “Kamu tidak dapat masuk ke rumah seorang kuat dan merebutnya dengan paksa jika tidak lebih dulu mengikat tangannya. Kalau tangan orang kuat itu sudah diikat, barulah kamu dapat menjarah rumahnya.” (Bdk Mat 12:29; Mrk 3:27; Luk 11:21-22)
INJIL YUDAS
Pendahuluan Injil Yudas: Incipit
Inilah risalah rahasia tentang penyataan yang Yesus telah katakan dalam percakapan dengan Yudas Iskariot selama seminggu, tiga hari sebelum ia merayakan Paskah. Ketika Yesus tampak di muka bumi, ia membuat mukjizat-mukjizat dan keajaiban-keajaiban besar bagi keselamatan manusia. Dan karena beberapa orang [berjalan] dalam jalan kebenaran, sementara yang lainnya berjalan dalam pelanggaran-pelanggaran, dua belas murid dipanggil. Ia pun mulai berbicara dengan mereka perihal rahasia-rahasia di luar dunia dan apa yang akan terjadi pada akhirnya. Seringkali ia tidak tampak kepada murid-muridnya sebagai dirinya sendiri, melainkan ia didapati di antara mereka sebagai seorang anak.
Adegan 1: Yesus Berdialog dengan Murid-muridnya:
Doa syukur atau Ekaristi
Suatu hari ia berada bersama murid-muridnya di Yudea, dan ia dapati mereka sedang berkumpul bersama dan duduk untuk dengan saleh melakukan ibadah. Pada waktu ia [mendekati] para muridnya, [34] sementara mereka sedang berkumpul dan duduk bersama dan mempersembahkan suatu doa syukur atas roti mereka, [ia] pun tertawa.
Murid-murid berkata kepada[nya], “Guru, mengapa engkau menertawakan doa syukur [kami]? Kami sudah melakukan apa yang benar.” Ia menjawab dan berkata kepada mereka, “Aku tidak sedang menertawakan kalian. Kaliantidak sedang melakukan hal ini karena kemauan kalian sendiri tetapi karena melalui hal inilah allah kalian [akan] dipuji.”
Mereka berkata, “Guru, engkau adalah […] sang anak dari allah kami.” Yesus berkata kepada mereka, “Bagaimana kalian mengenal aku? Sesungguhnya [aku] katakan kepada kalian, tidak ada generasi manusia di antara kalian yang akan mengenal aku.” Ketika murid-muridnya mendengar hal ini, mereka pun terpancing marah dan berang dan mulai menghujatnya dalam hati mereka.
Ketika Yesus melihat bahwa mereka tidak memiliki [pengertian, ia pun berkata] kepada mereka, “Mengapa hasutan ini telah membuat kalian marah? Allah kalian yang ada di dalam diri kalian dan […] [35] telah memancing kemarahan [dalam] jiwa kalian. Barangsiapa di antara kalian yang [cukup kuat] di antara manusia [hendaklah] ia memperlihatkan kemanusiaan yang sempurna dan sanggup berdiri di hadapan wajahku.” Mereka semua berkata, “Kami memiliki kekuatan.” Tetapi jiwa-jiwa mereka tidak berani berdiri di hadapan[nya], kecuali Yudas Iskariot. Ia sanggup berdiri di hadapannya, tetapi ia tidak dapat memandang kepadanya pas pada matanya, dan ia pun memalingkan wajahnya.
Yudas [berkata] kepadanya, “Aku mengenal siapa engkau dan dari mana engkau telah datang. Engkau berasal dari kawasan Barbelo [4] yang tidak bisa binasa. Dan aku tidak layak menyebut nama dia yang telah mengutus engkau.”
Yesus Berbicara Pribadi kepada Yudas
Mengetahui bahwa Yudas sedang merenungi sesuatu yang sangat tinggi dan mulia, Yesus berkata kepadanya, “Menyingkirlah dari yang lainnya dan aku akan memberitahumu misteri-misteri kerajaan. Adalah mungkin bagimu untuk mencapainya, tetapi kamu akan berduka luar biasa. [36] Sebab seorang lain akan menggantikanmu, supaya kedua belas [murid] dapat lengkap kembali bersama allah mereka. Yudas berkata kepadanya, “Bilamanakah engkau akan mengatakan hal-hal ini kepadaku, dan [kapankah] hari terang besar akan terbit untuk generasi ini?”
Adegan 2: Yesus Menampakkan Diri Lagi kepada Murid-murid
Esok paginya, setelah ini terjadi, Yesus [menampakkan diri] kembali kepada murid-muridnya. Mereka berkata kepadanya, “Guru, kemanakah engkau telah pergi dan apa yang engkau telah kerjakan ketika engkau meninggalkan kami?” Yesus berkata kepada mereka, “Aku telah pergi ke suatu generasi yang kudus dan agung lainnya.” Murid-muridnya berkata kepadanya, “Tuhan, generasi mana itu, yang lebih tinggi dan lebih kudus dari kami, yang tidak ada sekarang ini di kawasan-kawasan dunia ini?”
Ketika Yesus mendengar ini, ia tertawa dan berkata kepada mereka, “Mengapa engkau berpikir dalam hatimu tentang generasi yang kudus dan kuat itu? [37] Sesungguhnya [aku] berkata kepadamu, tidak ada seorang pun yang dilahirkan dari aeon [= kawasan ilahi] ini yang akan melihat [generasi] itu, dan tidak ada sekumpulan malaikat dari bintang-bintang pun yang akan memerintah generasi itu, dan tidak ada orang yang dilahirkan yang dapat mati, dapat berhubungan dengannya, karena generasi itu tidak berasal dari […] yang telah menjadi […]. Generasi orang-orang di antara[mu] berasal dari generasi kemanusiaan […] kuasa, yang [… sang] kuasa-kuasa lain […] melalui [mana] kamu memerintah.” Pada waktu murid-murid[nya] mendengar hal ini, mereka masing-masing bergumul dalam roh. Mereka tidak dapat mengatakan suatu perkataan pun.
Pada suatu hari lainnya, Yesus datang kepada [mereka]. Mereka berkata kepada[nya], “Guru, kami telah melihat engkau di dalam suatu [penglihatan], sebab kami telah mengalami [mimpi-mimpi] besar […] malam hari […].” [Ia berkata], “Mengapa [kalian] telah [… ketika]pergi bersembunyi?” [38]
Murid-murid Melihat Bait Allah dan Membicarakannya
Mereka [berkata, “Kami telah melihat] sebuah [rumah] besar [dengan sebuah] altar besar [di dalamnya, dan] dua belas orang —mereka, kami dapat katakan, adalah para imam— dan sebuah nama; dan orang banyak sedang menunggu di altar itu, [sampai] para imam itu [… dan menerima] persembahan-persembahan. [Tetapi] kami terus menanti.” [Yesus berkata], “Seperti apa [para imam] itu?” Mereka [berkata, “Beberapa …] dua minggu; [beberapa] mengorbankan anak-anak mereka sendiri; yang lainnya isteri-isteri mereka, dalam pujian [dan] kerendahan hati satu sama lainnya; beberapa tidur dengan orang laki-laki; beberapa terlibat di dalam [pembunuhan]; beberapa melakukan berlipatganda dosa dan tindakan-tindakan melawan hukum. Dan orang-orang yang berdiri [di depan] altar itu memanggil [nama]mu, [39] dan dalam semua tindakan mereka yang serba kekurangan (cahaya ilahi), kurban-kurban dibawa untuk kelengkapan […].” Setelah mereka mengatakan hal ini, mereka berdiam diri, sebab mereka dilanda perasaan galau.
Yesus Mengajukan sebuah Tafsiran Alegoris terhadap
Penglihatan mengenai Bait Allah
Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa hati kalian susah? Sesungguhnya aku katakan kepadamu, semua imam yang berdiri di hadapan altar itu memanggil namaku. Lagi aku katakan kepadamu, namaku telah ditulis di atas […] dari generasi-generasi bintang-bintang melalui generasi-generasi manusia. [Dan mereka] telah menanam pohon-pohon tanpa buah, di dalam namaku, dengan suatu cara yang memalukan.”
Yesus berkata kepada mereka, “Orang-orang yang kalian telah lihat menerima persembahan-persembahan di altar itu — itu adalah kalian sendiri. Itu adalah allah yang kalian layani, dan kalian adalah dua belas orang yang kalian telah lihat. Hewan yang kalian telah lihat dibawa untuk dikurbankan adalah banyak orang yang kalian telah sesatkan [40] di hadapan altar itu. […] akan berdiri dan memakai namaku dengan cara ini, dan generasi-generasi orang-orang saleh akan tetap setia kepadanya. Setelah dia, seorang lain akan berdiri di sana dari antara [para pezinah], dan seorang lain [akan] berdiri di sana dari para pembunuh anak-anak, dan seorang lain dari antara orang-orang yang tidur dengan laki-laki, dan mereka yang berpantang, dan sisa dari orang-orang yang najis, dan yang tidak menurut hukum dan yang melakukan kesalahan, dan mereka yang berkata, ‘Kami seperti para malaikat’; mereka adalah bintang-bintang yang membawa segala sesuatunya kepada akhirnya. Sebab kepada generasi-generasi manusia telah dikatakan, ‘Lihat, Allah telah menerima kurban kalian dari tangan-tangan seorang imam’ — yaitu, seorang pelayan kesalahan. Tetapi adalah Tuhan, Tuhan alam semesta, yang memberi perintah, ‘Pada hari terakhir mereka akan dipermalukan.’”[41]
Yesus berkata [kepada mereka], “Hentikanlah pemberian [kur]ban […] yang engkau telah […] atas altar itu, sebab mereka berada di atas bintang-bintangmu dan malaikat-malaikatmu dan telah datang kepada akhirnya di sana. Karena itu biarkanlah mereka [terpikat] di hadapanmu, dan hendaklah mereka pergi [ —kurang lebih 15 baris hilang—] generasi-generasi […]. Seorang pembuat roti tidak dapat memberi makan semua ciptaan [42] di bawah [langit]. Dan […] kepada mereka […] dan […] kepada kita dan […].”
Yesus berkata kepada mereka, “Berhentilah bergumul dengan aku. Masing-masing dari kalian memiliki bintang sendiri, dan setiap [orang —kira-kira 17 baris hilang—] [43] di dalam […] yang telah datang [… musim semi] untuk pepohonan […] dari aeon ini […] untuk sejenak […] tetapi dia telah datang untuk mengairi taman Allah, dan [generasi] yang akan berlangsung, karena [ia] tidak akan mencemarkan [jalan dari kehidupan dari] generasi itu, tetapi […] untuk selamanya.”
Yudas Bertanya kepada Yesus perihal Generasi Itu
dan Generasi-generasi Manusia
Yudas berkata kepada[nya, “Gur]u, apa jenis buah yang dihasilkan generasi ini?” Yesus berkata, “Jiwa-jiwa dari setiap generasi manusia akan mati. Tetapi ketika orang-orang ini telah melengkapi waktu kerajaan dan roh meninggalkan mereka, tubuh-tubuh mereka akan mati tetapi roh-roh mereka akan tetap hidup, dan mereka akan diangkat.” Yudas berkata, “Dan apa yang akan dikerjakan oleh sisa generasi-generasi manusia?”
Yesus berkata, “Tidaklah mungkin [44] untuk menabur benih di atas [batu karang] dan memanen buahnya. [Ini]lah juga yang […] telah dilakukan generasi yang [cemar] ini […] dan Sophia yang dapat rusak […] tangan yang telah mencipta manusia fana, sehingga jiwa-jiwa mereka naik ke atas kawasan-kawasan kekal di atas sana. [Sesungguhnya] aku berkata kepadamu, […] malaikat […] kuasa akan dapat melihat […] itu hal-hal ini kepada siapa […] generasi-generasi kudus […].”
Setelah Yesus mengatakan hal ini, ia pun pergilah.
Adegan 3: Yudas Menceritakan sebuah Penglihatan
dan Yesus Memberi Tanggapan
Yudas berkata, “Guru, sebagaimana engkau telah mendengar mereka semua, kini dengarkan aku. Sebab aku telah melihat sebuah penglihatan besar.” Ketika Yesus mendengar hal ini, ia tertawa dan berkata kepadanya, “Kau roh ketigabelas, mengapa engkau berusaha begitu keras? Tapi berbicaralah, dan aku akan menanggungnya bersama engkau.”
Yudas berkata kepadanya, “Di dalam penglihatan itu, aku melihat diriku sendiri sementara kedua belas murid melempari aku dengan batu dan [45] menganiaya [aku dengan kejamnya]. Dan aku juga datang ke tempat di mana […] setelah engkau. Aku melihat [sebuah rumah …], dan mataku tidak dapat [memahami] ukurannya. Orang banyak dalam jumlah besar mengitarinya, dan rumah itusebuah atap yang ditumbuhi pohon-pohon hijau, dan di tengah rumah itu adalah [suatu kerumunan —2 baris hilang —], berkata, ‘Guru, bawalah aku bersama orang-orang ini.’”
[Yesus] menjawab dan berkata, “Yudas, bintangmu telah menyesatkan engkau.” Ia melanjutkan, “Tidak ada seorang pun yang dilahirkan dari manusia yang dapat mati layak untuk memasuki rumah yang engkau telah lihat itu, sebab tempat itu hanya diperuntukkan bagi yang kudus. Matahari atau pun bulan tidak akan berkuasa di sana, begitu juga siang hari, tetapi yang kudus akan tetap tinggal di sana, dalam tempat kekal bersama dengan malaikat-malaikat kudus. Lihatlah, aku telah menjelaskan kepadamu misteri-misteri kerajaan [46] dan aku telah mengajar kamu perihal kesalahan dari bintang-bintang; dan […] mengirimnya […] pada dua belas aeon.”
Yudas Bertanya perihal Nasibnya Sendiri
Yudas berkata, “Guru, dapatkah benihku berada di bawah kendali para penguasa?” Yesus menjawab dan berkata kepadanya, “Datanglah, supaya aku [-2 baris hilang-], tetapi bahwa engkau akan banyak berduka ketika engkau melihat kerajaan dan semua generasinya.” Ketika ia mendengar hal ini, Yudas berkata kepadanya, “Bukankah betapa baiknya aku telah menerima ini? Sebab engkau sudah memisahkan aku untuk generasi itu.” Yesus menjawab dan berkata, “Engkau akan menjadi yang ketigabelas, dan engkau akan dikutuk oleh generasi-generasi lainnya— dan engkau akan berkuasa atas mereka. Pada hari-hari terakhir, mereka akan mengutuk kenaikanmu [47] kepada [generasi] yang kudus itu.”
Yesus Mengajarkan Yudas tentang Kosmologi:
Roh dan Yang Lahir-Sendiri
Yesus berkata, “[Datanglah], supaya aku dapat mengajarkan engkau perihal [rahasia-rahasia] yang tidak seorang pun [telah] pernah melihatnya. Sebab ada suatu kawasan yang besar dan tidak terbatas, yang luasnya belum pernah dilihat oleh generasi malaikat-malaikat, [yang di dalamnya] ada [suatu] [Roh] Besar yang tidak kelihatan,
Yang belum pernah dilihat mata seorang malaikat pun,
Yang tidak pernah dipahami oleh pikiran dan hati siapa pun,
dan ini tidak pernah disebut dengan sebuah nama apa pun.
Dan suatu awan kemuliaan muncul di sana. Ia (Roh besar itu) berkata, ‘Hendaklah seorang malaikat tercipta sebagai penolongku’”
“Seorang malaikat besar, yang ilahi, yang tercerahkan, yang Lahir-Sendiri (autogenēs), muncul dari awan itu. Karena dia, empat malaikat lain tercipta dari suatu awan yang lain, dan mereka menjadi penolong-penolong bagi malaikat yang Lahir-Sendiri itu. Yang Lahir-Sendiri itu berkata, [48] ‘Hendaklah […] tercipta […], dan ia pun terciptalah […]. Dan ia [menciptakan] benda penerang yang pertama untuk memerintah atasnya. Ia berkata, ‘Hendaklah malaikat-malaikat tercipta untuk melayani[nya]’, dan sejumlah besar yang tak terhitung jumlahnya tercipta. Ia berkata, ‘[Hendaklah] suatu aeon yang tercerahkan tercipta’, dan ia pun terciptalah. Ia menciptakan benda penerang yang kedua [untuk] memerintah atasnya, bersama dengan sejumlah besar malaikat yang tidak terhitung jumlahnya, untuk memberikan pelayanan. Itulah bagaimana ia menciptakan aeon-aeon yang tercerahkan lainnya. Ia membuat mereka memerintah atas mereka, dan ia mencipta bagi mereka sejumlah besar malaikat yang tidak terhitung jumlahnya, untuk membantu mereka.”
Adamas dan Benda-benda Penerang
“Adamas berada dalam awan kemuliaan yang pertama sehingga tidak seorang malaikat pun pernah melihatnya di antara semua yang disebut ‘Allah’. Ia [49] […] bahwa […] gambar itu […] dan menurut gambar dari malaikat [ini]. Ia membuat [generasi] Set yang tidak dapat rusak muncul […] yang dua belas […] yang dua puluh empat […]. Ia membuat tujuh puluh dua benda penerang muncul di dalam generasi yang tidak dapat rusak, sejalan dengan kehendak Roh itu. Tujuh puluh dua benda penerang itu sendiri membuat tiga ratus enam puluh benda penerang muncul di dalam generasi yang tidak bisa rusak itu, sejalan dengan kehendak Roh itu, bahwa jumlah mereka masing-masing haruslah lima.”
“Dua belas aeon dari dua belas benda penerang itu menjadi bapak mereka, dengan enam langit untuk masing-masing aeon, sehingga ada tujuh puluh dua langit bagi tujuh puluh dua benda penerang, dan bagi masing-masing [50] [dari mereka lima] cakrawala, [untuk keseluruhan dari] tiga ratus enam puluh [cakrawala…]. Mereka diberikan kuasa dan sejumlah [besar] malaikat [yang tidak terhitung besarnya], bagi kemuliaan dan sembah, [dan setelah itu juga] roh-roh perawan, bagi kemuliaan dan [sembah] bagi seluruh aeon dan langit dan cakrawala.”
Jagad Raya, Kekacauan, dan Dunia Orang Mati
“Jumlah besar makhluk-makhluk yang tidak bisa binasa itu dinamakan jagat raya — yakni, hukuman kekal setelah kematian —oleh sang Bapa dan tujuh puluh dua benda penerang yang berada bersama dengan Yang Lahir-Sendiri itu dan tujuh puluh dua aeon-nya. Di dalamnya (di dalam jagat raya) manusia pertama muncul dengan kuasa-kuasanya yang tidak dapat rusak. Dan aeon yang muncul bersama generasinya itu, aeon yang di dalamnya ada awan pengetahuan (Koptik, dari kata Yunani gnōsis) dan malaikat itu, dinamakan [51] El. […] aeon […] setelah itu […] mengatakan, ‘Hendaklah dua belas malaikat tercipta [untuk] memerintah kekacauan dan [dunia orang mati].’ Dan lihatlah, dari awan itu muncul seorang [malaikat] yang wajahnya berkilat-kilat oleh api dan yang penampakannya dinajiskan oleh darah. Namanya adalah Nebro, yang berarti ‘pemberontak’; yang lainnya menamakannya Yaldabaoth [= anak kekacauan; atau “anak jagad raya”]. Seorang malaikat lain, Saklas, juga telah datang dari awan itu. Maka Nebro menciptakan enam malaikat —demikian juga Saklas — untuk menjadi penolong-penolong, dan ini menghasilkan dua belas malaikat di sorga, dengan masing-masing menerima suatu bagian di dalam sorga.”
Para Penguasa dan Malaikat
“Dua belas penguasa berbicara kepada dua belas malaikat: ‘Hendaklah masing-masing kamu [52] […] dan biarkan mereka […] generasi [—1 baris hilang—] malaikat-malaikat’:
Yang pertama adalah [S]et, yang disebut Kristus.
Yang [kedua] adalah Hamathoth, yang adalah […].
Yang [ketiga] adalah Galia.
Yang keempat adalah Yobel.
Yang kelima [adalah] Adonaios.
Inilah sang lima yang memerintah atas dunia orang mati, dan pertama-tama atas kekacauan.
Penciptaan Manusia
“Lalu Saklas berkata kepada malaikat-malaikatnya, ‘Marilah kita mencipta seorang manusia menurut rupa dan gambar itu.’ Mereka pun mencipta Adam dan isterinya Hawa, yang disebut, dalam awan itu, Zoe [= kehidupan]. Sebab oleh nama inilah semua generasi mencari manusia, dan masing-masing mereka menyebut perempuan itu dengan nama-nama ini. Adapun, Saklas tidak [53] memerin[tah …] kecuali […] gene[rasi …] itu dan ini […]. Dan sang [penguasa] itu berkata kepada Adam, ‘Kamu akan hidup lama, dengan anak-anakmu.’”
Yudas Bertanya perihal Nasib Adam dan Umat Manusia
Yudas berkata kepada Yesus, “[Apakah] maksud dari lamanya waktu yang di dalamnya manusia akan hidup?” Yesus menjawab, “Mengapa kamu bertanya-tanya tentang hal ini, yakni bahwa Adam, dengan generasinya, telah menjalani masa hidupnya di tempat di mana ia telah menerima kerajaannya, dengan umur panjang bersama penguasanya?”
Yudas berkata kepada Yesus, “Apakah roh manusia akan mati?” Yesus berkata, “Itulah sebabnya Allah telah memerintahkan Mikhael untuk memberi roh-roh manusia kepada mereka sebagai suatu hutang, sehingga mereka dapat memberikan pelayanan, tetapi Sang Besar itu memerintahkan Gabriel untuk memberi roh-roh kepada generasi besar itu dengan tanpa penguasa atasnya — maksudnya, memberikan roh dan jiwa. Karena itu, roh-roh yang [lainnya] [54] [— 1 baris hilang—].
Yesus bersama Yudas dan Yang Lainnya
Membicarakan Kehancuran Orang Fasik
“[…] terang [— hampir 2 baris hilang—] sekitar […] hendaklah […] roh [maksudnya] di dalam kamu tinggal di dalam [daging] ini di antara generasi-generasi para malaikat. Tetapi Allah menyebabkan pengetahuan [diberi] kepada Adam dan kepada mereka yang bersamanya, sehingga raja-raja kekacauan dan dunia orang mati tidak dapat berkuasa atas mereka.
Yudas berkata kepada Yesus, “Lalu apa yang akan diperbuat generasi-generasi itu?” Yesus berkata, “Sesungguhnya aku katakan kepadamu, bagi mereka semua bintang-bintang membawa semua materi kepada penggenapannya. Pada waktu Saklas menyelesaikan jangka waktu hidup yang diberikan kepadanya, bintang pertama mereka akan muncul bersama generasi-generasi itu, dan mereka akan mengakhiri apa yang mereka telah katakan akan mereka akhiri. Maka mereka akan berzinah dalam namaku dan membunuh anak-anak mereka [55] dan mereka akan […] dan [—kira-kira enam setengah baris hilang —] namaku, dan ia akan […] bintangmu atas aeon yang ke[tiga]belas.”
Setelah itu Yesus [tertawa].
[Yudas berkata], “Guru, [mengapa kamu menertawakan kami]?”
[Yesus] menjawab [dan berkata], “Aku tidak sedang menertawakan [kalian], tetapi menertawakan kesalahan bintang-bintang itu, sebab enam bintang ini berkelana tanpa arah bersama lima penyerang ini, dan mereka semua akan dihancurkan bersama dengan ciptaan-ciptaan mereka.”
Yesus Berbicara tentang Orang-orang yang Dibaptis,
dan Penyerahan Diri Yesus oleh Yudas
Yudas berkata kepada Yesus, “Perhatikanlah, apa yang akan dilakukan oleh orang-orang yang sudah dibaptis dalam namamu itu?” Yesus berkata, “Sesungguhnya aku katakan [kepadamu], baptisan ini [56] […] namaku [— kira-kira 9 baris hilang —] kepadaku. Sesungguhnya [aku] katakan kepadamu, Yudas, [mereka yang] memberikan kurban-kurban untuk Saklas […] Allah [—kira-kira 3 baris hilang —] segala sesuatu yang jahat.” “Tetapi engkau akan mengungguli mereka semua. Sebab engkau akan mengorbankan tubuh insani yang membungkus aku.”
Tandukmu sudah diangkat,
Amarahmu telah bernyala,
Bintangmu telah tampak dengan gemilang,
dan hatimu telah {…} [57]
“Sesungguhnya […] yang terakhir darimu […] menjadi [— kira-kira dua setengah baris hilang—], sebab ia akan dibinasakan. Maka gambar dari generasi besar Adam akan dimuliakan, sebab sebelum ada surga, bumi, dan para malaikat, generasi itu, yang berasal dari alam kekal, sudah ada. Lihatlah, segala sesuatu sudah diberitahu kepadamu. Angkatlah matamu dan lihatlah awan itu dan terang yang ada di dalamnya dan bintang-bintang yang mengitarinya. Bintang yang memimpin di depan adalah bintangmu.”
Yudas mengangkat matanya dan melihat awan kemuliaan, dan ia masuk ke dalamnya. Mereka yang berdiri di bawah mendengar suatu suara yang datang dari awan itu, katanya, [58] […] generasi yang besar […] … gambar […] [—kira-kira lima baris hilang—].
Bagian Akhir: Yudas Menyerahkan Yesus
[…] Imam-imam besar mereka berbisik-bisik karena [ia (Yesus)] telah memasuki ruang tamu (= ruang Perjamuan Terakhir) untuk berdoa. Tetapi beberapa ahli Taurat sedang seksama memantau keadaan, karena mereka mau menangkapnya ketika ia sedang berdoa, sebab mereka takut akan orang banyak, sebab ia dipandang oleh semua orang sebagai seorang nabi.
Mereka mendekati Yudas dan berkata kepadanya, “Apa yang engkau sedang kerjakan di sini? Engkau murid Yesus.” Yudas menjawab mereka seperti yang mereka kehendaki. Dan ia pun menerima sejumlah uang dan menyerahkan Yesus kepada mereka.
Inilah risalah rahasia tentang penyataan yang Yesus telah katakan dalam percakapan dengan Yudas Iskariot selama seminggu, tiga hari sebelum ia merayakan Paskah. Ketika Yesus tampak di muka bumi, ia membuat mukjizat-mukjizat dan keajaiban-keajaiban besar bagi keselamatan manusia. Dan karena beberapa orang [berjalan] dalam jalan kebenaran, sementara yang lainnya berjalan dalam pelanggaran-pelanggaran, dua belas murid dipanggil. Ia pun mulai berbicara dengan mereka perihal rahasia-rahasia di luar dunia dan apa yang akan terjadi pada akhirnya. Seringkali ia tidak tampak kepada murid-muridnya sebagai dirinya sendiri, melainkan ia didapati di antara mereka sebagai seorang anak.
Adegan 1: Yesus Berdialog dengan Murid-muridnya:
Doa syukur atau Ekaristi
Suatu hari ia berada bersama murid-muridnya di Yudea, dan ia dapati mereka sedang berkumpul bersama dan duduk untuk dengan saleh melakukan ibadah. Pada waktu ia [mendekati] para muridnya, [34] sementara mereka sedang berkumpul dan duduk bersama dan mempersembahkan suatu doa syukur atas roti mereka, [ia] pun tertawa.
Murid-murid berkata kepada[nya], “Guru, mengapa engkau menertawakan doa syukur [kami]? Kami sudah melakukan apa yang benar.” Ia menjawab dan berkata kepada mereka, “Aku tidak sedang menertawakan kalian. Kalian
Mereka berkata, “Guru, engkau adalah […] sang anak dari allah kami.” Yesus berkata kepada mereka, “Bagaimana kalian mengenal aku? Sesungguhnya [aku] katakan kepada kalian, tidak ada generasi manusia di antara kalian yang akan mengenal aku.” Ketika murid-muridnya mendengar hal ini, mereka pun terpancing marah dan berang dan mulai menghujatnya dalam hati mereka.
Ketika Yesus melihat bahwa mereka tidak memiliki [pengertian, ia pun berkata] kepada mereka, “Mengapa hasutan ini telah membuat kalian marah? Allah kalian yang ada di dalam diri kalian dan […] [35] telah memancing kemarahan [dalam] jiwa kalian. Barangsiapa di antara kalian yang [cukup kuat] di antara manusia [hendaklah] ia memperlihatkan kemanusiaan yang sempurna dan sanggup berdiri di hadapan wajahku.” Mereka semua berkata, “Kami memiliki kekuatan.” Tetapi jiwa-jiwa mereka tidak berani berdiri di hadapan[nya], kecuali Yudas Iskariot. Ia sanggup berdiri di hadapannya, tetapi ia tidak dapat memandang kepadanya pas pada matanya, dan ia pun memalingkan wajahnya.
Yudas [berkata] kepadanya, “Aku mengenal siapa engkau dan dari mana engkau telah datang. Engkau berasal dari kawasan Barbelo
Yesus Berbicara Pribadi kepada Yudas
Mengetahui bahwa Yudas sedang merenungi sesuatu yang sangat tinggi dan mulia, Yesus berkata kepadanya, “Menyingkirlah dari yang lainnya dan aku akan memberitahumu misteri-misteri kerajaan. Adalah mungkin bagimu untuk mencapainya, tetapi kamu akan berduka luar biasa. [36] Sebab seorang lain akan menggantikanmu, supaya kedua belas [murid] dapat lengkap kembali bersama allah mereka. Yudas berkata kepadanya, “Bilamanakah engkau akan mengatakan hal-hal ini kepadaku, dan [kapankah] hari terang besar akan terbit untuk generasi ini?”
Adegan 2: Yesus Menampakkan Diri Lagi kepada Murid-murid
Esok paginya, setelah ini terjadi, Yesus [menampakkan diri] kembali kepada murid-muridnya. Mereka berkata kepadanya, “Guru, kemanakah engkau telah pergi dan apa yang engkau telah kerjakan ketika engkau meninggalkan kami?” Yesus berkata kepada mereka, “Aku telah pergi ke suatu generasi yang kudus dan agung lainnya.” Murid-muridnya berkata kepadanya, “Tuhan, generasi mana itu, yang lebih tinggi dan lebih kudus dari kami, yang tidak ada sekarang ini di kawasan-kawasan dunia ini?”
Ketika Yesus mendengar ini, ia tertawa dan berkata kepada mereka, “Mengapa engkau berpikir dalam hatimu tentang generasi yang kudus dan kuat itu? [37] Sesungguhnya [aku] berkata kepadamu, tidak ada seorang pun yang dilahirkan dari aeon [= kawasan ilahi] ini yang akan melihat [generasi] itu, dan tidak ada sekumpulan malaikat dari bintang-bintang pun yang akan memerintah generasi itu, dan tidak ada orang yang dilahirkan yang dapat mati, dapat berhubungan dengannya, karena generasi itu tidak berasal dari […] yang telah menjadi […]. Generasi orang-orang di antara[mu] berasal dari generasi kemanusiaan […] kuasa, yang [… sang] kuasa-kuasa lain […] melalui [mana] kamu memerintah.” Pada waktu murid-murid[nya] mendengar hal ini, mereka masing-masing bergumul dalam roh. Mereka tidak dapat mengatakan suatu perkataan pun.
Pada suatu hari lainnya, Yesus datang kepada [mereka]. Mereka berkata kepada[nya], “Guru, kami telah melihat engkau di dalam suatu [penglihatan], sebab kami telah mengalami [mimpi-mimpi] besar […] malam hari […].” [Ia berkata], “Mengapa [kalian] telah [… ketika]
Murid-murid Melihat Bait Allah dan Membicarakannya
Mereka [berkata, “Kami telah melihat] sebuah [rumah] besar [dengan sebuah] altar besar [di dalamnya, dan] dua belas orang —mereka, kami dapat katakan, adalah para imam— dan sebuah nama; dan orang banyak sedang menunggu di altar itu, [sampai] para imam itu [… dan menerima] persembahan-persembahan. [Tetapi] kami terus menanti.” [Yesus berkata], “Seperti apa [para imam] itu?” Mereka [berkata, “Beberapa …] dua minggu; [beberapa] mengorbankan anak-anak mereka sendiri; yang lainnya isteri-isteri mereka, dalam pujian [dan] kerendahan hati satu sama lainnya; beberapa tidur dengan orang laki-laki; beberapa terlibat di dalam [pembunuhan]; beberapa melakukan berlipatganda dosa dan tindakan-tindakan melawan hukum. Dan orang-orang yang berdiri [di depan] altar itu memanggil [nama]mu, [39] dan dalam semua tindakan mereka yang serba kekurangan (cahaya ilahi), kurban-kurban dibawa untuk kelengkapan […].” Setelah mereka mengatakan hal ini, mereka berdiam diri, sebab mereka dilanda perasaan galau.
Yesus Mengajukan sebuah Tafsiran Alegoris terhadap
Penglihatan mengenai Bait Allah
Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa hati kalian susah? Sesungguhnya aku katakan kepadamu, semua imam yang berdiri di hadapan altar itu memanggil namaku. Lagi aku katakan kepadamu, namaku telah ditulis di atas […] dari generasi-generasi bintang-bintang melalui generasi-generasi manusia. [Dan mereka] telah menanam pohon-pohon tanpa buah, di dalam namaku, dengan suatu cara yang memalukan.”
Yesus berkata kepada mereka, “Orang-orang yang kalian telah lihat menerima persembahan-persembahan di altar itu — itu adalah kalian sendiri. Itu adalah allah yang kalian layani, dan kalian adalah dua belas orang yang kalian telah lihat. Hewan yang kalian telah lihat dibawa untuk dikurbankan adalah banyak orang yang kalian telah sesatkan [40] di hadapan altar itu. […] akan berdiri dan memakai namaku dengan cara ini, dan generasi-generasi orang-orang saleh akan tetap setia kepadanya. Setelah dia, seorang lain akan berdiri di sana dari antara [para pezinah], dan seorang lain [akan] berdiri di sana dari para pembunuh anak-anak, dan seorang lain dari antara orang-orang yang tidur dengan laki-laki, dan mereka yang berpantang, dan sisa dari orang-orang yang najis, dan yang tidak menurut hukum dan yang melakukan kesalahan, dan mereka yang berkata, ‘Kami seperti para malaikat’; mereka adalah bintang-bintang yang membawa segala sesuatunya kepada akhirnya. Sebab kepada generasi-generasi manusia telah dikatakan, ‘Lihat, Allah telah menerima kurban kalian dari tangan-tangan seorang imam’ — yaitu, seorang pelayan kesalahan. Tetapi adalah Tuhan, Tuhan alam semesta, yang memberi perintah, ‘Pada hari terakhir mereka akan dipermalukan.’”[41]
Yesus berkata [kepada mereka], “Hentikanlah pemberian [kur]ban […] yang engkau telah […] atas altar itu, sebab mereka berada di atas bintang-bintangmu dan malaikat-malaikatmu dan telah datang kepada akhirnya di sana. Karena itu biarkanlah mereka [terpikat] di hadapanmu, dan hendaklah mereka pergi [ —kurang lebih 15 baris hilang—] generasi-generasi […]. Seorang pembuat roti tidak dapat memberi makan semua ciptaan [42] di bawah [langit]. Dan […] kepada mereka […] dan […] kepada kita dan […].”
Yesus berkata kepada mereka, “Berhentilah bergumul dengan aku. Masing-masing dari kalian memiliki bintang sendiri, dan setiap [orang —kira-kira 17 baris hilang—] [43] di dalam […] yang telah datang [… musim semi] untuk pepohonan […] dari aeon ini […] untuk sejenak […] tetapi dia telah datang untuk mengairi taman Allah, dan [generasi] yang akan berlangsung, karena [ia] tidak akan mencemarkan [jalan dari kehidupan dari] generasi itu, tetapi […] untuk selamanya.”
Yudas Bertanya kepada Yesus perihal Generasi Itu
dan Generasi-generasi Manusia
Yudas berkata kepada[nya, “Gur]u, apa jenis buah yang dihasilkan generasi ini?” Yesus berkata, “Jiwa-jiwa dari setiap generasi manusia akan mati. Tetapi ketika orang-orang ini telah melengkapi waktu kerajaan dan roh meninggalkan mereka, tubuh-tubuh mereka akan mati tetapi roh-roh mereka akan tetap hidup, dan mereka akan diangkat.” Yudas berkata, “Dan apa yang akan dikerjakan oleh sisa generasi-generasi manusia?”
Yesus berkata, “Tidaklah mungkin [44] untuk menabur benih di atas [batu karang] dan memanen buahnya. [Ini]lah juga yang […] telah dilakukan generasi yang [cemar] ini […] dan Sophia yang dapat rusak […] tangan yang telah mencipta manusia fana, sehingga jiwa-jiwa mereka naik ke atas kawasan-kawasan kekal di atas sana. [Sesungguhnya] aku berkata kepadamu, […] malaikat […] kuasa akan dapat melihat […] itu hal-hal ini kepada siapa […] generasi-generasi kudus […].”
Setelah Yesus mengatakan hal ini, ia pun pergilah.
Adegan 3: Yudas Menceritakan sebuah Penglihatan
dan Yesus Memberi Tanggapan
Yudas berkata, “Guru, sebagaimana engkau telah mendengar mereka semua, kini dengarkan aku. Sebab aku telah melihat sebuah penglihatan besar.” Ketika Yesus mendengar hal ini, ia tertawa dan berkata kepadanya, “Kau roh ketigabelas, mengapa engkau berusaha begitu keras? Tapi berbicaralah, dan aku akan menanggungnya bersama engkau.”
Yudas berkata kepadanya, “Di dalam penglihatan itu, aku melihat diriku sendiri sementara kedua belas murid melempari aku dengan batu dan [45] menganiaya [aku dengan kejamnya]. Dan aku juga datang ke tempat di mana […] setelah engkau. Aku melihat [sebuah rumah …], dan mataku tidak dapat [memahami] ukurannya. Orang banyak dalam jumlah besar mengitarinya, dan rumah itu
[Yesus] menjawab dan berkata, “Yudas, bintangmu telah menyesatkan engkau.” Ia melanjutkan, “Tidak ada seorang pun yang dilahirkan dari manusia yang dapat mati layak untuk memasuki rumah yang engkau telah lihat itu, sebab tempat itu hanya diperuntukkan bagi yang kudus. Matahari atau pun bulan tidak akan berkuasa di sana, begitu juga siang hari, tetapi yang kudus akan tetap tinggal di sana, dalam tempat kekal bersama dengan malaikat-malaikat kudus. Lihatlah, aku telah menjelaskan kepadamu misteri-misteri kerajaan [46] dan aku telah mengajar kamu perihal kesalahan dari bintang-bintang; dan […] mengirimnya […] pada dua belas aeon.”
Yudas Bertanya perihal Nasibnya Sendiri
Yudas berkata, “Guru, dapatkah benihku berada di bawah kendali para penguasa?” Yesus menjawab dan berkata kepadanya, “Datanglah, supaya aku [-2 baris hilang-], tetapi bahwa engkau akan banyak berduka ketika engkau melihat kerajaan dan semua generasinya.” Ketika ia mendengar hal ini, Yudas berkata kepadanya, “Bukankah betapa baiknya aku telah menerima ini? Sebab engkau sudah memisahkan aku untuk generasi itu.” Yesus menjawab dan berkata, “Engkau akan menjadi yang ketigabelas, dan engkau akan dikutuk oleh generasi-generasi lainnya— dan engkau akan berkuasa atas mereka. Pada hari-hari terakhir, mereka akan mengutuk kenaikanmu [47] kepada [generasi] yang kudus itu.”
Yesus Mengajarkan Yudas tentang Kosmologi:
Roh dan Yang Lahir-Sendiri
Yesus berkata, “[Datanglah], supaya aku dapat mengajarkan engkau perihal [rahasia-rahasia] yang tidak seorang pun [telah] pernah melihatnya. Sebab ada suatu kawasan yang besar dan tidak terbatas, yang luasnya belum pernah dilihat oleh generasi malaikat-malaikat, [yang di dalamnya] ada [suatu] [Roh] Besar yang tidak kelihatan,
Yang belum pernah dilihat mata seorang malaikat pun,
Yang tidak pernah dipahami oleh pikiran dan hati siapa pun,
dan ini tidak pernah disebut dengan sebuah nama apa pun.
Dan suatu awan kemuliaan muncul di sana. Ia (Roh besar itu) berkata, ‘Hendaklah seorang malaikat tercipta sebagai penolongku’”
“Seorang malaikat besar, yang ilahi, yang tercerahkan, yang Lahir-Sendiri (autogenēs), muncul dari awan itu. Karena dia, empat malaikat lain tercipta dari suatu awan yang lain, dan mereka menjadi penolong-penolong bagi malaikat yang Lahir-Sendiri itu. Yang Lahir-Sendiri itu berkata, [48] ‘Hendaklah […] tercipta […], dan ia pun terciptalah […]. Dan ia [menciptakan] benda penerang yang pertama untuk memerintah atasnya. Ia berkata, ‘Hendaklah malaikat-malaikat tercipta untuk melayani[nya]’, dan sejumlah besar yang tak terhitung jumlahnya tercipta. Ia berkata, ‘[Hendaklah] suatu aeon yang tercerahkan tercipta’, dan ia pun terciptalah. Ia menciptakan benda penerang yang kedua [untuk] memerintah atasnya, bersama dengan sejumlah besar malaikat yang tidak terhitung jumlahnya, untuk memberikan pelayanan. Itulah bagaimana ia menciptakan aeon-aeon yang tercerahkan lainnya. Ia membuat mereka memerintah atas mereka, dan ia mencipta bagi mereka sejumlah besar malaikat yang tidak terhitung jumlahnya, untuk membantu mereka.”
Adamas dan Benda-benda Penerang
“Adamas berada dalam awan kemuliaan yang pertama sehingga tidak seorang malaikat pun pernah melihatnya di antara semua yang disebut ‘Allah’. Ia [49] […] bahwa […] gambar itu […] dan menurut gambar dari malaikat [ini]. Ia membuat [generasi] Set yang tidak dapat rusak muncul […] yang dua belas […] yang dua puluh empat […]. Ia membuat tujuh puluh dua benda penerang muncul di dalam generasi yang tidak dapat rusak, sejalan dengan kehendak Roh itu. Tujuh puluh dua benda penerang itu sendiri membuat tiga ratus enam puluh benda penerang muncul di dalam generasi yang tidak bisa rusak itu, sejalan dengan kehendak Roh itu, bahwa jumlah mereka masing-masing haruslah lima.”
“Dua belas aeon dari dua belas benda penerang itu menjadi bapak mereka, dengan enam langit untuk masing-masing aeon, sehingga ada tujuh puluh dua langit bagi tujuh puluh dua benda penerang, dan bagi masing-masing [50] [dari mereka lima] cakrawala, [untuk keseluruhan dari] tiga ratus enam puluh [cakrawala…]. Mereka diberikan kuasa dan sejumlah [besar] malaikat [yang tidak terhitung besarnya], bagi kemuliaan dan sembah, [dan setelah itu juga] roh-roh perawan, bagi kemuliaan dan [sembah] bagi seluruh aeon dan langit dan cakrawala.”
Jagad Raya, Kekacauan, dan Dunia Orang Mati
“Jumlah besar makhluk-makhluk yang tidak bisa binasa itu dinamakan jagat raya — yakni, hukuman kekal setelah kematian —oleh sang Bapa dan tujuh puluh dua benda penerang yang berada bersama dengan Yang Lahir-Sendiri itu dan tujuh puluh dua aeon-nya. Di dalamnya (di dalam jagat raya) manusia pertama muncul dengan kuasa-kuasanya yang tidak dapat rusak. Dan aeon yang muncul bersama generasinya itu, aeon yang di dalamnya ada awan pengetahuan (Koptik, dari kata Yunani gnōsis) dan malaikat itu, dinamakan [51] El. […] aeon […] setelah itu […] mengatakan, ‘Hendaklah dua belas malaikat tercipta [untuk] memerintah kekacauan dan [dunia orang mati].’ Dan lihatlah, dari awan itu muncul seorang [malaikat] yang wajahnya berkilat-kilat oleh api dan yang penampakannya dinajiskan oleh darah. Namanya adalah Nebro, yang berarti ‘pemberontak’; yang lainnya menamakannya Yaldabaoth [= anak kekacauan; atau “anak jagad raya”]. Seorang malaikat lain, Saklas, juga telah datang dari awan itu. Maka Nebro menciptakan enam malaikat —demikian juga Saklas — untuk menjadi penolong-penolong, dan ini menghasilkan dua belas malaikat di sorga, dengan masing-masing menerima suatu bagian di dalam sorga.”
Para Penguasa dan Malaikat
“Dua belas penguasa berbicara kepada dua belas malaikat: ‘Hendaklah masing-masing kamu [52] […] dan biarkan mereka […] generasi [—1 baris hilang—] malaikat-malaikat’:
Yang pertama adalah [S]et, yang disebut Kristus.
Yang [kedua] adalah Hamathoth, yang adalah […].
Yang [ketiga] adalah Galia.
Yang keempat adalah Yobel.
Yang kelima [adalah] Adonaios.
Inilah sang lima yang memerintah atas dunia orang mati, dan pertama-tama atas kekacauan.
Penciptaan Manusia
“Lalu Saklas berkata kepada malaikat-malaikatnya, ‘Marilah kita mencipta seorang manusia menurut rupa dan gambar itu.’ Mereka pun mencipta Adam dan isterinya Hawa, yang disebut, dalam awan itu, Zoe [= kehidupan]. Sebab oleh nama inilah semua generasi mencari manusia, dan masing-masing mereka menyebut perempuan itu dengan nama-nama ini. Adapun, Saklas tidak [53] memerin[tah …] kecuali […] gene[rasi …] itu dan ini […]. Dan sang [penguasa] itu berkata kepada Adam, ‘Kamu akan hidup lama, dengan anak-anakmu.’”
Yudas Bertanya perihal Nasib Adam dan Umat Manusia
Yudas berkata kepada Yesus, “[Apakah] maksud dari lamanya waktu yang di dalamnya manusia akan hidup?” Yesus menjawab, “Mengapa kamu bertanya-tanya tentang hal ini, yakni bahwa Adam, dengan generasinya, telah menjalani masa hidupnya di tempat di mana ia telah menerima kerajaannya, dengan umur panjang bersama penguasanya?”
Yudas berkata kepada Yesus, “Apakah roh manusia akan mati?” Yesus berkata, “Itulah sebabnya Allah telah memerintahkan Mikhael untuk memberi roh-roh manusia kepada mereka sebagai suatu hutang, sehingga mereka dapat memberikan pelayanan, tetapi Sang Besar itu memerintahkan Gabriel untuk memberi roh-roh kepada generasi besar itu dengan tanpa penguasa atasnya — maksudnya, memberikan roh dan jiwa. Karena itu, roh-roh yang [lainnya] [54] [— 1 baris hilang—].
Yesus bersama Yudas dan Yang Lainnya
Membicarakan Kehancuran Orang Fasik
“[…] terang [— hampir 2 baris hilang—] sekitar […] hendaklah […] roh [maksudnya] di dalam kamu tinggal di dalam [daging] ini di antara generasi-generasi para malaikat. Tetapi Allah menyebabkan pengetahuan [diberi] kepada Adam dan kepada mereka yang bersamanya, sehingga raja-raja kekacauan dan dunia orang mati tidak dapat berkuasa atas mereka.
Yudas berkata kepada Yesus, “Lalu apa yang akan diperbuat generasi-generasi itu?” Yesus berkata, “Sesungguhnya aku katakan kepadamu, bagi mereka semua bintang-bintang membawa semua materi kepada penggenapannya. Pada waktu Saklas menyelesaikan jangka waktu hidup yang diberikan kepadanya, bintang pertama mereka akan muncul bersama generasi-generasi itu, dan mereka akan mengakhiri apa yang mereka telah katakan akan mereka akhiri. Maka mereka akan berzinah dalam namaku dan membunuh anak-anak mereka [55] dan mereka akan […] dan [—kira-kira enam setengah baris hilang —] namaku, dan ia akan […] bintangmu atas aeon yang ke[tiga]belas.”
Setelah itu Yesus [tertawa].
[Yudas berkata], “Guru, [mengapa kamu menertawakan kami]?”
[Yesus] menjawab [dan berkata], “Aku tidak sedang menertawakan [kalian], tetapi menertawakan kesalahan bintang-bintang itu, sebab enam bintang ini berkelana tanpa arah bersama lima penyerang ini, dan mereka semua akan dihancurkan bersama dengan ciptaan-ciptaan mereka.”
Yesus Berbicara tentang Orang-orang yang Dibaptis,
dan Penyerahan Diri Yesus oleh Yudas
Yudas berkata kepada Yesus, “Perhatikanlah, apa yang akan dilakukan oleh orang-orang yang sudah dibaptis dalam namamu itu?” Yesus berkata, “Sesungguhnya aku katakan [kepadamu], baptisan ini [56] […] namaku [— kira-kira 9 baris hilang —] kepadaku. Sesungguhnya [aku] katakan kepadamu, Yudas, [mereka yang] memberikan kurban-kurban untuk Saklas […] Allah [—kira-kira 3 baris hilang —] segala sesuatu yang jahat.” “Tetapi engkau akan mengungguli mereka semua. Sebab engkau akan mengorbankan tubuh insani yang membungkus aku.”
Tandukmu sudah diangkat,
Amarahmu telah bernyala,
Bintangmu telah tampak dengan gemilang,
dan hatimu telah {…} [57]
“Sesungguhnya […] yang terakhir darimu […] menjadi [— kira-kira dua setengah baris hilang—], sebab ia akan dibinasakan. Maka gambar dari generasi besar Adam akan dimuliakan, sebab sebelum ada surga, bumi, dan para malaikat, generasi itu, yang berasal dari alam kekal, sudah ada. Lihatlah, segala sesuatu sudah diberitahu kepadamu. Angkatlah matamu dan lihatlah awan itu dan terang yang ada di dalamnya dan bintang-bintang yang mengitarinya. Bintang yang memimpin di depan adalah bintangmu.”
Yudas mengangkat matanya dan melihat awan kemuliaan, dan ia masuk ke dalamnya. Mereka yang berdiri di bawah mendengar suatu suara yang datang dari awan itu, katanya, [58] […] generasi yang besar […] … gambar […] [—kira-kira lima baris hilang—].
Bagian Akhir: Yudas Menyerahkan Yesus
[…] Imam-imam besar mereka berbisik-bisik karena [ia (Yesus)] telah memasuki ruang tamu (= ruang Perjamuan Terakhir) untuk berdoa. Tetapi beberapa ahli Taurat sedang seksama memantau keadaan, karena mereka mau menangkapnya ketika ia sedang berdoa, sebab mereka takut akan orang banyak, sebab ia dipandang oleh semua orang sebagai seorang nabi.
Mereka mendekati Yudas dan berkata kepadanya, “Apa yang engkau sedang kerjakan di sini? Engkau murid Yesus.” Yudas menjawab mereka seperti yang mereka kehendaki. Dan ia pun menerima sejumlah uang dan menyerahkan Yesus kepada mereka.
INJIL MARIA MAGDALENA
1. (halaman 1-6 hilang)
2. Hakikat materi
(1) “… Akankah materi dihancurkan atau tidak?”
(2) Sang Penyelamat berkata, “Segala yang kodrati, segala yang dibentuk, segala ciptaan, ada di dalam dan bersama dengan yang lainnya. (3) Dan semuanya itu akan lenyap kembali ke akarnya sendiri. (4) Kodrat materi lenyap ke dalam akar kodratinya. (5) Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”
3. Hakikat dosa dan kebajikan
(1) Maka Petrus berkata kepadanya, “Engkau sudah menjelaskan segala sesuatunya kepada kami. (2) Katakan juga , apa dosa dunia ini?” (3) Sang Penyelamat menjawab, “Tidak ada sesuatu yang disebut dosa, (4) tetapi kamulah yang menciptakan dosa pada waktu kamu melakukan perzinahan, dan perzinahan inilah yang disebut dosa. (5) Karena alasan itulah, Kebajikan telah datang di antaramu, telah datang kepada setiap hal kodrati, (6) supaya memulihkan kodrat kembali ke akarnya.” (7) Lalu dia melanjutkan, “Itulah sebabnya mengapa kamu menjadi sakit dan mati, (8) sebab [kamu mengasihi] apa [yang memperdaya kamu]. (9) Barangsiapa memiliki pengertian, hendaklah dia memahami. (10) Materi menimbulkan penderitaan tanpa bentuk, karena penderitaan itu datang dari apa yang bertentangan dengan kodrat. (11) Maka kekacauan yang mengganggu terjadi pada seluruh tubuh. (12) Itulah sebabnya aku katakan kepadamu, Jadilah bajik dan pemberani. (13) Dan jikalau kamu kehilangan keberanian, hendaklah kamu tetap berani di tengah-tengah adanya aneka bentuk kodrati. (14) Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”
4. Perpisahan dengan sang Penyelamat
(1) Ketika Dia yang Diberkati telah mengatakan hal-hal ini, dia menyalami mereka dan berkata, “Damai bagimu!” (2) “Terimalah damai dariku dalam dirimu!”(3)“Hati-hatilah (4) supaya tidak seorang pun menyesatkan kamu dengan mengatakan, ’Lihat dia ada di sini’ atau ‘Lihat dia ada di sana.’ (5) Sebab sang Anak Manusia ada di dalam kamu. (6) Ikutilah dia. (7) Orang-orang yang mencarinya, akan mendapatkannya.” (8) “Maka pergilah, beritakan Injil tentang kerajaan. (9)Janganlah membuat aturan-aturan apa pun selain apa yang aku telah berikan kepadamu, (10) dan juga janganlah menegakkan hukum seperti yang diperbuat pemberi hukum, sebab jika tidak demikian kamu akan diikat olehnya.” (11) Setelah dia mengatakan hal-hal ini, dia pun pergi meninggalkan mereka. [Lihat juga Papyrus Oxyrhynchus 3525].[2]
5. Maria menghibur murid-murid lainnya [Lihat juga P. Oxy 3525]
(1) Murid-murid sangat tertekan, menangis sangat sedih, dan berkata, (2) “Bagaimana kita dapat pergi ke dunia bangsa-bangsa lain dan memberitakan Injil tentang kerajaan sang Anak Manusia? (3) Jika mereka tidak menyayangkannya, bagaimana kita juga akan disayangkan?” (4) Maka Maria pun bangkit berdiri. Dia menyalami semua murid lainnya, dan berkata kepada saudara-saudaranya itu, (5) “Jangan menangis, jangan berduka dan jangan ragu, (6) sebab kasih karunianya akan menyertai kamu semua dan akan melindungi kamu. (7) Tetapi, mari kita puji keagungannya, (8) sebab dia telah mempersiapkan kita dan membuat kita menjadi manusia-manusia sejati.” (9) Ketika Maria mengatakan hal-hal ini, dia berhasil menenangkan hati mereka. (10) Maka mulailah mereka memperdebatkan ucapan-ucapan sang [Penyelamat] sendiri.
6. Petrus meminta Maria mengajar [Lihat juga P. Oxy 3525]
(1) Petrus berkata kepada Maria, “Saudaraku, kita tahu sang Penyelamat mengasihi engkau lebih dari dia mengasihi semua perempuan lain (bdk. Injil Filipus 29, 49). (2) Katakanlah kepada kami kata-kata sang Penyelamat yang engkau ingat, hal-hal yang kamu ketahui yang tidak kami ketahui sebab kami belum mendengarnya.” (3) Maria menjawab, “Aku akan mengatakan kepada kalian hal-hal yang tersembunyi bagi kalian.” (4) Maka mulailah Maria mengatakan kata-kata ini kepada mereka.
7. Penglihatan dan pikiran
(1) Dia berkata, “Aku melihat Tuhan dalam suatu penglihatan (2) dan aku berkata kepadanya, ‘Tuhan, aku telah melihatmu hari ini dalam suatu penglihatan.’” (3) Dia menjawabku, “Diberkatilah kamu, sebab kamu tidak ragu waktu melihat aku! (4) Sebab di mana ada pikiran, di situ harta berada.” (5) Aku berkata kepadanya, “Guru, bagaimanakah seseorang itu melihat sebuah penglihatan, apakah dengan jiwanya ataukah dengan rohnya?” [untuk 7:1-5, lihat juga P. Oxy 3525] (6) Sang Penyelamat menjawab, “Seseorang tidak melihat dengan jiwanya atau pun dengan rohnya. (7) Pikiran, yang ada di antara keduanya, itulah yang melihat penglihatan …”
8. (halaman 11-14 hilang)
9. Naiknya jiwa [BG 8502]
(1) “ … nya.” (2) Dan Hasrat berkata, “Aku tidak melihat engkau turun, namun sekarang aku melihat engkau naik. (3) Mengapa engkau berdusta, sebab engkau kepunyaanku?” (4) Jiwa pun menjawab, “Aku telah melihat engkau, tetapi engkau tidak melihat atau mengenal aku. (5) Bagimu aku hanyalah sepotong pakaian, (6) dan kamu tidak mengenal aku.” (7) Setelah jiwa mengatakan hal ini, dia pun pergi dengan kesukaan besar. (8) Jiwa pun mendekati Kuasa ketiga, yang disebut “Ketidaktahuan”. (9) Kuasa ini bertanya kepada jiwa, “Kemana engkau hendak pergi? (10) Engkau diikat oleh kefasikan, (11) sesungguhnya engkau diikat, (12) karena itu janganlah menghakimi!” (13) Dan jiwa berkata, “Mengapa kamu menghakimi aku, sebab aku sendiri tidak menghakimi? (14) Aku diikat, tetapi aku tidak mengikat apa pun. (15) Mereka tidak mengenal aku, tetapi aku tahu bahwa dunia ini harus dilenyapkan, yakni hal-hal duniawi maupun hal-hal surgawi.” (16) Pada waktu jiwa telah mengalahkan Kuasa yang ketiga, dia pun naik dan melihat Kuasa keempat. (17) Kuasa ini memiliki tujuh bentuk:
(18) Bentuk yang pertama adalah kegelapan,
(19) yang kedua Hasrat
(20) yang ketiga ketidaktahuan
(21) yang keempat keinginan yang membawa maut
(22) yang kelima kerajaan kedagingan
(23) yang keenam hikmat kedagingan yang bodoh
(24) yang ketujuh hikmat orang yang marah.
(25) Inilah semua Kuasa-kuasa Kemurkaan.
(26) Mereka menyelidiki jiwa, “Dari mana kamu datang, hai pembunuh manusia, dan mau kemana kamu, hai penakluk kerajaan-kerajaan?” (27) Jiwa menjawab dan berkata, “Apa yang mengikat aku telah dibunuh, dan apa yang mengitari aku telah dihancurkan, dan hasratku telah diakhiri, dan ketidaktahuan pun telah mati. (28) Di dalam suatu dunia, aku telah dibebaskan dari suatu dunia lainnya, dan di dalam suatu gambar aku telah dibebaskan dari suatu gambar surgawi, dan dari rangkaian kealpaan yang sementara. (29) Sejak sekarang, aku akan beristirahat, melalui perjalanan waktu zaman ini, dalam kebisuan” [mulai 9:29 sampai selesai (10:15), lihat juga Papyrus Rylands 463].[3] (30) Setelah Maria mengatakan semua hal ini, dia pun berdiam diri, (31) sebab sang Penyelamat telah berbicara kepadanya hanya sampai di situ.
10. Murid-murid berselisih paham atas pengajaran Maria
(1) Andreas menanggapi dan berkata kepada saudara-saudaranya, “Katakanlah apa yang kalian pikirkan tentang apa yang dia [Maria] telah katakan, (2) tetapi aku tidak percaya kalau sang Penyelamat telah mengatakan hal-hal ini, sebab sesungguhnya ajaran-ajaran ini adalah gagasan-gagasan yang aneh.” (3) Petrus menanggapi dengan keprihatinan yang serupa. Dia bertanya kepada murid-murid lainnya tentang sang Penyelamat, “Apakah betul kalau dia berbicara kepada seorang perempuan secara pribadi tanpa sepengetahuan kita? (4) Apakah kita semua harus berpaling kepadanya dan mendengarkannya? Apakah dia memang lebih memilihnya daripada memilih kita?” (5) Maka Maria pun menangis dan berkata kepada Petrus, “Saudaraku Petrus, apa yang engkau sedang pikirkan? (6) Apakah engkau beranggapan bahwa aku telah mengada-ada atau bahwa aku berdusta tentang sang Penyelamat?” (7) Lewi menjawab, katanya kepada Petrus, “Petrus, engkau selalu saja marah. (8) Sekarang aku lihat engkau berbantahan dengan perempuan ini, sepertinya dia itu seorang musuh. (9) Jika sang Penyelamat memandangnya layak, siapa engkau sampai harus menolaknya? (10) Sesungguhnya sang Penyelamat mengenalnya dengan baik. Itulah sebabnya dia telah mengasihinya lebih dari dia mengasihi kita. (11) Karena itu, kita haruslah merasa malu. Kita harus berpakaian dengan pakaian Kemanusiaan yang sempurna, kita harus mendapatkannya bagi diri kita seperti telah diperintahnya. (12) Dan kita harus memberitakan Injil, (13) dan tidak membuat aturan atau hukum apa pun selain yang telah dinyatakan oleh sang Penyelamat.” (14) Setelah [Lewi mengatakan] hal-hal ini, maka mereka pun keluar untuk mengajar dan berkhotbah.
(15) [In]jil menurut Maria
2. Hakikat materi
(1) “… Akankah materi dihancurkan atau tidak?”
(2) Sang Penyelamat berkata, “Segala yang kodrati, segala yang dibentuk, segala ciptaan, ada di dalam dan bersama dengan yang lainnya. (3) Dan semuanya itu akan lenyap kembali ke akarnya sendiri. (4) Kodrat materi lenyap ke dalam akar kodratinya. (5) Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”
3. Hakikat dosa dan kebajikan
(1) Maka Petrus berkata kepadanya, “Engkau sudah menjelaskan segala sesuatunya kepada kami. (2) Katakan juga , apa dosa dunia ini?” (3) Sang Penyelamat menjawab, “Tidak ada sesuatu yang disebut dosa, (4) tetapi kamulah yang menciptakan dosa pada waktu kamu melakukan perzinahan, dan perzinahan inilah yang disebut dosa. (5) Karena alasan itulah, Kebajikan telah datang di antaramu, telah datang kepada setiap hal kodrati, (6) supaya memulihkan kodrat kembali ke akarnya.” (7) Lalu dia melanjutkan, “Itulah sebabnya mengapa kamu menjadi sakit dan mati, (8) sebab [kamu mengasihi] apa [yang memperdaya kamu]. (9) Barangsiapa memiliki pengertian, hendaklah dia memahami. (10) Materi menimbulkan penderitaan tanpa bentuk, karena penderitaan itu datang dari apa yang bertentangan dengan kodrat. (11) Maka kekacauan yang mengganggu terjadi pada seluruh tubuh. (12) Itulah sebabnya aku katakan kepadamu, Jadilah bajik dan pemberani. (13) Dan jikalau kamu kehilangan keberanian, hendaklah kamu tetap berani di tengah-tengah adanya aneka bentuk kodrati. (14) Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”
4. Perpisahan dengan sang Penyelamat
(1) Ketika Dia yang Diberkati telah mengatakan hal-hal ini, dia menyalami mereka dan berkata, “Damai bagimu!” (2) “Terimalah damai dariku dalam dirimu!”(3)“Hati-hatilah (4) supaya tidak seorang pun menyesatkan kamu dengan mengatakan, ’Lihat dia ada di sini’ atau ‘Lihat dia ada di sana.’ (5) Sebab sang Anak Manusia ada di dalam kamu. (6) Ikutilah dia. (7) Orang-orang yang mencarinya, akan mendapatkannya.” (8) “Maka pergilah, beritakan Injil tentang kerajaan. (9)Janganlah membuat aturan-aturan apa pun selain apa yang aku telah berikan kepadamu, (10) dan juga janganlah menegakkan hukum seperti yang diperbuat pemberi hukum, sebab jika tidak demikian kamu akan diikat olehnya.” (11) Setelah dia mengatakan hal-hal ini, dia pun pergi meninggalkan mereka. [Lihat juga Papyrus Oxyrhynchus 3525].[2]
5. Maria menghibur murid-murid lainnya [Lihat juga P. Oxy 3525]
(1) Murid-murid sangat tertekan, menangis sangat sedih, dan berkata, (2) “Bagaimana kita dapat pergi ke dunia bangsa-bangsa lain dan memberitakan Injil tentang kerajaan sang Anak Manusia? (3) Jika mereka tidak menyayangkannya, bagaimana kita juga akan disayangkan?” (4) Maka Maria pun bangkit berdiri. Dia menyalami semua murid lainnya, dan berkata kepada saudara-saudaranya itu, (5) “Jangan menangis, jangan berduka dan jangan ragu, (6) sebab kasih karunianya akan menyertai kamu semua dan akan melindungi kamu. (7) Tetapi, mari kita puji keagungannya, (8) sebab dia telah mempersiapkan kita dan membuat kita menjadi manusia-manusia sejati.” (9) Ketika Maria mengatakan hal-hal ini, dia berhasil menenangkan hati mereka. (10) Maka mulailah mereka memperdebatkan ucapan-ucapan sang [Penyelamat] sendiri.
6. Petrus meminta Maria mengajar [Lihat juga P. Oxy 3525]
(1) Petrus berkata kepada Maria, “Saudaraku, kita tahu sang Penyelamat mengasihi engkau lebih dari dia mengasihi semua perempuan lain (bdk. Injil Filipus 29, 49). (2) Katakanlah kepada kami kata-kata sang Penyelamat yang engkau ingat, hal-hal yang kamu ketahui yang tidak kami ketahui sebab kami belum mendengarnya.” (3) Maria menjawab, “Aku akan mengatakan kepada kalian hal-hal yang tersembunyi bagi kalian.” (4) Maka mulailah Maria mengatakan kata-kata ini kepada mereka.
7. Penglihatan dan pikiran
(1) Dia berkata, “Aku melihat Tuhan dalam suatu penglihatan (2) dan aku berkata kepadanya, ‘Tuhan, aku telah melihatmu hari ini dalam suatu penglihatan.’” (3) Dia menjawabku, “Diberkatilah kamu, sebab kamu tidak ragu waktu melihat aku! (4) Sebab di mana ada pikiran, di situ harta berada.” (5) Aku berkata kepadanya, “Guru, bagaimanakah seseorang itu melihat sebuah penglihatan, apakah dengan jiwanya ataukah dengan rohnya?” [untuk 7:1-5, lihat juga P. Oxy 3525] (6) Sang Penyelamat menjawab, “Seseorang tidak melihat dengan jiwanya atau pun dengan rohnya. (7) Pikiran, yang ada di antara keduanya, itulah yang melihat penglihatan …”
8. (halaman 11-14 hilang)
9. Naiknya jiwa [BG 8502]
(1) “ … nya.” (2) Dan Hasrat berkata, “Aku tidak melihat engkau turun, namun sekarang aku melihat engkau naik. (3) Mengapa engkau berdusta, sebab engkau kepunyaanku?” (4) Jiwa pun menjawab, “Aku telah melihat engkau, tetapi engkau tidak melihat atau mengenal aku. (5) Bagimu aku hanyalah sepotong pakaian, (6) dan kamu tidak mengenal aku.” (7) Setelah jiwa mengatakan hal ini, dia pun pergi dengan kesukaan besar. (8) Jiwa pun mendekati Kuasa ketiga, yang disebut “Ketidaktahuan”. (9) Kuasa ini bertanya kepada jiwa, “Kemana engkau hendak pergi? (10) Engkau diikat oleh kefasikan, (11) sesungguhnya engkau diikat, (12) karena itu janganlah menghakimi!” (13) Dan jiwa berkata, “Mengapa kamu menghakimi aku, sebab aku sendiri tidak menghakimi? (14) Aku diikat, tetapi aku tidak mengikat apa pun. (15) Mereka tidak mengenal aku, tetapi aku tahu bahwa dunia ini harus dilenyapkan, yakni hal-hal duniawi maupun hal-hal surgawi.” (16) Pada waktu jiwa telah mengalahkan Kuasa yang ketiga, dia pun naik dan melihat Kuasa keempat. (17) Kuasa ini memiliki tujuh bentuk:
(18) Bentuk yang pertama adalah kegelapan,
(19) yang kedua Hasrat
(20) yang ketiga ketidaktahuan
(21) yang keempat keinginan yang membawa maut
(22) yang kelima kerajaan kedagingan
(23) yang keenam hikmat kedagingan yang bodoh
(24) yang ketujuh hikmat orang yang marah.
(25) Inilah semua Kuasa-kuasa Kemurkaan.
(26) Mereka menyelidiki jiwa, “Dari mana kamu datang, hai pembunuh manusia, dan mau kemana kamu, hai penakluk kerajaan-kerajaan?” (27) Jiwa menjawab dan berkata, “Apa yang mengikat aku telah dibunuh, dan apa yang mengitari aku telah dihancurkan, dan hasratku telah diakhiri, dan ketidaktahuan pun telah mati. (28) Di dalam suatu dunia, aku telah dibebaskan dari suatu dunia lainnya, dan di dalam suatu gambar aku telah dibebaskan dari suatu gambar surgawi, dan dari rangkaian kealpaan yang sementara. (29) Sejak sekarang, aku akan beristirahat, melalui perjalanan waktu zaman ini, dalam kebisuan” [mulai 9:29 sampai selesai (10:15), lihat juga Papyrus Rylands 463].[3] (30) Setelah Maria mengatakan semua hal ini, dia pun berdiam diri, (31) sebab sang Penyelamat telah berbicara kepadanya hanya sampai di situ.
10. Murid-murid berselisih paham atas pengajaran Maria
(1) Andreas menanggapi dan berkata kepada saudara-saudaranya, “Katakanlah apa yang kalian pikirkan tentang apa yang dia [Maria] telah katakan, (2) tetapi aku tidak percaya kalau sang Penyelamat telah mengatakan hal-hal ini, sebab sesungguhnya ajaran-ajaran ini adalah gagasan-gagasan yang aneh.” (3) Petrus menanggapi dengan keprihatinan yang serupa. Dia bertanya kepada murid-murid lainnya tentang sang Penyelamat, “Apakah betul kalau dia berbicara kepada seorang perempuan secara pribadi tanpa sepengetahuan kita? (4) Apakah kita semua harus berpaling kepadanya dan mendengarkannya? Apakah dia memang lebih memilihnya daripada memilih kita?” (5) Maka Maria pun menangis dan berkata kepada Petrus, “Saudaraku Petrus, apa yang engkau sedang pikirkan? (6) Apakah engkau beranggapan bahwa aku telah mengada-ada atau bahwa aku berdusta tentang sang Penyelamat?” (7) Lewi menjawab, katanya kepada Petrus, “Petrus, engkau selalu saja marah. (8) Sekarang aku lihat engkau berbantahan dengan perempuan ini, sepertinya dia itu seorang musuh. (9) Jika sang Penyelamat memandangnya layak, siapa engkau sampai harus menolaknya? (10) Sesungguhnya sang Penyelamat mengenalnya dengan baik. Itulah sebabnya dia telah mengasihinya lebih dari dia mengasihi kita. (11) Karena itu, kita haruslah merasa malu. Kita harus berpakaian dengan pakaian Kemanusiaan yang sempurna, kita harus mendapatkannya bagi diri kita seperti telah diperintahnya. (12) Dan kita harus memberitakan Injil, (13) dan tidak membuat aturan atau hukum apa pun selain yang telah dinyatakan oleh sang Penyelamat.” (14) Setelah [Lewi mengatakan] hal-hal ini, maka mereka pun keluar untuk mengajar dan berkhotbah.
(15) [In]jil menurut Maria
INJIL FILIPUS 73-111
(73) Yesus menyingkapkan dirinya di Sungai Yordan sebagai kepenuhan kerajaan Allah. Dia yang dikandung sebelum segala sesuatunya ada, dikandung kembali; dia yang diurapi sebelumnya diurapi kembali; dia yang ditebus menebus orang-orang lainnya.
(74) Adalah perlu mengucapkan sebuah misteri. Bapa segala yang ada menyatu dengan sang perawan yang telah turun, dan api bercahaya atas sang bapa.
Pada hari itu, yang satu itu menyingkapkan kamar pengantin yang besar, dan dengan cara ini tubuhnya tercipta.
Pada hari itu, ia keluar dari kamar pengantin sebagai orang yang dilahirkan dari seorang mempelai perempuan dan seorang mempelai pria.
Begitulah Yesus menegakkan segalanya di dalamnya, dan tepatlah jika masing-masing murid masuk ke dalam rehat masing-masing.
(75) Adam berasal dari dua orang perawan, roh dan bumi pertiwi yang perawan. Kristus dilahirkan dari seorang perawan untuk memulihkan kejatuhan yang telah terjadi pada mulanya.
(76) Ada dua pohon tumbuh di Taman Eden. Yang satu menghasilkan binatang-binatang dan yang satunya lagi menghasilkan manusia. Adam makan dari pohon yang menghasilkan binatang-binatang, dan ia menjadi seekor binatang dan melahirkan binatang-binatang. Alhasil, anak-anak Adam menyembah binatang-binatang. Pohon yang buahnya ia makan adalah pohon pengetahuan, dan karena hal ini, dosa bertambah-tambah. Jika ia makan buah dari pohon yang lainnya, buah pohon kehidupan, yang menghasilkan manusia, allah-allah akan menyembah manusia. Sebagaimana di Taman Eden Allah mencipta manusia supaya manusia dapat mencipta Allah, demikian juga dalam dunia ini orang membuat allah-allah dan menyembah apa yang mereka telah ciptakan. Akan lebih pas jika allah-allah menyembah manusia.
(77) Adalah benar bahwa prestasi seseorang bergantung pada kemampuan orang itu, dan karena alasan ini kami menyebut prestasi itu sebagai kemampuan. Di antara prestasi semacam itu adalah anak-anak yang diperanakkan, dan anak-anak ini dilahirkan dari suatu waktu rehat. Adapun kemampuan seseorang terungkap dalam apa yang berhasil dicapainya, dan rehat jelas ditemukan dalam diri anak-anak. Engkau akan maklum bahwa ini juga berlaku bagi gambar. Ini adalah manusia yang diciptakan menurut gambar, yang berhasil melakukan segala hal melalui kekuatan mereka dan melahirkan anak-anak melalui rehat.
(78) Dalam dunia ini budak melayani orang merdeka. Dalam kerajaan surga orang merdeka akan melayani budak-budak dan orang yang berada dalam kamar pengantin akan melayani tamu-tamu pesta kawin.
Orang yang berada dalam kamar mempelai memiliki hanya satu nama, yakni rehat. Ketika mereka bersama-sama, mereka tidak membutuhkan wujud lain, sebab mereka berada dalam kontemplasi . . . persepsi. Mereka lebih unggul . . . di antara mereka di dalam . . . kemuliaan dari kemuliaan . . . .
(79) Perlu bagi Yesus untuk masuk ke dalam air supaya ia menyempurnakan dan memurnikannya. Begitu juga orang yang dibaptis dalam namanya disempurnakan. Sebab ia berkata, “Demikianlah, kita akan menyempurnakan semua kebenaran.”
(80) Jika orang berkata mereka akan pertama-tama mati lalu bangkit, mereka keliru. Jika mereka tidak menerima kebangkitan lebih dulu, sementara mereka hidup, mereka akan tidak menerima apapun ketika mereka mati. Demikianlah dikatakan tentang baptisan, “Agung nian baptisan itu”, sebab jika orang menerimanya, mereka akan hidup.
(81) Rasul Filipus berkata, “Yusuf si pengrajin kayu membangun sebuah kebun, sebab ia memerlukan kayu untuk barang dagangannya. Ia adalah orang yang membuat salib dari kayu-kayu yang ia tanam, dan keturunannya digantung pada apa yang ia tanam. Keturunannya adalah Yesus dan apa yang ia telah tanam adalah salib.”
Tapi pohon kehidupan berada di tengah taman. Ini adalah sebatang pohon zaitun, dan darinya muncul krisme, dan dari krisme datang kebangkitan.
(82) Dunia ini memakan mayat, dan segala sesuatu yang dimakan dalam dunia ini juga mati. Kebenaran memakan kehidupan, dan tidak seorang pun yang diberi makan oleh kebenaran akan mati. Yesus datang dari kawasan itu dan membawa makanan dari sana, dan ia memberi kehidupan kepada semua yang menginginkannya, supaya mereka tidak mati.
(83) Allah mendirikan sebuah taman, dan manusia hidup di taman itu. Ada beberapa orang yang tinggal bersama . . . Allah . . . .
Taman ini ada di tempat di mana akan dikatakan kepadaku, “ . . . makanlah ini dan jangan makan yang itu, seperti engkau kehendaki.” Ini adalah tempat di mana aku akan memakan segala sesuatunya, di mana terdapat pohon pengetahuan.
Pohon itu membunuh Adam, tetapi di sini pohon pengetahuan telah membawa orang kembali kepada kehidupan. Pohon itu adalah taurat. Taurat dapat memberi pengetahuan tentang hal yang baik dan hal yang jahat, tapi taurat tidak juga membebaskan Adam dari kejahatan dan juga tidak membuatnya baik, dan taurat ini mendatangkan kematian bagi mereka yang makan darinya. Karena ketika dikatakan, “Makanlah ini dan jangan makan yang itu”, kematian dimulai.
(84) Krisme itu lebih tinggi dari baptisan. Kita dinamakan Kristen, ini berasal dari kata “krisme”, bukan dari kata “baptisan”. Kristus juga memiliki nama dari kata krisme, sebab sang bapa mengurapi sang anak, sang anak mengurapi para rasul, dan para rasul mengurapi kita. Barangsiapa telah diurapi, ia memiliki segalanya: kebangkitan, terang, salib, roh kudus. Sang bapa memberikan segalanya kepada orang yang berada dalam kamar pengantin, dan orang itu menerimanya. Sang bapa ada dalam sang anak dan sang anak ada dalam sang bapa. Inilah kerajaan surga.
(85) Sang guru menyatakannya dengan sangat baik: “Beberapa orang telah masuk ke dalam kerajaan surga dengan tertawa, dan mereka telah keluar juga dengan tertawa.”
Seseorang berkata, “Mereka adalah orang Kristen.”
Orang itu berkata kembali, “Dia adalah orang yang telah menyelam ke dalam air dan muncul kembali sebagai seorang guru bagi semua orang. Penebusan bukanlah perkara tertawa, tapi seseorang masuk ke dalam kerajaan surga dengan tertawa dengan maksud untuk menghina kain-kain buruk ini. Jika orang mencemooh raga dan memandangnya sebagai perkara tertawa, orang itu akan keluar dengan tertawa.”
Demikian juga dengan roti, piala minuman, dan minyak, meskipun ada misteri yang lebih tinggi dari semua ini.
(86) Dunia ada melalui sebuah kesalahan. Sang pencipta ingin menjadikannya tidak rusak tapi abadi, tapi ia gagal dan tidak mendapatkan apa yang ia harapkan. Sebab dunia ini dapat rusak dan sang pencipta dunia ini juga dapat rusak. Ada hal-hal yang dapat rusak, tapi keturunan tidak dapat rusak. Tidak ada sesuatupun dapat menerima keabadian, kecuali seorang anak. Dan barangsiapa tidak dapat menerima tentu saja tidak dapat memberi.
(87) Piala doa syukur berisi anggur dan air, sebab keduanya menggambarkan darah yang atasnya orang mengucap syukur. Piala doa syukur ini penuh dengan roh kudus, dan ini menjadi bagian dari insan kamil sepenuhnya. Ketika kita meminumnya, kita mengenakan bagi diri kita sendiri insan kamil.
Air hidup adalah sebuah tubuh, dan kita harus mengenakan manusia yang hidup. Demikianlah, ketika seorang bersiap masuk ke dalam air, ia melepaskan pakaiannya supaya dapat mengenakan manusia yang hidup.
(88) Seekor kuda melahirkan seekor kuda, seorang manusia melahirkan manusia, suatu ilah melahirkan ilah-ilah. Begitu juga mempelai pria dan mempelai perempuan berasal dari mempelai pria dan mempelai perempuan.
Tidak ada orang Yahudi . . . dari orang Yunani . . . dari orang Yahudi . . . kepada orang Kristen. Ada suatu generasi manusia lainnya, dan orang yang diberkati ini disebut orang-orang spiritual terpilih, manusia sejati, anak manusia, keturunan anak manusia. Generasi sejati ini dikenal dalam dunia ini, dan inilah tempat orang-orang dalam kamar pengantin berada.
(89) Dalam dunia ini, dimana kekuatan dan kelemahan ditemukan, terdapat kemanunggalan maskulin dan feminin, tapi dalam kawasan kekal terdapat suatu jenis kesatuan yang berbeda.
Meskipun kita menyebut hal-hal ini dengan kata-kata yang sama, ada juga kata-kata lain yang lebih tinggi kedudukannya dibandingkan semua kata yang dilafalkan.
Kata-kata ini melampaui kekuatan. Sebab terdapat kekuatan dan ada juga yang lebih tinggi dari kekuatan, dan yang lebih tinggi ini tidaklah berbeda melainkan sama. Ini tidak dapat dipahami oleh hati manusia.
(90) Semua orang yang memiliki segala sesuatu harus mengenal diri mereka sendiri, bukankah demikian? Jika orang tidak mengenal dirinya sendiri, mereka tidak akan bisa menikmati apa yang mereka miliki, tapi mereka yang mengenal diri mereka sendiri akan menikmati kepunyaan mereka.
(91) Sang insan kamil tidak dapat disentuh dan juga tidak dapat dilihat. Apa yang dapat dilihat, dapat disentuh dan dipahami. Untuk dapat memperoleh karunia ini orang harus mengenakan terang sempurna dan menjadi terang sempurna. Barangsiapa mengenakan terang, akan masuk ke dalam tempat rehat. Ini adalah terang sempurna, dan kita harus menjadi insan kamil sebelum kita meninggalkan dunia ini. Barangsiapa memperoleh segala sesuatu tapi tidak memisahkan diri dari dunia ini, akan tidak dapat memperoleh kawasan itu tapi akan pergi ke tempat yang di tengah, sebab orang itu tidak sempurna. Hanya Yesus yang mengetahui nasib orang itu.
(92) Orang yang kudus seluruhnya kudus, termasuk tubuh orang itu. Orang yang kudus yang mengambil roti menguduskan roti itu, dan ia melakukan hal yang sama dengan piala minuman atau segala sesuatu lainnya yang diambil dan dikuduskannya. Jadi, bagaimana orang itu tidak akan menguduskan tubuhnya juga?
(93) Sebagaimana Yesus menyempurnakan air baptisan, ia menuang kematian ke luar.
Atas dasar inilah kita menyelam ke dalam air tetapi tidak ke dalam kematian, supaya kita tidak dituangkan ke dalam roh dunia ini. Pada waktu angin bertiup, musim dingin tiba. Ketika roh kudus berhembus, musim panas tiba.
(94) Barangsiapa mengenal kebenaran, ia merdeka, dan seorang yang merdeka tidak berbuat dosa, sebab “barangsiapa berdosa, ia adalah seorang hamba dosa.” Kebenaran adalah sang bunda, pengetahuan adalah sang ayah. Orang yang tidak membiarkan dirinya berdosa disebut dunia sebagai orang merdeka. Mereka tidak membiarkan diri mereka berbuat dosa, dan pengetahuan mengenai kebenaran meninggikannya— maksudnya, pengetahuan itu membuat mereka merdeka dan lebih unggul dari segalanya. Tetapi “kasih membangun.” Barangsiapa merdeka karena pengetahuan, ia, karena kasih, adalah seorang hamba bagi orang-orang yang masih belum mempunyai kebebasan pengetahuan. Pengetahuan memungkinkan mereka merdeka.
Kasih tidak pernah mengatakan memiliki sesuatu, meskipun kasih ini mempunyai segala sesuatu. Kasih tidak mengatakan, “Ini adalah kepunyaanku” atau “Itu adalah milikku,” tetapi akan mengatakan, “Segala sesuatu yang menjadi milikku adalah kepunyaanmu.”
(95) Kasih spiritual adalah anggur dan parfum. Orang yang meminyaki dirinya dengan parfum menikmatinya , dan ketika orang ini hadir, orang lain yang ada di sekitarnya juga menikmatinya. Jika orang yang memakai parfum meninggalkan orang-orang lainnya dan pergi, orang-orang lain yang tidak memakai parfum tetapi hanya berada di sekitar akan tertusuk oleh bau tidak enak dari tubuh mereka sendiri.
Orang Samaria tidak memberikan apapun kepada orang yang terluka itu, kecuali anggur dan minyak—yakni, hanya salep. Salep itu menyembuhkan luka, sebab “kasih menutupi banyak dosa.”
(96) Anak-anak yang dilahirkan seorang perempuan menyerupai laki-laki yang dikasihinya. Jika laki-laki ini suaminya, mereka menyerupai suaminya. Jika laki-laki ini kekasih gelapnya, anak-anak itu serupa dengan kekasih gelapnya ini. Seringkali, jika seorang perempuan harus tidur dengan suaminya tetapi hatinya ada bersama dengan kekasih gelapnya yang dengannya ia biasa bermain cinta, maka sang anak yang ia lahirkan akan serupa dengan kekasih gelapnya itu.
Jadi, engkau yang hidup bersama dengan sang anak Allah, janganlah mengasihi dunia ini tapi kasihilah sang guru, supaya apa yang engkau lahirkan tidak menyerupai dunia ini tetapi menyerupai sang guru.
(97) Manusia berhubungan seks dengan manusia; kuda bersetubuh dengan kuda; keledai bersenggama dengan keledai. Anggota-anggota suatu spesies berhubungan seks dengan anggota-anggota spesies yang sama. Demikian juga, roh berhubungan seks dengan roh, kata bersetubuh dengan kata, terang dengan terang.
Jika engkau menjadi manusia,
seorang manusia akan mengasihimu.
Jika engkau menjadi roh,
roh akan bersatu denganmu.
Jika engkau menjadi firman,
firman akan berhubungan seks denganmu.
Jika engkau menjadi terang,
terang akan menyatu denganmu.
Jika engkau menjadi salah satu dari apa yang ada di atas,
yang ada di atas itu akan menemukan rehat dalam dirimu.
Jika engkau menjadi seekor kuda atau seekor keledai atau seekor sapi jantan
atau seekor anjing atau seekor domba atau suatu jenis binatang lainnya,
jinak atau buas, maka baik manusia, roh, firman atau pun terang tidak dapat mengasihimu.
Apa yang ada di atas dan apa yang ada dalam dirimu tidak dapat menemukan rehat di dalam dirimu, dan kamu tidak mendapat bagian di dalam mereka.
(98) Orang yang menjadi hamba, di luar kehendak mereka, dapat menjadi orang merdeka. Orang yang dimerdekakan atas kehendak tuannya lalu menjual diri mereka kembali ke dalam perbudakan, tidak dapat merdeka lagi.
(99) Bertani dalam dunia ini bergantung pada empat hal, dan panen akan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam lumbung sebagai hasil dari air, tanah, udara, dan cahaya.
Bertani di kebun Allah juga bergantung pada empat hal: iman, harapan, kasih, dan pengetahuan. Iman adalah bumi yang di dalamnya kita berakar. Harapan adalah air yang dengannya kita dipelihara. Kasih adalah udara yang melaluinya kita tumbuh. Pengetahuan adalah cahaya yang olehnya kita menjadi matang.
Karunia ada dalam empat cara. Yakni secara duniawi; lalu secara surgawi . . .
dan langit yang tertinggi . . . .
(100) Diberkatilah dia yang tidak pernah mendukakan suatu jiwa. Dia adalah Yesus Kristus. Ia telah datang ke seluruh dunia dan tidak pernah membebani siapapun. Diberkatilah orang yang seperti ini, sebab orang seperti inilah seorang insan kamil.
Dunia mengatakan kepada kita betapa sulitnya mendatangkan hal ini. Bagaimana kita dapat berhasil melakukan tindakan semacam ini? Bagaimana kita dapat memberi pertolongan kepada setiap orang?
Sebagai langkah awal, orang harus tidak menimbulkan kedukaan pada siapapun, entah banyak atau pun sedikit, entah orang percaya ataupun orang yang tidak percaya, dan orang harus tidak memberi pertolongan kepada orang-orang yang mampu. Ada orang yang mendapat keuntungan dengan jalan menolong orang kaya. Orang yang melakukan perbuatan baik tidak akan menolong orang kaya, sebab orang ini tidak akan mengambil apapun yang dapat diinginkannya. Orang semacam itu juga tidak akan menimbulkan kedukaan pada diri orang lain, sebab orang ini tidak menimbulkan persoalan bagi mereka. Orang kaya baru kadangkala menyebabkan orang lain berduka, tetapi orang yang melakukan perbuatan baik tidak akan melakukan hal ini. Kejahatan yang ada dalam diri setiap oranglah yang menyebabkan mereka berduka. Orang yang kodratnya insan kamil memberi kesenangan kepada orang yang baik; tetapi beberapa orang sangat tertekan dan menderita karena semua hal ini.
(101) Ada seorang pengurus rumah tangga yang memiliki segala sesuatu: anak-anak, budak-budak, ternak, anjing-anjing, babi, gandum, barli, dedak, makanan hewan, minyak, daging, dan biji pohon ek. Pengurus rumah tangga ini bijaksana dan mengetahui makanan untuk masing-masing peliharaannya. Ia memberi makan anak-anak roti panggang dan daging. Ia memberi makan budak-budaknya minyak dan gandum. Ia memberi makan ternaknya barli, dedak, dan makanan hewan lainnya. Ia melempar tulang-tulang kepada anjing-anjing. Ia memberi makan babi-babinya biji pohon ek dan bubur gandum.
Demikian juga halnya dengan murid-murid Allah. Jika mereka bijaksana, mereka memahami pemuridan. Wujud-wujud ragawi tidak akan memperdaya mereka; tetapi mereka akan memeriksa keadaan setiap jiwa orang dan berbicara pas dengan setiap orang ini. Dalam dunia ini banyak binatang mengenakan wujud manusia. Jika murid-murid Allah mengidentifikasi mereka sebagai babi, mereka memberi mereka makan biji pohon ek. Jika ternak, mereka memberi barli, dedak, dan makanan lainnya, sebagai makanan mereka. Jika anjing, mereka melempar tulang-tulang. Jika budak, mereka memberi mereka makanan pembuka saja. Jika anak-anak, mereka memberi mereka makanan lengkap.
(102) Ada sang anak manusia; dan ada sang anak dari sang anak manusia. Anak manusia adalah sang guru, dan sang anak dari sang anak manusia adalah dia yang mencipta melalui sang anak manusia. Sang anak manusia menerima dari Allah kemampuan untuk mencipta. Ia juga dapat menghasilkan keturunan. Dia yang telah menerima kemampuan untuk mencipta adalah suatu makhluk, dan dia yang telah menerima kemampuan untuk melahirkan adalah seorang keturunan. Dia yang mencipta tidak dapat memberi keturunan, tapi dia yang memberi keturunan dapat mencipta. Dia yang mencipta dikatakan memberi keturunan, tapi “keturunan” adalah benar-benar makhluk, karena “keturunan” ini bukanlah anak-anak dari tindakan membuat keturunan tetapi dari pekerjaan penciptaan.
Dia yang mencipta bekerja dengan terang-terangan, dan dia dapat dilihat. Dia yang memberi keturunan melakukannya dengan diam-diam, dan dia tersembunyi, sebab dia yang memberi keturunan melampaui segala gambaran. Maka, dia yang mencipta, melakukannya dengan terang-terangan, dan dia yang memberi keturunan menghasilkan keturunan secara rahasia.
(103) Tidak seorang pun dapat mengetahui kapan seorang suami dan seorang istri berhubungan seks kecuali kedua orang ini, sebab perkawinan dalam dunia ini adalah suatu misteri bagi mereka yang kawin. Jika perkawinan yang tercemar tersembunyi, betapa lebih lagi perkawinan yang suci sebagai sebuah misteri sejati! Perkawinan semacam ini bukan ragawi tetapi murni. Ini bukan milik hawa nafsu, tetapi milik kehendak. Ini milik bukan kegelapan atau malam, tapi kepunyaan siang dan terang.
Jika suatu perkawinan terbuka, perkawinan ini menjadi prostitusi, dan mempelai perempuan bermain sebagai seorang pelacur bukan hanya jika ia dihamili oleh seorang pria lain tetapi bahkan jika ia menyelinap dari kamar tidurnya dan kelihatan oleh orang. Hendaklah ia memperlihatkan dirinya hanya kepada ayahnya dan ibunya, sahabat mempelai pria, dan pembantu-pembantu mempelai pria. Mereka diperbolehkan memasuki kamar mempelai setiap hari. Tetapi hendaklah orang lain hanya merindukan mendengar suara mempelai perempuan dan menikmati harumnya minyak wangi yang dipakainya, dan hendaklah mereka makan remah-remah yang jatuh dari meja, seperti anjing-anjing.
Mempelai laki-laki dan mempelai perempuan kepunyaan kamar pengantin. Tidak seorang pun dapat melihat seorang mempelai pria atau seorang mempelai perempuan kecuali dengan menjadi satu.
(104) Pada waktu Abraham dapat melihat apa yang ia harus lihat, ia menyunat daging kulupnya, dan dengan demikian mengajarkan kita bahwa adalah perlu jika daging itu dibinasakan.
(105) Sepanjang hal-hal di dalam batin mereka tersembunyi, kebanyakan makhluk dalam dunia ini hidup dan baik adanya. Jika hal-hal dalam batin tersingkap, mereka mati, sebagaimana jelas dicontohkan oleh bagian kasat mata seseorang. Sepanjang usus-usus seseorang tersembunyi, orang itu hidup. Jika usus-usus tersingkap dan keluar, orang itu mati. Demikian juga, sementara akarnya tersembunyi, sebatang pohon tumbuh dan bertunas. Jika akarnya terbongkar, pohon itu akan mengering.
Demikian juga halnya dengan semua hal yang dihasilkan dalam dunia ini, bukan hanya yang kelihatan tapi juga yang tersembunyi. Sepanjang akar kejahatan tersembunyi, kejahatan tetap kuat. Ketika akarnya tampak oleh orang, kejahatan tersingkap, dan jika kejahatan diterangi, kejahatan lenyap. Karena itulah firman mengatakan, “Kapak sudah diletakkan pada akar pohon.” Kapak ini tidak hanya memangkas pohon, sebab apa yang dipangkas akan tumbuh kembali. Tetapi, kapak akan menggali lubang yang dalam sampai akar terpangkas. Yesus menarik akar keluar dari seluruh tempat, tetapi orang lain menariknya dari hanya sebagian tempat.
(106) Hendaklah setiap kita juga menggali dalam-dalam untuk mencari akar kejahatan yang ada di dalam kita dan menariknya keluar dari hati kita sampai ke akarnya. Kejahatan akan dicabut akarnya jika kita mengenalinya. Tapi jika kita tidak mengetahuinya, kejahatan akan berakar di dalam kita dan menghasilkan buahnya di dalam hati kita. Kejahatan dengan demikian akan menguasai kita. Kita menjadi hambanya, dan kejahatan akan menangkap kita sehingga kita melakukan apa yang kita tidak ingin lakukan dan tidak melakukan apa yang kita ingin lakukan. Kejahatan ini begitu digdaya karena kita tidak mengenalinya. Sepanjang kejahatan ada, kejahatan ini tetap aktif.
(107) Ketidaktahuan atau kebodohan adalah ibu dari semua kejahatan. Ketidaktahuan membawa kita kepada kematian karena orang-orang yang berasal dari ketidaktahuan dulu tidak ada, sekarang tidak ada dan nanti juga tidak ada. Tapi orang-orang yang berada dalam kebenaran akan menjadi sempurna ketika semua kebenaran disingkap. Sebab kebenaran itu seperti ketidaktahuan. Sementara tersembunyi, kebenaran menemukan rehat di dalam dirinya sendiri, tapi ketika disingkap dan dikenali, kebenaran dipuji karena ia lebih kuat dari ketidaktahuan dan kesalahan. Kebenaran membebaskan.
Firman mengatakan, “Jika engkau mengetahui kebenaran, kebenaran akan memerdekakan engkau.” Ketidaktahuan atau kebodohan itu adalah seorang budak, sedangkan pengetahuan adalah kemerdekaan. Jika kita mengenal kebenaran, kita akan menemukan buah kebenaran di dalam diri kita. Jika kita menyatu dengan kebenaran, kebenaran akan membawa kita ke dalam kepenuhan dan kelengkapan.
(108) Pada masa kini kita menjumpai hal-hal yang kasat mata dari ciptaan, dan kita mengatakan bahwa hal-hal yang kelihatan ini begitu perkasa dan bernilai, sementara hal-hal yang tersembunyi lemah dan tidak penting. Tidaklah demikian halnya dengan hal-hal yang kasat mata dari kebenaran. Mereka lemah dan tidak penting, tapi hal-hal tersembunyi perkasa dan sangat berharga.
(109) Misteri kebenaran disingkap dalam simbol dan gambar. Kamar mempelai tersembunyi, dan ini adalah ruang maha kudus. Semula tirainya menyembunyikan bagaimana Allah mengelola ciptaan, tapi ketika tirai ini terbelah dan apa yang ada di dalamnya kelihatan, bangunan ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi sepi, atau akan dihancurkan. Dan seluruh keallahan akan meninggalkan tempat ini tetapi tidak masuk ke dalam ruang maha kudus, sebab keallahan tidak dapat ada bersama-sama dengan terang murni dan kepenuhan sempurna. Melainkan, keallahan ini akan tetap ada di bawah sayap-sayap salib dan di bawah tangan-tangannya. Bahtera ini akan merupakan keselamatan untuk manusia ketika air bah menyapu mereka.
Barangsiapa termasuk dalam orde imamat, ia dapat masuk ke dalam tirai bersama dengan imam besar. Karena itulah tirai ini tidak robek hanya pada bagian atasnya, sebab, jika demikian, hanya kawasan atas yang akan disingkap. Juga tidak hanya robek pada bagian bawahnya, sebab, jika demikian, ini menyingkapkan hanya kawasan bawah. Tidak, tirai ini sobek dari atas ke bawah. Kawasan atas terbuka bagi kita di dalam kawasan bawah, supaya kita dapat masuk ke dalam kawasan rahasia kebenaran. Ini adalah apa yang sesungguhnya patut dan perkasa, dan kita akan masuk melalui simbol yang lemah dan tidak signifikan. Simbol ini lemah jika dibandingkan kemulian yang sempurna. Ada kemuliaan yang melampaui kemuliaan; ada kekuasaan yang mengatasi kekuasaan. Hal-hal yang sempurna telah dibukakan bagi kita, dan juga hal-hal tersembunyi dari kebenaran. Ruang maha kudus telah disingkap, dan kamar mempelai mengundang kita masuk.
(110) Sejauh benih roh kudus tersembunyi, kefasikan tidak akan efektif, meskipun masih belum disingkirkan dari tengah-tengah benih, dan mereka masih diperbudak untuk berbuat jahat. Tapi kalau benih dinyatakan, maka cahaya sejati akan menyinari setiap orang, dan semua orang yang ada dalam terang akan menerima krisme. Maka budak-budak akan dimerdekakan dan para tawanan akan ditebus. “Setiap tanaman yang bapa di surga tidak tanam akan dicabut sampai ke akarnya.” Apa yang dipisahkan akan disatukan, apa yang kosong akan diisi.
(111) Setiap orang yang masuk ke dalam kamar mempelai akan menyalakan terang. Ini seperti perkawinan yang berlangsung rahasia dan terjadi pada waktu malam. Terang dari api bersinar selama malam hari, lalu padam. Namun misteri perkawinan berlangsung pada waktu siang dan pada waktu terang, dan siang maupun terang itu tidak pernah tenggelam.
Jika seseorang berada di dalam kamar pengantin, orang itu akan menerima terang. Jika orang tidak menerimanya sementara berada di sini, di tempat ini, ia tidak dapat menerimanya di tempat lain.
Orang yang menerima terang tidak dapat dilihat atau diraba. Tidak ada satu hal apapun dapat menyusahkan orang semacam itu bahkan ketika mereka hidup dalam dunia ini. Dan ketika mereka meninggalkan dunia ini, mereka telah menerima kebenaran melalui gambar-gambar, dan dunia menjadi kawasan abadi. Bagi orang ini, kawasan abadi ini adalah kepenuhan.
Sesungguhnya, inilah jalannya. Jalan ini disingkapkan bagi orang semacam itu saja, tersembunyi bukan dalam kegelapan dan pada waktu malam, melainkan tersembunyi di dalam hari yang sempurna dan terang yang kudus.
(74) Adalah perlu mengucapkan sebuah misteri. Bapa segala yang ada menyatu dengan sang perawan yang telah turun, dan api bercahaya atas sang bapa.
Pada hari itu, yang satu itu menyingkapkan kamar pengantin yang besar, dan dengan cara ini tubuhnya tercipta.
Pada hari itu, ia keluar dari kamar pengantin sebagai orang yang dilahirkan dari seorang mempelai perempuan dan seorang mempelai pria.
Begitulah Yesus menegakkan segalanya di dalamnya, dan tepatlah jika masing-masing murid masuk ke dalam rehat masing-masing.
(75) Adam berasal dari dua orang perawan, roh dan bumi pertiwi yang perawan. Kristus dilahirkan dari seorang perawan untuk memulihkan kejatuhan yang telah terjadi pada mulanya.
(76) Ada dua pohon tumbuh di Taman Eden. Yang satu menghasilkan binatang-binatang dan yang satunya lagi menghasilkan manusia. Adam makan dari pohon yang menghasilkan binatang-binatang, dan ia menjadi seekor binatang dan melahirkan binatang-binatang. Alhasil, anak-anak Adam menyembah binatang-binatang. Pohon yang buahnya ia makan adalah pohon pengetahuan, dan karena hal ini, dosa bertambah-tambah. Jika ia makan buah dari pohon yang lainnya, buah pohon kehidupan, yang menghasilkan manusia, allah-allah akan menyembah manusia. Sebagaimana di Taman Eden Allah mencipta manusia supaya manusia dapat mencipta Allah, demikian juga dalam dunia ini orang membuat allah-allah dan menyembah apa yang mereka telah ciptakan. Akan lebih pas jika allah-allah menyembah manusia.
(77) Adalah benar bahwa prestasi seseorang bergantung pada kemampuan orang itu, dan karena alasan ini kami menyebut prestasi itu sebagai kemampuan. Di antara prestasi semacam itu adalah anak-anak yang diperanakkan, dan anak-anak ini dilahirkan dari suatu waktu rehat. Adapun kemampuan seseorang terungkap dalam apa yang berhasil dicapainya, dan rehat jelas ditemukan dalam diri anak-anak. Engkau akan maklum bahwa ini juga berlaku bagi gambar. Ini adalah manusia yang diciptakan menurut gambar, yang berhasil melakukan segala hal melalui kekuatan mereka dan melahirkan anak-anak melalui rehat.
(78) Dalam dunia ini budak melayani orang merdeka. Dalam kerajaan surga orang merdeka akan melayani budak-budak dan orang yang berada dalam kamar pengantin akan melayani tamu-tamu pesta kawin.
Orang yang berada dalam kamar mempelai memiliki hanya satu nama, yakni rehat. Ketika mereka bersama-sama, mereka tidak membutuhkan wujud lain, sebab mereka berada dalam kontemplasi . . . persepsi. Mereka lebih unggul . . . di antara mereka di dalam . . . kemuliaan dari kemuliaan . . . .
(79) Perlu bagi Yesus untuk masuk ke dalam air supaya ia menyempurnakan dan memurnikannya. Begitu juga orang yang dibaptis dalam namanya disempurnakan. Sebab ia berkata, “Demikianlah, kita akan menyempurnakan semua kebenaran.”
(80) Jika orang berkata mereka akan pertama-tama mati lalu bangkit, mereka keliru. Jika mereka tidak menerima kebangkitan lebih dulu, sementara mereka hidup, mereka akan tidak menerima apapun ketika mereka mati. Demikianlah dikatakan tentang baptisan, “Agung nian baptisan itu”, sebab jika orang menerimanya, mereka akan hidup.
(81) Rasul Filipus berkata, “Yusuf si pengrajin kayu membangun sebuah kebun, sebab ia memerlukan kayu untuk barang dagangannya. Ia adalah orang yang membuat salib dari kayu-kayu yang ia tanam, dan keturunannya digantung pada apa yang ia tanam. Keturunannya adalah Yesus dan apa yang ia telah tanam adalah salib.”
Tapi pohon kehidupan berada di tengah taman. Ini adalah sebatang pohon zaitun, dan darinya muncul krisme, dan dari krisme datang kebangkitan.
(82) Dunia ini memakan mayat, dan segala sesuatu yang dimakan dalam dunia ini juga mati. Kebenaran memakan kehidupan, dan tidak seorang pun yang diberi makan oleh kebenaran akan mati. Yesus datang dari kawasan itu dan membawa makanan dari sana, dan ia memberi kehidupan kepada semua yang menginginkannya, supaya mereka tidak mati.
(83) Allah mendirikan sebuah taman, dan manusia hidup di taman itu. Ada beberapa orang yang tinggal bersama . . . Allah . . . .
Taman ini ada di tempat di mana akan dikatakan kepadaku, “ . . . makanlah ini dan jangan makan yang itu, seperti engkau kehendaki.” Ini adalah tempat di mana aku akan memakan segala sesuatunya, di mana terdapat pohon pengetahuan.
Pohon itu membunuh Adam, tetapi di sini pohon pengetahuan telah membawa orang kembali kepada kehidupan. Pohon itu adalah taurat. Taurat dapat memberi pengetahuan tentang hal yang baik dan hal yang jahat, tapi taurat tidak juga membebaskan Adam dari kejahatan dan juga tidak membuatnya baik, dan taurat ini mendatangkan kematian bagi mereka yang makan darinya. Karena ketika dikatakan, “Makanlah ini dan jangan makan yang itu”, kematian dimulai.
(84) Krisme itu lebih tinggi dari baptisan. Kita dinamakan Kristen, ini berasal dari kata “krisme”, bukan dari kata “baptisan”. Kristus juga memiliki nama dari kata krisme, sebab sang bapa mengurapi sang anak, sang anak mengurapi para rasul, dan para rasul mengurapi kita. Barangsiapa telah diurapi, ia memiliki segalanya: kebangkitan, terang, salib, roh kudus. Sang bapa memberikan segalanya kepada orang yang berada dalam kamar pengantin, dan orang itu menerimanya. Sang bapa ada dalam sang anak dan sang anak ada dalam sang bapa. Inilah kerajaan surga.
(85) Sang guru menyatakannya dengan sangat baik: “Beberapa orang telah masuk ke dalam kerajaan surga dengan tertawa, dan mereka telah keluar juga dengan tertawa.”
Seseorang berkata, “Mereka adalah orang Kristen.”
Orang itu berkata kembali, “Dia adalah orang yang telah menyelam ke dalam air dan muncul kembali sebagai seorang guru bagi semua orang. Penebusan bukanlah perkara tertawa, tapi seseorang masuk ke dalam kerajaan surga dengan tertawa dengan maksud untuk menghina kain-kain buruk ini. Jika orang mencemooh raga dan memandangnya sebagai perkara tertawa, orang itu akan keluar dengan tertawa.”
Demikian juga dengan roti, piala minuman, dan minyak, meskipun ada misteri yang lebih tinggi dari semua ini.
(86) Dunia ada melalui sebuah kesalahan. Sang pencipta ingin menjadikannya tidak rusak tapi abadi, tapi ia gagal dan tidak mendapatkan apa yang ia harapkan. Sebab dunia ini dapat rusak dan sang pencipta dunia ini juga dapat rusak. Ada hal-hal yang dapat rusak, tapi keturunan tidak dapat rusak. Tidak ada sesuatupun dapat menerima keabadian, kecuali seorang anak. Dan barangsiapa tidak dapat menerima tentu saja tidak dapat memberi.
(87) Piala doa syukur berisi anggur dan air, sebab keduanya menggambarkan darah yang atasnya orang mengucap syukur. Piala doa syukur ini penuh dengan roh kudus, dan ini menjadi bagian dari insan kamil sepenuhnya. Ketika kita meminumnya, kita mengenakan bagi diri kita sendiri insan kamil.
Air hidup adalah sebuah tubuh, dan kita harus mengenakan manusia yang hidup. Demikianlah, ketika seorang bersiap masuk ke dalam air, ia melepaskan pakaiannya supaya dapat mengenakan manusia yang hidup.
(88) Seekor kuda melahirkan seekor kuda, seorang manusia melahirkan manusia, suatu ilah melahirkan ilah-ilah. Begitu juga mempelai pria dan mempelai perempuan berasal dari mempelai pria dan mempelai perempuan.
Tidak ada orang Yahudi . . . dari orang Yunani . . . dari orang Yahudi . . . kepada orang Kristen. Ada suatu generasi manusia lainnya, dan orang yang diberkati ini disebut orang-orang spiritual terpilih, manusia sejati, anak manusia, keturunan anak manusia. Generasi sejati ini dikenal dalam dunia ini, dan inilah tempat orang-orang dalam kamar pengantin berada.
(89) Dalam dunia ini, dimana kekuatan dan kelemahan ditemukan, terdapat kemanunggalan maskulin dan feminin, tapi dalam kawasan kekal terdapat suatu jenis kesatuan yang berbeda.
Meskipun kita menyebut hal-hal ini dengan kata-kata yang sama, ada juga kata-kata lain yang lebih tinggi kedudukannya dibandingkan semua kata yang dilafalkan.
Kata-kata ini melampaui kekuatan. Sebab terdapat kekuatan dan ada juga yang lebih tinggi dari kekuatan, dan yang lebih tinggi ini tidaklah berbeda melainkan sama. Ini tidak dapat dipahami oleh hati manusia.
(90) Semua orang yang memiliki segala sesuatu harus mengenal diri mereka sendiri, bukankah demikian? Jika orang tidak mengenal dirinya sendiri, mereka tidak akan bisa menikmati apa yang mereka miliki, tapi mereka yang mengenal diri mereka sendiri akan menikmati kepunyaan mereka.
(91) Sang insan kamil tidak dapat disentuh dan juga tidak dapat dilihat. Apa yang dapat dilihat, dapat disentuh dan dipahami. Untuk dapat memperoleh karunia ini orang harus mengenakan terang sempurna dan menjadi terang sempurna. Barangsiapa mengenakan terang, akan masuk ke dalam tempat rehat. Ini adalah terang sempurna, dan kita harus menjadi insan kamil sebelum kita meninggalkan dunia ini. Barangsiapa memperoleh segala sesuatu tapi tidak memisahkan diri dari dunia ini, akan tidak dapat memperoleh kawasan itu tapi akan pergi ke tempat yang di tengah, sebab orang itu tidak sempurna. Hanya Yesus yang mengetahui nasib orang itu.
(92) Orang yang kudus seluruhnya kudus, termasuk tubuh orang itu. Orang yang kudus yang mengambil roti menguduskan roti itu, dan ia melakukan hal yang sama dengan piala minuman atau segala sesuatu lainnya yang diambil dan dikuduskannya. Jadi, bagaimana orang itu tidak akan menguduskan tubuhnya juga?
(93) Sebagaimana Yesus menyempurnakan air baptisan, ia menuang kematian ke luar.
Atas dasar inilah kita menyelam ke dalam air tetapi tidak ke dalam kematian, supaya kita tidak dituangkan ke dalam roh dunia ini. Pada waktu angin bertiup, musim dingin tiba. Ketika roh kudus berhembus, musim panas tiba.
(94) Barangsiapa mengenal kebenaran, ia merdeka, dan seorang yang merdeka tidak berbuat dosa, sebab “barangsiapa berdosa, ia adalah seorang hamba dosa.” Kebenaran adalah sang bunda, pengetahuan adalah sang ayah. Orang yang tidak membiarkan dirinya berdosa disebut dunia sebagai orang merdeka. Mereka tidak membiarkan diri mereka berbuat dosa, dan pengetahuan mengenai kebenaran meninggikannya— maksudnya, pengetahuan itu membuat mereka merdeka dan lebih unggul dari segalanya. Tetapi “kasih membangun.” Barangsiapa merdeka karena pengetahuan, ia, karena kasih, adalah seorang hamba bagi orang-orang yang masih belum mempunyai kebebasan pengetahuan. Pengetahuan memungkinkan mereka merdeka.
Kasih tidak pernah mengatakan memiliki sesuatu, meskipun kasih ini mempunyai segala sesuatu. Kasih tidak mengatakan, “Ini adalah kepunyaanku” atau “Itu adalah milikku,” tetapi akan mengatakan, “Segala sesuatu yang menjadi milikku adalah kepunyaanmu.”
(95) Kasih spiritual adalah anggur dan parfum. Orang yang meminyaki dirinya dengan parfum menikmatinya , dan ketika orang ini hadir, orang lain yang ada di sekitarnya juga menikmatinya. Jika orang yang memakai parfum meninggalkan orang-orang lainnya dan pergi, orang-orang lain yang tidak memakai parfum tetapi hanya berada di sekitar akan tertusuk oleh bau tidak enak dari tubuh mereka sendiri.
Orang Samaria tidak memberikan apapun kepada orang yang terluka itu, kecuali anggur dan minyak—yakni, hanya salep. Salep itu menyembuhkan luka, sebab “kasih menutupi banyak dosa.”
(96) Anak-anak yang dilahirkan seorang perempuan menyerupai laki-laki yang dikasihinya. Jika laki-laki ini suaminya, mereka menyerupai suaminya. Jika laki-laki ini kekasih gelapnya, anak-anak itu serupa dengan kekasih gelapnya ini. Seringkali, jika seorang perempuan harus tidur dengan suaminya tetapi hatinya ada bersama dengan kekasih gelapnya yang dengannya ia biasa bermain cinta, maka sang anak yang ia lahirkan akan serupa dengan kekasih gelapnya itu.
Jadi, engkau yang hidup bersama dengan sang anak Allah, janganlah mengasihi dunia ini tapi kasihilah sang guru, supaya apa yang engkau lahirkan tidak menyerupai dunia ini tetapi menyerupai sang guru.
(97) Manusia berhubungan seks dengan manusia; kuda bersetubuh dengan kuda; keledai bersenggama dengan keledai. Anggota-anggota suatu spesies berhubungan seks dengan anggota-anggota spesies yang sama. Demikian juga, roh berhubungan seks dengan roh, kata bersetubuh dengan kata, terang dengan terang.
Jika engkau menjadi manusia,
seorang manusia akan mengasihimu.
Jika engkau menjadi roh,
roh akan bersatu denganmu.
Jika engkau menjadi firman,
firman akan berhubungan seks denganmu.
Jika engkau menjadi terang,
terang akan menyatu denganmu.
Jika engkau menjadi salah satu dari apa yang ada di atas,
yang ada di atas itu akan menemukan rehat dalam dirimu.
Jika engkau menjadi seekor kuda atau seekor keledai atau seekor sapi jantan
atau seekor anjing atau seekor domba atau suatu jenis binatang lainnya,
jinak atau buas, maka baik manusia, roh, firman atau pun terang tidak dapat mengasihimu.
Apa yang ada di atas dan apa yang ada dalam dirimu tidak dapat menemukan rehat di dalam dirimu, dan kamu tidak mendapat bagian di dalam mereka.
(98) Orang yang menjadi hamba, di luar kehendak mereka, dapat menjadi orang merdeka. Orang yang dimerdekakan atas kehendak tuannya lalu menjual diri mereka kembali ke dalam perbudakan, tidak dapat merdeka lagi.
(99) Bertani dalam dunia ini bergantung pada empat hal, dan panen akan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam lumbung sebagai hasil dari air, tanah, udara, dan cahaya.
Bertani di kebun Allah juga bergantung pada empat hal: iman, harapan, kasih, dan pengetahuan. Iman adalah bumi yang di dalamnya kita berakar. Harapan adalah air yang dengannya kita dipelihara. Kasih adalah udara yang melaluinya kita tumbuh. Pengetahuan adalah cahaya yang olehnya kita menjadi matang.
Karunia ada dalam empat cara. Yakni secara duniawi; lalu secara surgawi . . .
dan langit yang tertinggi . . . .
(100) Diberkatilah dia yang tidak pernah mendukakan suatu jiwa. Dia adalah Yesus Kristus. Ia telah datang ke seluruh dunia dan tidak pernah membebani siapapun. Diberkatilah orang yang seperti ini, sebab orang seperti inilah seorang insan kamil.
Dunia mengatakan kepada kita betapa sulitnya mendatangkan hal ini. Bagaimana kita dapat berhasil melakukan tindakan semacam ini? Bagaimana kita dapat memberi pertolongan kepada setiap orang?
Sebagai langkah awal, orang harus tidak menimbulkan kedukaan pada siapapun, entah banyak atau pun sedikit, entah orang percaya ataupun orang yang tidak percaya, dan orang harus tidak memberi pertolongan kepada orang-orang yang mampu. Ada orang yang mendapat keuntungan dengan jalan menolong orang kaya. Orang yang melakukan perbuatan baik tidak akan menolong orang kaya, sebab orang ini tidak akan mengambil apapun yang dapat diinginkannya. Orang semacam itu juga tidak akan menimbulkan kedukaan pada diri orang lain, sebab orang ini tidak menimbulkan persoalan bagi mereka. Orang kaya baru kadangkala menyebabkan orang lain berduka, tetapi orang yang melakukan perbuatan baik tidak akan melakukan hal ini. Kejahatan yang ada dalam diri setiap oranglah yang menyebabkan mereka berduka. Orang yang kodratnya insan kamil memberi kesenangan kepada orang yang baik; tetapi beberapa orang sangat tertekan dan menderita karena semua hal ini.
(101) Ada seorang pengurus rumah tangga yang memiliki segala sesuatu: anak-anak, budak-budak, ternak, anjing-anjing, babi, gandum, barli, dedak, makanan hewan, minyak, daging, dan biji pohon ek. Pengurus rumah tangga ini bijaksana dan mengetahui makanan untuk masing-masing peliharaannya. Ia memberi makan anak-anak roti panggang dan daging. Ia memberi makan budak-budaknya minyak dan gandum. Ia memberi makan ternaknya barli, dedak, dan makanan hewan lainnya. Ia melempar tulang-tulang kepada anjing-anjing. Ia memberi makan babi-babinya biji pohon ek dan bubur gandum.
Demikian juga halnya dengan murid-murid Allah. Jika mereka bijaksana, mereka memahami pemuridan. Wujud-wujud ragawi tidak akan memperdaya mereka; tetapi mereka akan memeriksa keadaan setiap jiwa orang dan berbicara pas dengan setiap orang ini. Dalam dunia ini banyak binatang mengenakan wujud manusia. Jika murid-murid Allah mengidentifikasi mereka sebagai babi, mereka memberi mereka makan biji pohon ek. Jika ternak, mereka memberi barli, dedak, dan makanan lainnya, sebagai makanan mereka. Jika anjing, mereka melempar tulang-tulang. Jika budak, mereka memberi mereka makanan pembuka saja. Jika anak-anak, mereka memberi mereka makanan lengkap.
(102) Ada sang anak manusia; dan ada sang anak dari sang anak manusia. Anak manusia adalah sang guru, dan sang anak dari sang anak manusia adalah dia yang mencipta melalui sang anak manusia. Sang anak manusia menerima dari Allah kemampuan untuk mencipta. Ia juga dapat menghasilkan keturunan. Dia yang telah menerima kemampuan untuk mencipta adalah suatu makhluk, dan dia yang telah menerima kemampuan untuk melahirkan adalah seorang keturunan. Dia yang mencipta tidak dapat memberi keturunan, tapi dia yang memberi keturunan dapat mencipta. Dia yang mencipta dikatakan memberi keturunan, tapi “keturunan” adalah benar-benar makhluk, karena “keturunan” ini bukanlah anak-anak dari tindakan membuat keturunan tetapi dari pekerjaan penciptaan.
Dia yang mencipta bekerja dengan terang-terangan, dan dia dapat dilihat. Dia yang memberi keturunan melakukannya dengan diam-diam, dan dia tersembunyi, sebab dia yang memberi keturunan melampaui segala gambaran. Maka, dia yang mencipta, melakukannya dengan terang-terangan, dan dia yang memberi keturunan menghasilkan keturunan secara rahasia.
(103) Tidak seorang pun dapat mengetahui kapan seorang suami dan seorang istri berhubungan seks kecuali kedua orang ini, sebab perkawinan dalam dunia ini adalah suatu misteri bagi mereka yang kawin. Jika perkawinan yang tercemar tersembunyi, betapa lebih lagi perkawinan yang suci sebagai sebuah misteri sejati! Perkawinan semacam ini bukan ragawi tetapi murni. Ini bukan milik hawa nafsu, tetapi milik kehendak. Ini milik bukan kegelapan atau malam, tapi kepunyaan siang dan terang.
Jika suatu perkawinan terbuka, perkawinan ini menjadi prostitusi, dan mempelai perempuan bermain sebagai seorang pelacur bukan hanya jika ia dihamili oleh seorang pria lain tetapi bahkan jika ia menyelinap dari kamar tidurnya dan kelihatan oleh orang. Hendaklah ia memperlihatkan dirinya hanya kepada ayahnya dan ibunya, sahabat mempelai pria, dan pembantu-pembantu mempelai pria. Mereka diperbolehkan memasuki kamar mempelai setiap hari. Tetapi hendaklah orang lain hanya merindukan mendengar suara mempelai perempuan dan menikmati harumnya minyak wangi yang dipakainya, dan hendaklah mereka makan remah-remah yang jatuh dari meja, seperti anjing-anjing.
Mempelai laki-laki dan mempelai perempuan kepunyaan kamar pengantin. Tidak seorang pun dapat melihat seorang mempelai pria atau seorang mempelai perempuan kecuali dengan menjadi satu.
(104) Pada waktu Abraham dapat melihat apa yang ia harus lihat, ia menyunat daging kulupnya, dan dengan demikian mengajarkan kita bahwa adalah perlu jika daging itu dibinasakan.
(105) Sepanjang hal-hal di dalam batin mereka tersembunyi, kebanyakan makhluk dalam dunia ini hidup dan baik adanya. Jika hal-hal dalam batin tersingkap, mereka mati, sebagaimana jelas dicontohkan oleh bagian kasat mata seseorang. Sepanjang usus-usus seseorang tersembunyi, orang itu hidup. Jika usus-usus tersingkap dan keluar, orang itu mati. Demikian juga, sementara akarnya tersembunyi, sebatang pohon tumbuh dan bertunas. Jika akarnya terbongkar, pohon itu akan mengering.
Demikian juga halnya dengan semua hal yang dihasilkan dalam dunia ini, bukan hanya yang kelihatan tapi juga yang tersembunyi. Sepanjang akar kejahatan tersembunyi, kejahatan tetap kuat. Ketika akarnya tampak oleh orang, kejahatan tersingkap, dan jika kejahatan diterangi, kejahatan lenyap. Karena itulah firman mengatakan, “Kapak sudah diletakkan pada akar pohon.” Kapak ini tidak hanya memangkas pohon, sebab apa yang dipangkas akan tumbuh kembali. Tetapi, kapak akan menggali lubang yang dalam sampai akar terpangkas. Yesus menarik akar keluar dari seluruh tempat, tetapi orang lain menariknya dari hanya sebagian tempat.
(106) Hendaklah setiap kita juga menggali dalam-dalam untuk mencari akar kejahatan yang ada di dalam kita dan menariknya keluar dari hati kita sampai ke akarnya. Kejahatan akan dicabut akarnya jika kita mengenalinya. Tapi jika kita tidak mengetahuinya, kejahatan akan berakar di dalam kita dan menghasilkan buahnya di dalam hati kita. Kejahatan dengan demikian akan menguasai kita. Kita menjadi hambanya, dan kejahatan akan menangkap kita sehingga kita melakukan apa yang kita tidak ingin lakukan dan tidak melakukan apa yang kita ingin lakukan. Kejahatan ini begitu digdaya karena kita tidak mengenalinya. Sepanjang kejahatan ada, kejahatan ini tetap aktif.
(107) Ketidaktahuan atau kebodohan adalah ibu dari semua kejahatan. Ketidaktahuan membawa kita kepada kematian karena orang-orang yang berasal dari ketidaktahuan dulu tidak ada, sekarang tidak ada dan nanti juga tidak ada. Tapi orang-orang yang berada dalam kebenaran akan menjadi sempurna ketika semua kebenaran disingkap. Sebab kebenaran itu seperti ketidaktahuan. Sementara tersembunyi, kebenaran menemukan rehat di dalam dirinya sendiri, tapi ketika disingkap dan dikenali, kebenaran dipuji karena ia lebih kuat dari ketidaktahuan dan kesalahan. Kebenaran membebaskan.
Firman mengatakan, “Jika engkau mengetahui kebenaran, kebenaran akan memerdekakan engkau.” Ketidaktahuan atau kebodohan itu adalah seorang budak, sedangkan pengetahuan adalah kemerdekaan. Jika kita mengenal kebenaran, kita akan menemukan buah kebenaran di dalam diri kita. Jika kita menyatu dengan kebenaran, kebenaran akan membawa kita ke dalam kepenuhan dan kelengkapan.
(108) Pada masa kini kita menjumpai hal-hal yang kasat mata dari ciptaan, dan kita mengatakan bahwa hal-hal yang kelihatan ini begitu perkasa dan bernilai, sementara hal-hal yang tersembunyi lemah dan tidak penting. Tidaklah demikian halnya dengan hal-hal yang kasat mata dari kebenaran. Mereka lemah dan tidak penting, tapi hal-hal tersembunyi perkasa dan sangat berharga.
(109) Misteri kebenaran disingkap dalam simbol dan gambar. Kamar mempelai tersembunyi, dan ini adalah ruang maha kudus. Semula tirainya menyembunyikan bagaimana Allah mengelola ciptaan, tapi ketika tirai ini terbelah dan apa yang ada di dalamnya kelihatan, bangunan ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi sepi, atau akan dihancurkan. Dan seluruh keallahan akan meninggalkan tempat ini tetapi tidak masuk ke dalam ruang maha kudus, sebab keallahan tidak dapat ada bersama-sama dengan terang murni dan kepenuhan sempurna. Melainkan, keallahan ini akan tetap ada di bawah sayap-sayap salib dan di bawah tangan-tangannya. Bahtera ini akan merupakan keselamatan untuk manusia ketika air bah menyapu mereka.
Barangsiapa termasuk dalam orde imamat, ia dapat masuk ke dalam tirai bersama dengan imam besar. Karena itulah tirai ini tidak robek hanya pada bagian atasnya, sebab, jika demikian, hanya kawasan atas yang akan disingkap. Juga tidak hanya robek pada bagian bawahnya, sebab, jika demikian, ini menyingkapkan hanya kawasan bawah. Tidak, tirai ini sobek dari atas ke bawah. Kawasan atas terbuka bagi kita di dalam kawasan bawah, supaya kita dapat masuk ke dalam kawasan rahasia kebenaran. Ini adalah apa yang sesungguhnya patut dan perkasa, dan kita akan masuk melalui simbol yang lemah dan tidak signifikan. Simbol ini lemah jika dibandingkan kemulian yang sempurna. Ada kemuliaan yang melampaui kemuliaan; ada kekuasaan yang mengatasi kekuasaan. Hal-hal yang sempurna telah dibukakan bagi kita, dan juga hal-hal tersembunyi dari kebenaran. Ruang maha kudus telah disingkap, dan kamar mempelai mengundang kita masuk.
(110) Sejauh benih roh kudus tersembunyi, kefasikan tidak akan efektif, meskipun masih belum disingkirkan dari tengah-tengah benih, dan mereka masih diperbudak untuk berbuat jahat. Tapi kalau benih dinyatakan, maka cahaya sejati akan menyinari setiap orang, dan semua orang yang ada dalam terang akan menerima krisme. Maka budak-budak akan dimerdekakan dan para tawanan akan ditebus. “Setiap tanaman yang bapa di surga tidak tanam akan dicabut sampai ke akarnya.” Apa yang dipisahkan akan disatukan, apa yang kosong akan diisi.
(111) Setiap orang yang masuk ke dalam kamar mempelai akan menyalakan terang. Ini seperti perkawinan yang berlangsung rahasia dan terjadi pada waktu malam. Terang dari api bersinar selama malam hari, lalu padam. Namun misteri perkawinan berlangsung pada waktu siang dan pada waktu terang, dan siang maupun terang itu tidak pernah tenggelam.
Jika seseorang berada di dalam kamar pengantin, orang itu akan menerima terang. Jika orang tidak menerimanya sementara berada di sini, di tempat ini, ia tidak dapat menerimanya di tempat lain.
Orang yang menerima terang tidak dapat dilihat atau diraba. Tidak ada satu hal apapun dapat menyusahkan orang semacam itu bahkan ketika mereka hidup dalam dunia ini. Dan ketika mereka meninggalkan dunia ini, mereka telah menerima kebenaran melalui gambar-gambar, dan dunia menjadi kawasan abadi. Bagi orang ini, kawasan abadi ini adalah kepenuhan.
Sesungguhnya, inilah jalannya. Jalan ini disingkapkan bagi orang semacam itu saja, tersembunyi bukan dalam kegelapan dan pada waktu malam, melainkan tersembunyi di dalam hari yang sempurna dan terang yang kudus.
INJIL FILIPUS 37-72
(37) Dia yang diciptakan itu agung dan terhormat, dan engkau berharap anak-anaknya juga agung dan terhormat. Jika ia tidak diciptakan tetapi dikandung, engkau berharap keturunannya juga agung dan terhormat. Tapi sebetulnya ia diciptakan, lalu ia melahirkan keturunannya.
Betapa terhormatnya ini! Pertama datang perzinahan, lalu pembunuhan. Yang satu ini dilahirkan dari zina, sebab ia adalah anak sang ular. Ia menjadi seorang pembunuh, seperti ayahnya, dan ia membunuh saudaranya. Setiap persetubuhan seksual di antara orang-orang yang satu sama lain tidak serupa adalah perzinahan.
(38) Allah adalah seorang tukang celup. Sama seperti bahan celupan yang baik, yang dikatakan sebagai bahan celupan murni, lenyap ke dalam apa yang dicelup di dalamnya, begitu juga orang yang dicelup Allah menjadi tidak bisa mati melalui warna-warninya, sebab bahan celupannya tidak dapat mati. Dan Allah mencelupkan orang-orang yang harus dicelup ke dalam air.
(39) Orang tidak dapat melihat hal apapun sebenar-benarnya tanpa ia menjadi sama dengannya. Tidaklah demikian halnya dengan orang yang ada dalam dunia ini, yang melihat matahari tanpa menjadi matahari dan melihat angkasa dan bumi dan segala sesuatu lainnya tanpa menjadi semuanya ini.
Tetapi, di dalam kawasan kebenaran,
engkau telah melihat segalanya di sana dan telah menjadi segalanya itu,
engkau telah melihat roh dan telah menjadi roh,
engkau telah melihat Kristus dan telah menjadi Kristus,
engkau telah melihat sang bapa, dan akan menjadi bapa.
Di sini, dalam dunia ini, engkau melihat segala sesuatu tapi tidak melihat dirimu sendiri, tapi di sana, di kawasan itu, engkau melihat dirimu sendiri, dan engkau akan menjadi apa yang engkau lihat.
(40) Iman menerima, kasih memberi. Tidak seorang pun dapat menerima jika ia tidak beriman, dan tidak seorang pun dapat memberi jika tidak memiliki kasih. Jadi, supaya menerima kita harus memiliki iman, dan untuk memberi kita harus mengasihi. Jika orang memberi namun tidak memiliki kasih, orang itu tidak mendapat keuntungan apa pun dari apa yang ia telah berikan.
Siapa pun yang menerima sesuatu tapi tidak menerima Tuhan, ia masih seorang Ibrani.
(41) Rasul-rasul yang datang sebelum kita memakai nama-nama Iēsous nazōraios messias, yang berarti “Yesus orang Nazaret, sang Kristus.” Nama yang terakhir adalah “Kristus”, nama yang pertama “Yesus”, dan nama tengah adalah “orang Nazaret.” Messias memiliki dua arti, “Kristus” dan “terukur/tertakar”. Dalam bahasa Ibrani, “Yesus” berarti “penebusan”. Nazara berarti “kebenaran”, maka “Orang Nazaret” berarti “kebenaran.” “Kristus” telah “diukur/ditakar”; dengan demikian, “orang Nazaret” dan “Yesus” telah diukur.
(42) Jika sebutir mutiara dilempar ke dalam lumpur, mutiara itu tidak akan kehilangan nilainya, dan jika mutiara ini diminyaki dengan balsam, nilainya juga tidak akan bertambah. Mutiara selalu mulia dalam pandangan mata pemiliknya. Demikian juga, anak-anak Allah mulia di mata sang bapa, bagaimana pun juga keadaaan kehidupan mereka.
(43) Jika engkau berkata, “Aku seorang Yahudi”, tidak seorang pun akan tergerak. Jika engkau berkata, “Aku seorang Romawi”, tidak seorang pun akan terusik. Jika engkau berkata, “Aku seorang Yunani, seorang barbar, seorang budak, seorang merdeka,” tidak ada seorang pun disusahkan. Jika engkau berkata, “Aku seorang Krisren,” dunia ini akan terguncang. Semoga aku menerima dia yang namanya dunia ini tidak dapat tahan ketika mendengarnya.
(44) Allah adalah pemakan manusia, dan dengan demikian manusia dikurbankan baginya. Sebelum manusia dikurbankan, binatang dikurbankan, karena mereka yang menerima kurban-kurban itu bukanlah allah-allah.
(45) Gelas dan bejana keramik keduanya dibuat dengan api. Jika bejana kaca hancur, bejana ini dibuat kembali, sebab bejana ini dibuat melalui nafas. Tapi jika bejana keramik hancur, bejana itu dibinasakan, sebab bejana itu dibuat tanpa nafas.
(46) Seekor keledai yang sedang memutar sebuah batu kilangan berputar sepanjang seratus mil. Pada waktu keledai ini dilepaskan, keledai ini menemukan dirinya berada di tempat yang sama. Beberapa orang menempuh perjalanan yang sangat panjang, tetapi tidak sampai di mana pun. Ketika malam datang, mereka tidak menemukan kota dan desa, juga tidak mendapatkan apapun yang dibuat tangan manusia atau alam, tidak ada kekuasaan apapun dan tidak ada malaikat. Orang yang malang ini telah bersusah-payah dengan sia-sia.
(47) Ekaristi adalah Yesus. Dalam bahasa Syria, ini dinamakan pharisatha, yang berarti “apa yang direntangkan.” Sebab Kristus datang untuk menyalibkan dunia ini.
(48) Sang guru pergi ke Lewi yang bekerja sebagai tukang celup, membawa tujuh puluh dua pakaian berwarna, dan melemparkan semuanya itu ke dalam sebuah tong. Lalu ia mengangkatnya kembali ke luar dan semua pakaian itu menjadi putih. Ia berkata, “Begitu juga, anak manusia telah datang sebagai seorang tukang celup.”
(49) Hikmat, yang disebut mandul, adalah ibu dari semua malaikat.
Kekasih sang penyelamat adalah Maria Magdalena. Sang penyelamat mengasihinya lebih dari ia mengasihi semua murid lainnya, dan ia seringkali menciumnya pada mulutnya.
Murid-murid lainnya . . . berkata kepadanya, “Mengapa engkau mengasihinya lebih dari engkau mengasihi kami semua?”
Sang penyelamat menjawab dan berkata kepada mereka, “Mengapa aku tidak mengasihi kalian seperti dirinya? Jika seorang buta dan seorang celik keduanya berada dalam kegelapan, mereka sama. Pada waktu terang datang, orang yang dapat melihat akan melihat terang, dan orang yang buta akan tetap berada dalam kegelapan.”
(50) Sang guru berkata, “Diberkatilah dia yang ada sebelum ia dilahirkan. Sebab barangsiapa ada sekarang ini, dia dulu sudah ada dan akan tetap ada.”
(51) Keunggulan manusia tidak kelihatan oleh mata, tapi terletak di dalam apa yang tersembunyi. Karena itu, manusia berkuasa atas hewan-hewan yang lebih kuat dari mereka dan lebih besar dalam hal-hal yang kelihatan dan yang tersembunyi. Demikianlah hewan-hewan bertahan hidup. Tapi ketika manusia meninggalkan hewan-hewan, hewan-hewan itu saling membunuh dan saling melahap. Hewan-hewan telah saling memakan karena mereka tidak menemukan makanan lain. Akan tetapi kini mereka memiliki makanan, karena manusia mengolah tanah.
(52) Siapa pun yang menyelam ke dalam air dan naik kembali ke permukaan tanpa menerima apapun dan berkata, “Aku seorang Kristen,” telah meminjam nama itu. Tapi seorang yang menerima roh kudus memiliki nama itu sebagai suatu karunia. Suatu karunia tidak harus dibayar kembali, tapi apa yang dipinjam harus dibayar. Itulah yang terjadi pada kita, ketika salah seorang dari antara kita mengalami sebuah misteri.
(53) Misteri perkawinan itu besar. Tanpa perkawinan, dunia tidak akan ada. Keberadaan dunia ini bergantung pada manusia, dan keberadaan manusia bergantung pada perkawinan. Jadi, pikirkanlah kekuatan dari persetubuhan yang murni, meskipun gambarnya tercemar.
(54) Roh-roh najis berwujud maskulin dan feminin. Kaum maskulin berhubungan seks dengan jiwa-jiwa yang berwujud feminin, dan kaum feminin bergeliat-geliat terangsang untuk berhubungan seks berganti-ganti dengan jiwa-jiwa yang berwujud maskulin. Jiwa-jiwa tidak dapat luput dari roh-roh jika roh-roh ini menangkap mereka, kecuali mereka menerima kekuatan maskulin atau feminin dari mempelai pria dan mempelai perempuan. Kekuatan ini diterima dari kamar pengantin yang berkaca.
Pada waktu kaum feminin yang bodoh melihat seorang laki-laki seorang diri, mereka melompat kepadanya, memanjakannya, dan mencemarinya. Demikian juga, pada waktu kaum maskulin yang bodoh melihat seorang perempuan cantik seorang diri, mereka merayunya dan memperkosanya dengan maksud menajiskannya. Tapi ketika mereka melihat sepasang suami dan istri bersama-sama, yang feminin tidak dapat mencumbu si suami dan yang maskulin tidak dapat mencumbu si istri. Demikian juga jika gambar dan malaikat bersatu, tidak seorang pun dapat berani mencumbu si laki-laki atau si perempuan.
(55) Barangsiapa meninggalkan dunia ini, ia tidak dapat dipegang kembali seolah-olah ia masih ada dalam dunia ini. Orang ini jelas telah melampaui hawa nafsu . . . dan rasa takut; ia berkuasa . . . , dan ia melampaui iri hati.
Jika . . . , orang itu dicengkeram dan dicekik. Bagaimana orang itu bisa luput dari kuasa-kuasa besar yang mencengkeram? Bagaimana orang itu bisa bersembunyi dari mereka?
Beberapa orang berkata, “Kami orang beriman”, agar mereka dapat luput dari roh-roh najis dan setan-setan. Sebab jika mereka memiliki roh kudus, tidak ada roh najis yang dapat menangkap mereka.
Jangan takut terhadap daging dan jangan mencintainya. Jika engkau takut terhadap daging, daging itu akan menguasai engkau. Jika engkau mencintai daging, daging ini akan menelan habis engkau dan mencekik engkau.
(56) Seseorang dapat ada di dalam dunia ini atau di dalam kebangkitan— atau di dalam tempat yang di tengah. Semoga aku tidak ditemukan di sana! Di dalam dunia ini terdapat kebaikan dan kejahatan, tapi apa yang baik dari dunia ini tidak sungguh-sungguh baik dan apa yang jahat dari dunia ini tidak sungguh-sungguh jahat. Setelah dunia ini berlalu, terdapat yang jahat yang sungguh-sungguh jahat: ini dinamakan tempat tengah. Tempat tengah ini adalah kematian. Sepanjang kita ada di dalam dunia ini, kita harus mendapatkan kebangkitan, sehingga ketika kita melepaskan daging, kita dapat ditemukan dalam rehat dan tidak berkelana di tempat tengah. Sebab banyak orang akan tersesat dalam perjalanan mereka.
(57) Adalah baik jika orang meninggalkan dunia ini sebelum ia berbuat dosa. Beberapa orang tidak memiliki baik kehendak maupun kekuatan untuk bertindak. Orang lainnya, bahkan jika mereka memiliki kemauan, tidak melakukan apa yang baik bagi diri mereka sendiri, sebab mereka belum bertindak. Dan jika mereka tidak memiliki kehendak . . . . Bagi kedua pihak, kebenaran berada di luar daya tangkap mereka. Kebenaran selalu datang kepada kehendak, bukan kepada tindakan.
(58) Dalam suatu penglihatan, seorang rasul melihat orang-orang terkunci di dalam sebuah rumah api, diikat dengan rantai api, dan dilempar ke dalam . . . api karena iman yang salah. Tentang mereka dikatakan, “Mereka dapat menyelamatkan jiwa-jiwa mereka, tapi mereka tidak ingin melakukannya, sehingga mereka mendapatkan tempat penghukuman ini yang disebut kegelapan lahiriah . . . ”
(59) Jiwa dan roh dicipta dari air dan api. Orang yang berada dalam kamar pengantin telah diciptakan dari air, api dan terang. Api adalah krisme. Terang adalah api. Aku tidak maksudkan api yang biasa, yang tidak memiliki bentuk, tapi api lain, yang tampak putih murni, sangat indah dan cemerlang, dan memberi kecantikan.
(60) Kebenaran tidak datang ke dalam dunia dalam keadaan telanjang, tapi dalam simbol dan gambar. Dunia tidak dapat menerima kebenaran dengan suatu cara lain apapun. Ada kelahiran kembali dan suatu gambar kelahiran kembali, dan melalui gambar inilah orang harus dilahirkan kembali. Gambar yang bagaimanakah ini? Gambar kebangkitan. Gambar harus bangkit melalui gambar. Melalui gambar ini, kamar pengantin dan gambar itu harus mendekati kebenaran. Ini adalah pemulihan.
Orang-orang yang menerima nama sang bapa, anak, dan roh kudus dan telah menerima semua nama ini harus melakukan hal ini. Jika seseorang tidak menerima mereka, nama itu akan juga direnggut dari orang itu. Seseorang menerima nama-nama itu dalam krisme dengan minyak kekuatan salib. Para rasul menyebut kekuatan ini kanan dan kiri. Orang ini bukan lagi seorang Kristen, tetapi Kristus.
(61) Sang guru mengerjakan segala sesuatunya dalam suatu misteri: baptisan, krisme, ekaristi, penebusan, dan kamar mempelai.
(62) Karena itulah ia berkata, “Aku telah datang untuk membuat bagian sebelah bawah seperti bagian sebelah atas, dan bagian lahiriah seperti bagian batiniah, dan untuk menyatukan semuanya di tempat itu.” Di sini ia berbicara dalam simbol dan gambar.
Mereka yang berkata ada seorang manusia surgawi dan seorang yang lebih tinggi, adalah orang-orang yang keliru, sebab mereka menyebut sang manusia surgawi yang kasat mata sebagai orang yang “lebih rendah” dan orang yang memiliki tempat tersembunyi sebagai orang yang “lebih tinggi”. Lebih baik mereka berkata-kata tentang hal batiniah, hal lahiriah, dan hal yang paling jauh. Sebab sang guru menyebut kebusukan dan kecurangan sebagai “kegelapan paling jauh”, dan di luarnya tidak terdapat apapun. Ia berkata, “Masuklah ke kamarmu, kunci pintu di sampingmu, dan berdoalah kepada bapamu yang berada di tempat rahasia” — yakni, dia yang paling dalam. Yang paling dalam adalah kepenuhan segala sesuatu, dan tidak ada apapun yang lebih dalam lagi. Dan inilah yang mereka sebut sebagai tempat paling atas.
(63) Sebelum Kristus, beberapa orang telah datang dari suatu kawasan yang mereka tidak dapat masuki kembali, dan mereka pergi ke suatu tempat yang mereka masih belum dapat tinggalkan. Lalu Kristus datang. Orang-orang yang telah masuk ia bawa ke luar, dan mereka yang keluar ia bawa masuk.
(64) Ketika Hawa berada dalam diri Adam, kematian tidak ada. Pada waktu Hawa dipisahkan darinya, kematian datang. Jika Hawa masuk ke dalam diri Adam kembali dan Adam merangkulnya, kematian akan tidak ada lagi.
(65) “Allahku, Allahku, mengapa, ya Tuhan, engkau meninggalkan aku?” Ia mengucapkan kata-kata ini di kayu salib, sebab Allah sudah meninggalkan tempat itu.
(66) Sang guru dikandung dari apa yang tidak bisa binasa, melalui Allah. Sang guru bangkit dari antara orang mati, tetapi ia hidup lagi tidak seperti sebelumnya. Melainkan, tubuhnya telah menjadi sungguh-sungguh sempurna. Tubuhnya ini dari daging, dan daging ini daging yang sejati. Daging kita bukanlah daging sejati, tapi hanyalah suatu gambaran dari apa yang benar.
(67) Hewan tidak memiliki kamar pengantin, demikian juga budak atau perempuan ternoda. Kamar pengantin diberikan kepada kaum pria merdeka dan kepada para perawan.
(68) Kita dilahirkan kembali melalui roh kudus, dan kita dikandung melalui Kristus dalam baptisan dengan dua unsur. Kita diurapi melalui roh, dan ketika kita dikandung, kita dipersatukan.
Tidak seorang pun dapat melihat dirinya dalam air atau dalam cermin jika tidak ada terang; begitu juga engkau tidak dapat melihat dirimu dalam cahaya jika tidak ada air atau sebuah cermin. Jadi orang perlu membaptis dengan dua unsur, terang dan air, dan terang itu adalah krisme.
(69) Terdapat tiga struktur bagi ibadah kurban di Yerusalem. Struktur pertama terbuka di sebelah Barat dan dinamakan tempat kudus; struktur kedua terbuka di sebelah selatan dan dinamakan ruang yang kudus dari yang kudus; dan yang ketiga terbuka di sebelah timur dan dinamakan ruang maha kudus, di mana hanya imam besar yang dapat memasukinya. Tempat kudus adalah baptisan; ruang yang kudus dari yang kudus adalah penebusan; ruang maha kudus adalah kamar mempelai. Baptisan mendatangkan kebangkitan dan penebusan, dan penebusan ada di dalam kamar pengantin. Kamar pengantin berada di dalam suatu kawasan yang lebih unggul dari tempat asal kita, dan engkau tidak dapat menemukan apapun yang menyerupainya . . . . Mereka adalah orang yang menyembah dalam roh dan dalam kebenaran, sebab mereka tidak beribadah di Yerusalem. Ada orang di Yerusalem yang beribadah di Yerusalem, dan mereka menunggu misteri yang dinamakan ruang maha kudus, yang tirainya terbelah dua. Kamar mempelai kita adalah gambaran dari kamar mempelai surgawi di atas. Itulah sebabnya tirainya robek dari atas ke bawah, sebab beberapa orang dari bawah harus naik ke atas.
(70) Para penguasa tidak dapat melihat mereka yang telah mengenakan terang yang sempurna, dan mereka tidak dapat menangkap mereka. Orang menyalakan terang di dalam misteri kemanunggalan.
(71) Jika yang feminin tidak dipisahkan dari yang maskulin, yang feminin dan yang maskulin tidak akan mati. Pemisahan yang maskulin dan yang feminin adalah permulaan kematian. Kristus telah datang untuk memulihkan pemisahan yang telah ada sejak semula dan menyatukan kembali keduanya, supaya memberi kehidupan kepada orang-orang yang telah mati melalui pemisahan dan mempersatukan mereka.
Seorang perempuan dipersatukan dengan suaminya dalam kamar pengantin, dan orang-orang yang sudah dipersatukan dalam kamar pengantin tidak akan dipisahkan kembali. Itulah sebabnya mengapa Hawa dipisahkan dari Adam, karena Hawa tidak menyatu dengan Adam di dalam kamar pengantin.
(72) Jiwa Adam berasal dari suatu nafas. Sahabat jiwa adalah roh, dan roh yang diberikan kepada Adam adalah ibunya. Jiwanya diambil darinya dan diganti dengan roh. Ketika ia dipersatukan dengan roh, ia mengucapkan kata-kata yang lebih unggul dari para penguasa, dan para penguasa iri kepadanya. Mereka memisahkan Adam dari sahabat spiritualnya . . . yang tersembunyi . . . kamar pengantin.
Betapa terhormatnya ini! Pertama datang perzinahan, lalu pembunuhan. Yang satu ini dilahirkan dari zina, sebab ia adalah anak sang ular. Ia menjadi seorang pembunuh, seperti ayahnya, dan ia membunuh saudaranya. Setiap persetubuhan seksual di antara orang-orang yang satu sama lain tidak serupa adalah perzinahan.
(38) Allah adalah seorang tukang celup. Sama seperti bahan celupan yang baik, yang dikatakan sebagai bahan celupan murni, lenyap ke dalam apa yang dicelup di dalamnya, begitu juga orang yang dicelup Allah menjadi tidak bisa mati melalui warna-warninya, sebab bahan celupannya tidak dapat mati. Dan Allah mencelupkan orang-orang yang harus dicelup ke dalam air.
(39) Orang tidak dapat melihat hal apapun sebenar-benarnya tanpa ia menjadi sama dengannya. Tidaklah demikian halnya dengan orang yang ada dalam dunia ini, yang melihat matahari tanpa menjadi matahari dan melihat angkasa dan bumi dan segala sesuatu lainnya tanpa menjadi semuanya ini.
Tetapi, di dalam kawasan kebenaran,
engkau telah melihat segalanya di sana dan telah menjadi segalanya itu,
engkau telah melihat roh dan telah menjadi roh,
engkau telah melihat Kristus dan telah menjadi Kristus,
engkau telah melihat sang bapa, dan akan menjadi bapa.
Di sini, dalam dunia ini, engkau melihat segala sesuatu tapi tidak melihat dirimu sendiri, tapi di sana, di kawasan itu, engkau melihat dirimu sendiri, dan engkau akan menjadi apa yang engkau lihat.
(40) Iman menerima, kasih memberi. Tidak seorang pun dapat menerima jika ia tidak beriman, dan tidak seorang pun dapat memberi jika tidak memiliki kasih. Jadi, supaya menerima kita harus memiliki iman, dan untuk memberi kita harus mengasihi. Jika orang memberi namun tidak memiliki kasih, orang itu tidak mendapat keuntungan apa pun dari apa yang ia telah berikan.
Siapa pun yang menerima sesuatu tapi tidak menerima Tuhan, ia masih seorang Ibrani.
(41) Rasul-rasul yang datang sebelum kita memakai nama-nama Iēsous nazōraios messias, yang berarti “Yesus orang Nazaret, sang Kristus.” Nama yang terakhir adalah “Kristus”, nama yang pertama “Yesus”, dan nama tengah adalah “orang Nazaret.” Messias memiliki dua arti, “Kristus” dan “terukur/tertakar”. Dalam bahasa Ibrani, “Yesus” berarti “penebusan”. Nazara berarti “kebenaran”, maka “Orang Nazaret” berarti “kebenaran.” “Kristus” telah “diukur/ditakar”; dengan demikian, “orang Nazaret” dan “Yesus” telah diukur.
(42) Jika sebutir mutiara dilempar ke dalam lumpur, mutiara itu tidak akan kehilangan nilainya, dan jika mutiara ini diminyaki dengan balsam, nilainya juga tidak akan bertambah. Mutiara selalu mulia dalam pandangan mata pemiliknya. Demikian juga, anak-anak Allah mulia di mata sang bapa, bagaimana pun juga keadaaan kehidupan mereka.
(43) Jika engkau berkata, “Aku seorang Yahudi”, tidak seorang pun akan tergerak. Jika engkau berkata, “Aku seorang Romawi”, tidak seorang pun akan terusik. Jika engkau berkata, “Aku seorang Yunani, seorang barbar, seorang budak, seorang merdeka,” tidak ada seorang pun disusahkan. Jika engkau berkata, “Aku seorang Krisren,” dunia ini akan terguncang. Semoga aku menerima dia yang namanya dunia ini tidak dapat tahan ketika mendengarnya.
(44) Allah adalah pemakan manusia, dan dengan demikian manusia dikurbankan baginya. Sebelum manusia dikurbankan, binatang dikurbankan, karena mereka yang menerima kurban-kurban itu bukanlah allah-allah.
(45) Gelas dan bejana keramik keduanya dibuat dengan api. Jika bejana kaca hancur, bejana ini dibuat kembali, sebab bejana ini dibuat melalui nafas. Tapi jika bejana keramik hancur, bejana itu dibinasakan, sebab bejana itu dibuat tanpa nafas.
(46) Seekor keledai yang sedang memutar sebuah batu kilangan berputar sepanjang seratus mil. Pada waktu keledai ini dilepaskan, keledai ini menemukan dirinya berada di tempat yang sama. Beberapa orang menempuh perjalanan yang sangat panjang, tetapi tidak sampai di mana pun. Ketika malam datang, mereka tidak menemukan kota dan desa, juga tidak mendapatkan apapun yang dibuat tangan manusia atau alam, tidak ada kekuasaan apapun dan tidak ada malaikat. Orang yang malang ini telah bersusah-payah dengan sia-sia.
(47) Ekaristi adalah Yesus. Dalam bahasa Syria, ini dinamakan pharisatha, yang berarti “apa yang direntangkan.” Sebab Kristus datang untuk menyalibkan dunia ini.
(48) Sang guru pergi ke Lewi yang bekerja sebagai tukang celup, membawa tujuh puluh dua pakaian berwarna, dan melemparkan semuanya itu ke dalam sebuah tong. Lalu ia mengangkatnya kembali ke luar dan semua pakaian itu menjadi putih. Ia berkata, “Begitu juga, anak manusia telah datang sebagai seorang tukang celup.”
(49) Hikmat, yang disebut mandul, adalah ibu dari semua malaikat.
Kekasih sang penyelamat adalah Maria Magdalena. Sang penyelamat mengasihinya lebih dari ia mengasihi semua murid lainnya, dan ia seringkali menciumnya pada mulutnya.
Murid-murid lainnya . . . berkata kepadanya, “Mengapa engkau mengasihinya lebih dari engkau mengasihi kami semua?”
Sang penyelamat menjawab dan berkata kepada mereka, “Mengapa aku tidak mengasihi kalian seperti dirinya? Jika seorang buta dan seorang celik keduanya berada dalam kegelapan, mereka sama. Pada waktu terang datang, orang yang dapat melihat akan melihat terang, dan orang yang buta akan tetap berada dalam kegelapan.”
(50) Sang guru berkata, “Diberkatilah dia yang ada sebelum ia dilahirkan. Sebab barangsiapa ada sekarang ini, dia dulu sudah ada dan akan tetap ada.”
(51) Keunggulan manusia tidak kelihatan oleh mata, tapi terletak di dalam apa yang tersembunyi. Karena itu, manusia berkuasa atas hewan-hewan yang lebih kuat dari mereka dan lebih besar dalam hal-hal yang kelihatan dan yang tersembunyi. Demikianlah hewan-hewan bertahan hidup. Tapi ketika manusia meninggalkan hewan-hewan, hewan-hewan itu saling membunuh dan saling melahap. Hewan-hewan telah saling memakan karena mereka tidak menemukan makanan lain. Akan tetapi kini mereka memiliki makanan, karena manusia mengolah tanah.
(52) Siapa pun yang menyelam ke dalam air dan naik kembali ke permukaan tanpa menerima apapun dan berkata, “Aku seorang Kristen,” telah meminjam nama itu. Tapi seorang yang menerima roh kudus memiliki nama itu sebagai suatu karunia. Suatu karunia tidak harus dibayar kembali, tapi apa yang dipinjam harus dibayar. Itulah yang terjadi pada kita, ketika salah seorang dari antara kita mengalami sebuah misteri.
(53) Misteri perkawinan itu besar. Tanpa perkawinan, dunia tidak akan ada. Keberadaan dunia ini bergantung pada manusia, dan keberadaan manusia bergantung pada perkawinan. Jadi, pikirkanlah kekuatan dari persetubuhan yang murni, meskipun gambarnya tercemar.
(54) Roh-roh najis berwujud maskulin dan feminin. Kaum maskulin berhubungan seks dengan jiwa-jiwa yang berwujud feminin, dan kaum feminin bergeliat-geliat terangsang untuk berhubungan seks berganti-ganti dengan jiwa-jiwa yang berwujud maskulin. Jiwa-jiwa tidak dapat luput dari roh-roh jika roh-roh ini menangkap mereka, kecuali mereka menerima kekuatan maskulin atau feminin dari mempelai pria dan mempelai perempuan. Kekuatan ini diterima dari kamar pengantin yang berkaca.
Pada waktu kaum feminin yang bodoh melihat seorang laki-laki seorang diri, mereka melompat kepadanya, memanjakannya, dan mencemarinya. Demikian juga, pada waktu kaum maskulin yang bodoh melihat seorang perempuan cantik seorang diri, mereka merayunya dan memperkosanya dengan maksud menajiskannya. Tapi ketika mereka melihat sepasang suami dan istri bersama-sama, yang feminin tidak dapat mencumbu si suami dan yang maskulin tidak dapat mencumbu si istri. Demikian juga jika gambar dan malaikat bersatu, tidak seorang pun dapat berani mencumbu si laki-laki atau si perempuan.
(55) Barangsiapa meninggalkan dunia ini, ia tidak dapat dipegang kembali seolah-olah ia masih ada dalam dunia ini. Orang ini jelas telah melampaui hawa nafsu . . . dan rasa takut; ia berkuasa . . . , dan ia melampaui iri hati.
Jika . . . , orang itu dicengkeram dan dicekik. Bagaimana orang itu bisa luput dari kuasa-kuasa besar yang mencengkeram? Bagaimana orang itu bisa bersembunyi dari mereka?
Beberapa orang berkata, “Kami orang beriman”, agar mereka dapat luput dari roh-roh najis dan setan-setan. Sebab jika mereka memiliki roh kudus, tidak ada roh najis yang dapat menangkap mereka.
Jangan takut terhadap daging dan jangan mencintainya. Jika engkau takut terhadap daging, daging itu akan menguasai engkau. Jika engkau mencintai daging, daging ini akan menelan habis engkau dan mencekik engkau.
(56) Seseorang dapat ada di dalam dunia ini atau di dalam kebangkitan— atau di dalam tempat yang di tengah. Semoga aku tidak ditemukan di sana! Di dalam dunia ini terdapat kebaikan dan kejahatan, tapi apa yang baik dari dunia ini tidak sungguh-sungguh baik dan apa yang jahat dari dunia ini tidak sungguh-sungguh jahat. Setelah dunia ini berlalu, terdapat yang jahat yang sungguh-sungguh jahat: ini dinamakan tempat tengah. Tempat tengah ini adalah kematian. Sepanjang kita ada di dalam dunia ini, kita harus mendapatkan kebangkitan, sehingga ketika kita melepaskan daging, kita dapat ditemukan dalam rehat dan tidak berkelana di tempat tengah. Sebab banyak orang akan tersesat dalam perjalanan mereka.
(57) Adalah baik jika orang meninggalkan dunia ini sebelum ia berbuat dosa. Beberapa orang tidak memiliki baik kehendak maupun kekuatan untuk bertindak. Orang lainnya, bahkan jika mereka memiliki kemauan, tidak melakukan apa yang baik bagi diri mereka sendiri, sebab mereka belum bertindak. Dan jika mereka tidak memiliki kehendak . . . . Bagi kedua pihak, kebenaran berada di luar daya tangkap mereka. Kebenaran selalu datang kepada kehendak, bukan kepada tindakan.
(58) Dalam suatu penglihatan, seorang rasul melihat orang-orang terkunci di dalam sebuah rumah api, diikat dengan rantai api, dan dilempar ke dalam . . . api karena iman yang salah. Tentang mereka dikatakan, “Mereka dapat menyelamatkan jiwa-jiwa mereka, tapi mereka tidak ingin melakukannya, sehingga mereka mendapatkan tempat penghukuman ini yang disebut kegelapan lahiriah . . . ”
(59) Jiwa dan roh dicipta dari air dan api. Orang yang berada dalam kamar pengantin telah diciptakan dari air, api dan terang. Api adalah krisme. Terang adalah api. Aku tidak maksudkan api yang biasa, yang tidak memiliki bentuk, tapi api lain, yang tampak putih murni, sangat indah dan cemerlang, dan memberi kecantikan.
(60) Kebenaran tidak datang ke dalam dunia dalam keadaan telanjang, tapi dalam simbol dan gambar. Dunia tidak dapat menerima kebenaran dengan suatu cara lain apapun. Ada kelahiran kembali dan suatu gambar kelahiran kembali, dan melalui gambar inilah orang harus dilahirkan kembali. Gambar yang bagaimanakah ini? Gambar kebangkitan. Gambar harus bangkit melalui gambar. Melalui gambar ini, kamar pengantin dan gambar itu harus mendekati kebenaran. Ini adalah pemulihan.
Orang-orang yang menerima nama sang bapa, anak, dan roh kudus dan telah menerima semua nama ini harus melakukan hal ini. Jika seseorang tidak menerima mereka, nama itu akan juga direnggut dari orang itu. Seseorang menerima nama-nama itu dalam krisme dengan minyak kekuatan salib. Para rasul menyebut kekuatan ini kanan dan kiri. Orang ini bukan lagi seorang Kristen, tetapi Kristus.
(61) Sang guru mengerjakan segala sesuatunya dalam suatu misteri: baptisan, krisme, ekaristi, penebusan, dan kamar mempelai.
(62) Karena itulah ia berkata, “Aku telah datang untuk membuat bagian sebelah bawah seperti bagian sebelah atas, dan bagian lahiriah seperti bagian batiniah, dan untuk menyatukan semuanya di tempat itu.” Di sini ia berbicara dalam simbol dan gambar.
Mereka yang berkata ada seorang manusia surgawi dan seorang yang lebih tinggi, adalah orang-orang yang keliru, sebab mereka menyebut sang manusia surgawi yang kasat mata sebagai orang yang “lebih rendah” dan orang yang memiliki tempat tersembunyi sebagai orang yang “lebih tinggi”. Lebih baik mereka berkata-kata tentang hal batiniah, hal lahiriah, dan hal yang paling jauh. Sebab sang guru menyebut kebusukan dan kecurangan sebagai “kegelapan paling jauh”, dan di luarnya tidak terdapat apapun. Ia berkata, “Masuklah ke kamarmu, kunci pintu di sampingmu, dan berdoalah kepada bapamu yang berada di tempat rahasia” — yakni, dia yang paling dalam. Yang paling dalam adalah kepenuhan segala sesuatu, dan tidak ada apapun yang lebih dalam lagi. Dan inilah yang mereka sebut sebagai tempat paling atas.
(63) Sebelum Kristus, beberapa orang telah datang dari suatu kawasan yang mereka tidak dapat masuki kembali, dan mereka pergi ke suatu tempat yang mereka masih belum dapat tinggalkan. Lalu Kristus datang. Orang-orang yang telah masuk ia bawa ke luar, dan mereka yang keluar ia bawa masuk.
(64) Ketika Hawa berada dalam diri Adam, kematian tidak ada. Pada waktu Hawa dipisahkan darinya, kematian datang. Jika Hawa masuk ke dalam diri Adam kembali dan Adam merangkulnya, kematian akan tidak ada lagi.
(65) “Allahku, Allahku, mengapa, ya Tuhan, engkau meninggalkan aku?” Ia mengucapkan kata-kata ini di kayu salib, sebab Allah sudah meninggalkan tempat itu.
(66) Sang guru dikandung dari apa yang tidak bisa binasa, melalui Allah. Sang guru bangkit dari antara orang mati, tetapi ia hidup lagi tidak seperti sebelumnya. Melainkan, tubuhnya telah menjadi sungguh-sungguh sempurna. Tubuhnya ini dari daging, dan daging ini daging yang sejati. Daging kita bukanlah daging sejati, tapi hanyalah suatu gambaran dari apa yang benar.
(67) Hewan tidak memiliki kamar pengantin, demikian juga budak atau perempuan ternoda. Kamar pengantin diberikan kepada kaum pria merdeka dan kepada para perawan.
(68) Kita dilahirkan kembali melalui roh kudus, dan kita dikandung melalui Kristus dalam baptisan dengan dua unsur. Kita diurapi melalui roh, dan ketika kita dikandung, kita dipersatukan.
Tidak seorang pun dapat melihat dirinya dalam air atau dalam cermin jika tidak ada terang; begitu juga engkau tidak dapat melihat dirimu dalam cahaya jika tidak ada air atau sebuah cermin. Jadi orang perlu membaptis dengan dua unsur, terang dan air, dan terang itu adalah krisme.
(69) Terdapat tiga struktur bagi ibadah kurban di Yerusalem. Struktur pertama terbuka di sebelah Barat dan dinamakan tempat kudus; struktur kedua terbuka di sebelah selatan dan dinamakan ruang yang kudus dari yang kudus; dan yang ketiga terbuka di sebelah timur dan dinamakan ruang maha kudus, di mana hanya imam besar yang dapat memasukinya. Tempat kudus adalah baptisan; ruang yang kudus dari yang kudus adalah penebusan; ruang maha kudus adalah kamar mempelai. Baptisan mendatangkan kebangkitan dan penebusan, dan penebusan ada di dalam kamar pengantin. Kamar pengantin berada di dalam suatu kawasan yang lebih unggul dari tempat asal kita, dan engkau tidak dapat menemukan apapun yang menyerupainya . . . . Mereka adalah orang yang menyembah dalam roh dan dalam kebenaran, sebab mereka tidak beribadah di Yerusalem. Ada orang di Yerusalem yang beribadah di Yerusalem, dan mereka menunggu misteri yang dinamakan ruang maha kudus, yang tirainya terbelah dua. Kamar mempelai kita adalah gambaran dari kamar mempelai surgawi di atas. Itulah sebabnya tirainya robek dari atas ke bawah, sebab beberapa orang dari bawah harus naik ke atas.
(70) Para penguasa tidak dapat melihat mereka yang telah mengenakan terang yang sempurna, dan mereka tidak dapat menangkap mereka. Orang menyalakan terang di dalam misteri kemanunggalan.
(71) Jika yang feminin tidak dipisahkan dari yang maskulin, yang feminin dan yang maskulin tidak akan mati. Pemisahan yang maskulin dan yang feminin adalah permulaan kematian. Kristus telah datang untuk memulihkan pemisahan yang telah ada sejak semula dan menyatukan kembali keduanya, supaya memberi kehidupan kepada orang-orang yang telah mati melalui pemisahan dan mempersatukan mereka.
Seorang perempuan dipersatukan dengan suaminya dalam kamar pengantin, dan orang-orang yang sudah dipersatukan dalam kamar pengantin tidak akan dipisahkan kembali. Itulah sebabnya mengapa Hawa dipisahkan dari Adam, karena Hawa tidak menyatu dengan Adam di dalam kamar pengantin.
(72) Jiwa Adam berasal dari suatu nafas. Sahabat jiwa adalah roh, dan roh yang diberikan kepada Adam adalah ibunya. Jiwanya diambil darinya dan diganti dengan roh. Ketika ia dipersatukan dengan roh, ia mengucapkan kata-kata yang lebih unggul dari para penguasa, dan para penguasa iri kepadanya. Mereka memisahkan Adam dari sahabat spiritualnya . . . yang tersembunyi . . . kamar pengantin.
Langganan:
Postingan (Atom)